novi khansa's posts with tag: kutipan buku
Lagi-lagi ngutip... dan kali ini udah digarisbawahi sama yang punya buku terdahulu... ~makasi lagi ya Retno ;) ".........Kebanyakan kita hidup seperti orang yang berjalan sambil tidur. Kita sesungguhnya tidak menghayati dunia secara penuh, karena kita separuh terlelap, mengerjakan semua yang terpikir oleh kita"
"Belajar tentang cara mati, maka kita belajar tentang cara hidup"
Selasa Bersama Morrie, hal 88
Hmm, isu yang hangat dan ga akan ada habisnya...
Ga ada maksud apa-apa, cuma lagi seneng aja ngutip bukunya Mitch Albom, Selasa Bersama Morrie ;)~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ "... : Kalau kita tidak menghormati pihak yang lain, kita akan mendapatkan banyak masalah.
Kalau kita tidak tahu cara berkompromi, kita akan mendapatkan banyak masalah.
Kalau kita tidak mampu bicara terbuka tentang apapun yang terjadi di antara kita dan pasangan, kita akan mendapatkan banyak masalah.
Dan kalau kita tidak memiliki seperangkat nilai yang kita sepakati dalam hidup, kita juga akan mendapatkan banyak masalah.
Nilai-nilai yang kita anut harus sama."
"Dan yang paling penting di antara nilai-nilai itu..."
"Keyakinan tentang pentingnya perkawinan kita"
".........perkawinan adalah babak sangat penting yang perlu kita lalui, dan kita akan kehilangan banyak sekali kalau kita tidak mencobanya"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Maksudnya bukan menikah sebagai percobaan kan? tapi, intinya menikahlah, hehehe... (ngomong sama siapa, sih ;p)
"Jalan hidup setiap insan telah diatur Yang Maha Kuasa yang kadangkala tidak seperti yang kita harapkan"
Widodo Atmosutirto dalam Jejak Kaki di Pasir hal 600
Jejak Kaki di Pasir 614 + xviii halaman oleh Widodo Atmosutirto (mantan diplomat) Kata Pengantar oleh Bapak Ali Alatas
Salah satu buku yang aku layout dengan sangat melelahkan. Dari ukuran buku A5 sampai 15,5 x 23,5. Dari listrik yang mati hingga file yang rusak, tidak bisa dibuka.
Buku ini adalah novel sejarah pengalaman penulis yang merupakan mantan diplomat. Diawali dengan kehidupan masa kecil di masa penjajahan, pengalaman kerja, menikah, dan pengembaraannya di banyak negara sebagai seorang diplomat.... Buku ini sangat inspiratif dan menggugah.
Saat proses pembuatan buku ini, aku terlibat dengan penulisnya. Kami berdiskusi tentang tampilan naskah, beberapa koreksian, penempatan foto dan banyak lagi. Beberapa kali bertemu dan diajak makan siang bersama dengan pihak penerbit membuatku merasakan keterikatan emosi yang mendalam. Apalagi, ketika kami berbincang-bincang, Pak Wid—beliau biasa disapa—menceritakan banyak hal kepadaku. Beliau benar-benar sarat pengalaman dan tak pernah merasa lelah untuk belajar.
Buku ini seperti sebuah harta yang sangat berharga.
Menjelang buku ini dicetak, Pak Wid meninggal dunia... saat itu aku yang hanya seorang layouter merasa sangat kehilangan beliau. Bukan saja hubungan pekerjaan, tapi hubungan sebagai seorang teman yang sama-sama berbagi.
Siapa yang pernah tahu jalan hidup ini akan seperti apa....
Selamat jalan Pak Wid... buku ini menjadi peninggalan yang sangat berharga....
*belum bisa kasih lihat gambar dan reviewnya secara utuh , waktu mem-proof, saking banyaknya dan waktu yang terbatas, aku hanya sempet baca cepet... sekarang pun nulis masih belepotan... karena baru aja aku terima buku jadinya dari penerbit. Insya Allah segera beredar di toko buku Gramedia
 | percaya | Mar 4, '08 1:04 AM for everyone |
"Kadang-kadang kita tak boleh percaya kepada yang kita lihat,
kita harus percaya kepada yang kita rasakan.
Dan jika orang lain percaya kepada kita,
kita harus merasa bahwa kita dapat mempercayai mereka juga—
bahkan meskipun kita sedang dalam kegelapan.
Bahkan ketika kita sedang terjatuh."
halaman 68 Selasa Bersama Morrie
| |