berbagi cinta, berbagi cerita

novi khansa's posts with tag: kisah

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kisah
Blog EntryKetika Bulan Membenci MalamDec 2, '07 8:46 PM
for everyone

Ketika Bulan Membenci Malam

 

Bulan menatap Malam.

Rasanya benci dan hambar. Malam begitu dingin. Malam tak lagi ramai, tapi sepi dengan kebisingan yang sunyi. Malam sangatlah tak ramah, membiarkan Bulan sendirian.

 

***

 

Kini Bulan tak hanya membenci malam, tapi ingin berpisah dengan malam dan selalu mengharap pagi.

 

Setiap malam, Bulan tak lagi bersinar indah, dia diam. Wajahnya muram, Bintang-Bintang sungguh bingung menatap Bulan.

 

***

 

”Aku ingin lewatkan malam dalam diam, atau biarkan aku tertidur hingga pagi menjelang” ujar Bulan kepada Langit.

 

Langit menatap sendu wajah Bulan. Senyumannya memang telah hilang sejak peristiwa itu, di kala malam-malam merenggut kebahagiaan Bulan.

 

***

 

Langit hanya diam.

Bintang-Bintang meminta Langit untuk bertanya pada Bulan. Tapi, Langit diam. Langit merasa tak berdaya. Bulan terlalu rapuh, sendu, menyedihkan... Langit bagai melihat keriput di wajah Bulan.

 

Padahal, belum lama, Bulan begitu bersinar. Sinar cinta yang menyilaukan hingga kadang Langit tertegun menatapnya. Bulan melompat riang ketika berjumpa malam. Bulan nampak makin indah dengan hiasan malam.

 

Tapi, kenapa... Bulan kini lebih banyak diam, dan justru membenci malam. Langit berpikir keras, sambil mencoba mengingat-ingat sejak kapan Bulan mulai terlihat murung.

 

***

 

        ”Kenapa harus ada cinta, ya?” tanya Bulan pada Langit

        ”Karena dengan cinta, segalanya indah...” jawab Langit menatap Awan, sahabat sehatinya.

        ”Tapi, kenapa justru cinta melukaiku..” tanya Bulan.

 

***

 

Kini Langit ingat apa kata-kata Bulan di malam itu. Bulan terluka karena cinta. Cinta yang pernah Cahaya berikan padanya. Yah, semua ini karena Cahaya... Langit tak bisa diam mengingat itu. Langit harus menemui Cahaya.

 

***

 

”Cahaya...kenapa kau lukai Bulan?” tanya Langit ketika mendatangi Cahaya yang bersembunyi di dalam gua.

”Aku tidak melukainya, justru aku yang terluka karenanya”

”Kamu bohong...”

”Tidak, justru aku sangat mencintai Bulan”

”Lalu, kenapa kau tega melukai hati Bulan...?”

 

Cahaya terdiam. Dirinya seperti tak sanggup lagi bertahan dengan keadaan dirinya yang payah. Redup, bagai tak bernyawa.

 

”Aku mencintai Bulan, dan ingin terus menyinarinya....”
”Lalu....” tanya Langit tak sabar. Langit tak memerhatikan betapa rapuhnya Cahaya.

”Tapi, aku salah... tidak seharusnya kuberikan cinta pada Bulan, karena aku telah punya cinta yang lain. Yang menunggu untuk aku sinari...” jawab Cahaya takut-takut Langit akan menyerangnya.

”Lalu kenapa kau dekati Bulan?” tanya Langit tak sabar ingin menghantam perut Cahaya.

”Karena aku begitu mengagumi Bulan, dia indah, memukau....”

”Kamu jahat. Kini Bulan terluka dengan harapan darimu...”

”Iya, maafkan aku... aku juga mencintainya, karena itu aku juga tersiksa”

”Sekarang siapa yang kamu pilih, Bulan atau dia?”

”Aku... aku akan tinggal bersama dengan dia dalam waktu dekat...”

”APPPPAAAAAAAA” Langit pun tak kuasa menahan amarah dan menghantam perut Cahaya. Cahaya terpelanting hingga ke pojok gua.

 

***

 

Langit segera bergegas kembali menemui Bulan. Bulan masih murung. Bintang-Bintang masih mengelilingi Bulan yang bersedih hati.

 

Begitu melihat kedatangan Langit, Bulan berkata

”Aku tak pernah berharap cinta... karena aku sangat takut jatuh cinta...”

”Dia datang dengan sendirinya, Bulan...” jawab Langit

”Tapi aku tak pernah meminta, Cahaya yang mendekatiku...”

”Cinta itu begitu halus hadir di hatimu, hingga kau tak mampu sadari... ”ujar Langit

”Tapi, kemudian pergi dengan begitu kasar hingga kau sangat kaget kalau cinta ternyata telah pergi dari hatimu” sambung Awan

”Tapi, aku tak pernah mengharap Cahaya...” ujar Bulan.

”Hari itu Cahaya begitu baiknya hingga Bulan terpesona... Bulan nyatakan cinta kepada Cahaya.. baru kali ini cinta begitu indah karena Cahaya” ujar Bulan tersenyum getir

 

Langit, Awan dan Bintang-Bintang terdiam mendengarkan Bulan.

 

”Tapi, tiba-tiba, Cahaya menatap malam dan bilang, ’Bulan bukanlah yang Cahaya inginkan...’”

”Cahaya meninggalkan Bulan dan berkata, ada yang lain, kan dia sinari... dan itu bukan Bulan...” tangis Bulan

 

Cahaya pergi ketika berjumpa malam.

Bulan pun menjadi membenci malam.

Bulan tersedu sedan di hadapan Langit, berharap Langit mau memeluknya dan menyediakan pundaknya untuk Bulan.

Langit terdiam.

Langit menatap matahari yang akan terbenam.

Langit berharap, malam tak datang hari ini.

 

 

====== bersambung

 

foto: http://jrscience.wcp.muohio.edu/thumbs/WaxingMoon20898.jpeg


Blog Entrykisah (SAY NO TO DRUG)Jun 25, '07 4:10 PM
for everyone

AKU BANGGA PADA DIRINYA

Noviyanti Utaminingsih

 

Aku bertemu kembali dengan dia, teman SMU-ku. Tidak ada yang istimewa dalam dirinya hingga aku pernah mendengar cerita tentang kakaknya.

“Kakaknya si Via kena obat” ujar temanku mulai ngegosip

“Masak sih..via kan pakai jilbab, bapaknya juga....tokoh gitu” jawabku

“Iya...jadi omongan tetangga”

Aku pun mencoba menghubungkan berbagai peristiwa di sekolah. Via yang sering terlihat diam dan tampak menangis. Atau seringnya ia menyembunyikan dirinya. Oh ya, ditambah lagi cerpen-cerpennya yang biasanya lucu jadi melo dan sering banget tokoh utama itu kena obat...

Walau ga terlalu akrab, aku adalah salah satu pengkonsumsi cerpen-cerpen dia... ada yang lucu, norak, roman picisan sampai yang sedih.....

Saat itu aku memang tak tertarik dengan kehidupannya.....tapi kenapa ya aku tak menyadari kalau sebenarnya dia sedang bermasalah.....rupanya aku bukan teman yang baik.

***

 

Kini, setelah 3 tahun lulus SMU tanpa disangka aku kembali bertemu dengannya. Kali ini dengan penampilan yang berbeda... jujur aku tak begitu mengenalnya.

“Hei, kita ga jauh ya kampusnya.....” ujar dia menegurku.

“Iya.....tapi jarang banget aku ketemu kamu....., sibuk neh?” jawabku.

“Yah, biasalah mahasiswa.....hehehe....gini-gini aku aktif di rohis dan sempat jadi kandidat ketua musola, lo...ga nyangka kan kamu?” ujarnya.

Kuperhatikan jilbabnya yang rapi dan buku-buku haroki yang dia bawa. Padahal setahu aku, dulu dia ga masuk rohis sekolah.

Entah angin apa yang membawa, tiba-tiba obrolan kami berputar soal narkoba...tentang temanku yang sepertinya bergaul dengan para pecandu.

“Wah pokoknya temen kamu musti dijaga” ujar dia.

Aku diam.....

“Kalo keadaan kakak kamu gimana?”

Via terdiam......

Oh my god....seharusnya aku kan ga tahu kalau kakaknya...itu pernah kena narkoba.

“Hmm...kamu punya kakak kan? Eh satu, ya” ujarku berusaha mengalihkan

“Kamu tahu, ya kalau kakak aku pernah kena?”

“Bukan begitu, ya...hmmm...”

“Gapapa kok...aku paham....”ujarnya terdiam

Kemudian, mengalirlah cerita masa lalu yang memedihkan... yang tak pernah kusangka seberat dan sedalam itu.

******

Masa-masa SMU-ku adalah masa yang seharusnya indah seandainya tidak terkotori dengan butir-butir laknat, jarum suntik dan semuanya.... kalau saja kakakku mempunyai pikiran yang jelas, menggunakan otaknya hingga tak perlu memakai obat-obat itu. Sakit rasanya sakit... dia itu kakakku, darah dagingku. Orang yang kusayang harus terjerembab dalam dunia yang menyakitkan.

Hari-hari yang kulalui di masa-masa indah itu...menjadi menyakitkan, palsu dan tangis.... Hampir setiap hari ibu dan ayah menanyakan keberadaan dia. Maklum kami satu sekolah, saat itu aku kelas 1 dan dia kelas 3. Kadang Kami pulang bareng. Seringnya aku menjawab “ga tahu” kalau tak lagi bersamanya. Aku memang bener-bener ga tahu. Aku juga ga tahu apa yang dia lakukan bersama temannya.

Aku juga ga tahu kalo dia sudah kenal dengan obat-obatan itu hingga kami sekeluarga mendengarnya dari orang lain .....dari tetangga.....mungkin saat itu, kami yang terakhir mendengarnya.

Saat itu aku tak sanggup ke luar rumah, tak mampu membuka pintu.....aku malu, dia yang dibanggakan, dia yang disayang, dia satu-satunya kakak  laki-lakiku, dia yang paling pintar....dia..... aku benci.....  

Aku merasa sebagian tubuhku seperti hilang.....terbawa dengan rasa malu aku... Rumah sudah seperti neraka, pertengkaran selalu saja ada. Penyebabnya cuma satu, “dia” dan tahukah siapa yang paling sakit saat itu, ibu. Bagaimana kau membayangkan, anak yang lahir dari rahim seorang ibu melakukan hal itu, mengecewakn ,meyedihkan dan menyakitkan.

Kami memang belum pernah memergokinya membawa obat atau terlihat kecanduan, tapi memang dirinya aneh....baru panas sehari, belum diobati, eh ga lama udah sehat....mungkin saat itu dia kecanduan, tapi kami ga ngerti. Hingga suatu hari ibu menemukan bungkusan entah apa....atau temannya yang mencurigakan datang memberi sesuatu,......

Saat itu dia belum sadar kalau kami mengetahui hingga malam paling menakutkan dalam hidupku.... kakak kepergok ayah membawa suntikan di dalam celananya dan saat itu ayah memukulnya dengan sangat marah. Aku ga pernah lihat ayah semarah itu. Ayah sampai berniat memasukkan kakak ke lembaga anak negara di Tangerang. Kalau hal itu benar terjadi sama saja ayah membuang kakak. Aku paham ayah benar-benar sakit hati, pikirannya tertutupi emosi.

Aku sangat takut.....berarti nanti aku ga punya kakak lagi, donk....aku takut.....aku benar-benar takut. Ayah begitu sedih dan malu saat itu. Itu adalah malam paling mencekam dalam hidupku...Saat itu aku takut dan sangat sedih...

Banyak hal yang aku tak mampu lagi  mengingatnya... aku tak mau..... Itu adalah lembaran hidup terhitam dalam hidupku, dalam hidup kami...

Berobat ke salah satu RSKO (Rumah Sakit Ketergantungan Obat) juga tak membuatnya sembuh... hingga ketika kakak lulus sekolah dia dipindahkan ke sebuah daerah di Jawa Tengah... Itulah salah satu jalan agar dia tak lagi berhubungan dengan teman-temannya yang pemakai...

Aku ga tahu kenapa, betapa Allah sayang sama dia.....teman-temannya yang pernah nge-band bareng, satu per satu dipanggil Yang Maha Kuasa karena OD, tapi Alhamdulillah, dia masih diberi kesempatan untuk memeperbaiki dirinya. Allah memberikan banyak kenikmatan dan jalan bagi dia untuk memperbaiki diri... Dia lulus dengan nilai pas-pasan.....padahal kalau mau bisa saja pihak sekolah mengeluarkan dia karena dia terbukti terlibat narkoba..., tapi tidak... masih ada masa depan untuknya...

 Lalu, ketika dia mendaftar di PTS, lagi-lagi Allah memudahkan jalannya, dia lulus tes dengan nilai lumayan hingga tak perlu membayar mahal. Mungkin dia belum menyadari kenikmatan yang Allah limpahkan karena dia masih bergaul dengan narkoba hingga Allah memberi pelajaran yang berat buatnya... dia dijadikan tersangka pencurian motor.  Siapa yang sangka, temannya sendiri  mencuri motor pinjaman yang sedang dipakai kakak.....

Saat itu dia menangis terisak-isak kepada ayah, meminta maaf dan bantuan... Dia begitu lemah, dia begitu menyedihkan... Aku ga tahu perasaan ibu dan ayah saat itu. Mereka berusaha menghubungi keluarga di sana untuk membantu kakak dan entah apalagi yang mereka lakukan untuk kakak. Yang jelas aku makin membencinya...aku kasihan, tapi juga membencinya...

Sekali lagi...Alhamdulillah....Allah menolongnya, kebetulan suami sepupu yang polisi banyak membantu dalam pencarian motor itu. Berbagai cara dilakukan untuk mencarikan motor tersebut dan  Alhamdulillah motor ditemukan di sebuah hotel walau  sudah dalam keadaan berbeda....

Kalau dipkir-pikir.....Allah benar-benar menolongnya....bayangkan motor hilang itu banyak dan di antara berapa ratus yang hilang, yang bisa balik cuma beberapa.... Subhanalloh, ini pelajaran yang sangat berarti, terutama untuk kakak... dan aku rasa itu jadi tonggak dia berusaha membersihkan diri.....

Alhamdulillah..... Sejak itu...dia berhenti total mengonsumsi obat terlarang, dia mulai rajin menulis surat kepada kami... isinya beraneka ragam, ada yang lucu dan haru. Terlihat jelas perbedaan dan perubahan yang hadir di dirinya. Dia menceritakan  pengalaman dia di sana...dan alhamdulillah...dia sempat dapat IP 3,7 dan sempat dapat beasiswa.... Aku benar-benar mendapatkan hikmah bahwa Allah akan selalu bersama hamba-Nya.... Allah akan  selalu mendengar doa hamba-Nya.

Ternyata, ujian ga sampai di situ...ujian baginya dan bagi kami, setelah bertahun-tahun dia tinggal di rantauan. Ayah masih saja diremehkan. Pernah ketika ayah jadi khotib pada khutbah jumat, salah seorang tetangga pernah mengatakan kalau  ayah sok nasihatin orang, padahal anaknya..... atau tetangga yang menanyakan keberadaan kakak ketika ada salah satu tetangga yang meninggal karena OD. Mempertanyakan juga, apakah dia dikirim ke tempat penanggulangan obat atau ketika bertemu ibu, omongannya ga jauh dari soal kakak dan obat.....dan ketika tetangga bertemu aku....huh...rasanya pengen nampol tu orang....emang ga ada ya topik lain selain kakak yang pernah pakai narkoba...padahal kejadian itu sudah 5 tahun lebih...

Aku jadi berpikir.... bagaimana kakak tidak betah ketika ke Jakarta untuk liburan. Bahkan, dia pernah terang-terangan ngomong sama aku, apa aku malu berjalan dengannya.....Aku sedih mendengarnya....aku pernah begitu sangat membencinya dan sangat malu dengan keadaannya, tapi aku ga pernah memikirkan dia...

Tahun terus berlalu dan berjalan..orang selalu mengingatnya sebagai mantan pemakai narkoba... Sebersih apapun wajahnya kini, sebanyak apapun prestasinya.....dia pasti selalu dicap sebagai si pengguna narkoba...

Tapi tahukah kau..... aku sudah tidak malu dan benci lagi padanya karena kini aku  sangat menyayanginya, mungkin lebih dari rasa sayangku saat dulu... Kini aku sangat bangga kepadanya, lebih bangga dari masa-masa dia pernah ikut cerdas cermat dan masuk TV, lebih bangga waktu dia pernah juara kelas..., lebih bangga dari ketika dia banyak berprestasi dan belum tersentuh narkoba....

Aku bangga sebagai adiknya, dia mampu bangkit lagi setelah sekian lama dalam keterpurukan.... dan dia bisa.....itu yang aku bangga.

Semuanya kini berbeda, aku ga peduli orang mau ngomong apa, yang penting aku bangga dan sangat menyayanginya.

 

******

Betapa naifnya diri ini menghadapi berbagai cobaan, selalu dalam keadaan mengeluh,

Betapa malunya diri ini menghadapi ujian, selalu dalam keadaan lemah...

Begitu banyak manusia di dunia sanggup bangkit dalam keterpurukan

Begitu banyak hikmah yang bisa diambil dari segala peristiwa...

 

-----Selesai-----

 

 *Tulisan ini hanya bermaksud mengingatkan kita tentang bahaya narkoba dan mengingatkan kita bagaimana memandang orang lain... Seperti halnya pengidap HIV, ex napi, mantan pengguna narkoba juga tak pernah mau dipandang sebelah mata.  Kita semua sama dalam pandangan Allah Swt.


**Semua nama, tokoh, keadaan dan tempat disamarkan.


Semoga bisa menjadi pembelajaran..............amiin


Say No To Drug


 

 

 

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help