berbagi cinta, berbagi cerita

novi khansa's posts with tag: kesehatan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kesehatan
Linkhehehe, jangan marah-marah, :DFeb 11, '08 8:04 PM
for everyone
Link: http://sehatbugar.multiply.com/journal/item/87

MARAH MENURUNKAN DAYA TAHAN TUBUH …(BAGIAN i)

Blog Entryinfo buat yang doyan begadang (lha gw, donk )Aug 1, '07 10:06 AM
for everyone
Today's Headline : Penemuan Terbaru Mengenai Kanker Hati Aug 1, '07 1:31 AM
for everyone
(info penting nih buat yang doyan begadang, suka bangun kesiangan dan gak pernah sarapan pagi)

Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (GOT,GPT), tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm! Selama ini hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index).

Mereka menganggap bila pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal berarti semua OK. Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis. Benar-benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar.

Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan. Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati jugabisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.

Penyebab utama kerusakan hati adalah :
  1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama
  2. Tidak buang air di pagi hari.
  3. Pola makan yang terlalu berlebihan.
  4. Tidak makan pagi.
  5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
  6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna,pemanis buatan.
  7. Minyak goreng yang tidak sehat! Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkonsumsi makanan yangdigoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.
  8. Mengkonsumsi masakan mentah atau sangat matang juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/ 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.

Kita harus melakukan pencegahan dengantanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna.
  • Malam hari pk 9 - 11: adalah pembuangan zat- zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
  • Malam hari pk 11 - dini hari pk 1: saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  • Dini hari pk 1 - 3: proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.
  • Dini hari pk 3 - 5: de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.
  • Pagi pk 5 - 7: de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.
  • Pagi pk 7 - 9: waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.
http://theresiaerni.multiply.com/journal/item/38?mark_read=theresiaerni:journal:38&replies_read=1


Blog EntryWASPADALAHMay 27, '07 1:12 PM
for everyone

Keadaan cuaca yang nggak menentu, hujan deres hampir tiap hari atau banjir yang melanda jakarta... menyisakan berbagai penyakit.... dbd dan diare.

 

Waspadalah

Waspadalah

Ketika kamu mulai demam tinggi

Ketika kamu mulai mual-mual

Ketika tak ada makanan yang mampu masuk

Ketika kepala terasa dipukul sama palu....

Ketika tidur adalah kenikmatan tiada tara tanpa harus bangun...

 

Mungkin kamu telah digigit seekor atau lebih dari satu nyamuk aedes aegpty (gimana sih nulisnya, susah banget nama nyamuk aja...

Jangan salah, demam berdarah bisa menyerang siapa saja, apalagi kalau kondisi kamu sedang nggak fit atau kamu terlalu lelah atau kamu orang yang malas makan.....seperti aku setahun yang lalu.

Seingetku, waktu itu kondisi biasa aja, kegiatan biasa aja....begadang pun biasa aja, week-end harus pergi karena ada urusan itu biasa, dan makan ga teratur itu juga biasa. Bedanya aku digigit nyamuk dan.....kurang lebih selama sebulan di Februari aku harus terbaring di rumah dan di rumah sakit karena sakit demam berdarah.

Hari itu kalau ga salah lagi libur pesantren, badanku panas karena demam, makan dan minum obat udah di tempat tidur. Dan badan rasanya lemes banget. Tapi, saat itu ga ngerasa kenapa-kenapa, cuma lemes. Heheheheh...ironisnya, bisa dibilang aku dah digigit nyamuk itu saat lingkungan rumahku dilakukan pengasapan. Tapi aku belum merasa kena dbd sampai dalam 3 hari itu panasku ga turun dan aku ga bisa makan.

Ini mungkin pelajaran dari Tuhan ke aku yang kadang malas makan, iya seneng ngemil, tapi kalau makan, kalau ga aku senengi aku malas..... eh saat itu makanan seenak apapun harus keluar dari mulutku, palagi ditambah aku harus minum obat yang pahit. Badan lemes banget, cuma bisa tidur, kepalaku sakit dan tekanan darahku menurun drastis.... kalau ga diingetin ibu, aku ga tahu aku dah solat belum. Kadang solat dalam keadaan berbaring atau duduk. Atau malah kadang aku tak sengaja tertidur saat solat....

Akhirnya, udah ga tahan lagi. Aku berniat datang lagi ke klinik untuk yang ketiga kalinya.... dan hari itu juga keluargaku minta rujukan, aku ga tahu rasanya badanku ini, kayak mau jatuh aja dan bener saja karena tekanan darahku 60/80, padahal normalnya 80/120. Langsung cari rumah sakit terdekat dari rumah, “it’s full” bener-bener ga bisa langsung masuk gitu aja karena aku awalnya ga berobat di situ, wouy ga tahu ya kalau aku tuh dah sekarat. Rasanya mau pingsan atau mau mati..... trus, cari lagi deh rumah sakit lain yang masih di kecamatan,  masuk langsung ke ugd. Aku ga tahu ada rumah sakit di sini. Padahal aku sedikit tahu daerah tersebut. Awalnya, aku ga masuk rumah sakit ini, tapi pas diperiksa ternyata trombositku dah anjlok ke angka 47.000.... bayangin padahal baru tiga hari yang lalu 150.000. Dokter ugd pun panik dan saat itu juga aku diinfus 4 jam sekali. Selanjutnya aku dirawat kurang lebih 6 hari, menghabiskan berbotol-botol infus, sempet turun jadi 40.000.... tapi, alhamdulillah aku ga perlu ditranfusi darah... selama 6 hari itu. Dalam sehari aku bisa diambil darahnya selama 4 kali sehari. Diperiksa kemajuan trombositku yang begitu lambat naik. Hingga dalam sehari bisa menghabiskan beberapa gelas jus jambu sampai jamu angkak yang pahitnya bikin muntah. Aku harus dirawat sama ibu yang begitu setia menemani, beliau harus tidur beralaskan karpet tipis dan tentunya melayaniku  ketika infus abis, menyuapiku dan banyak lagi....hingga membantuku dalam aktivitas kamar mandi, sampe mandi sekalipun. Baru setelah aku mulai enakan, aku bisa sendiri, itu pun juga harus ada sedikit bantuan karena kemana-mana aku harus membawa botol infus.... aku bener-bener ga bisa melakukan apapun sendiri. Sampe untuk memanggil perawat aku minta bantuan....

3 hari menjelang pulang kalau ga salah, aku mulai pulih, di antara sekian pasien kayaknya cuma aku yang makannya abis, hehehehe padahal waktu di rumah aku ga bisa makan, pait, kayaknya cuma regal yang bisa aku makan....

Hari ke-5 di rumah sakit, aku udah pede kalau trombosit aku dah normal dan aku yakin saat itu aku boleh pulang, pagi itu, ibu dah siap-siap ngepak barang-barang untuk pulang dan  aku pun duduk memandang kaca jendela luar, aku cuma pengen pulang, tapi ternyata aku harus tetap di rumah sakit karena trombosit aku turun, aku bener-bener sedih .....ga jadi pulang deh padahal udah pengen banget, akhirnya seharian aku tidur, dan besoknya aku bener-bener boleh pulang.........

Alhamdulillah, ternyata memang skenario Allah tetap yang terbaik....karena dbd adalah wabah aku ga bayar sepeser pun untuk biaya peratawatan dan obat, alias gratis... Hehehe...menambah daftar titel aku yang “miss gratis” karena udah pernah umroh gratis, kuliah gratis dan sekarang berobat gratis.....:) padahal kalau ada biaya bisa mencapai 3 juta rupiah..... hehehehe jangan-jangan nanti aku bisa nikah gratis 

 

Setelah 6 hari itu, ternyata aku belum bener-bener pulih, tidak makan selama 6 hari mengakibatkan magh aku kambuh, ga tahan berdiri lama, sampa aku berjalan terpincang-pincang. Sempet sholat dalam keadaan duduk... bahkan ketika aku mulai masuk kuliah setelah sekitar seminggu di rumah, aku masih ga tahan diri lama. Pas lagi solat jamaah bareng teman, kakiku begetar karena ga tahan diri lama... padahal aku dah request untuk pakai surat pendek, tapi karena dia ga ngeh atau ga denger pas aku ngomong, dia memabca surat Al-baqoroh, aku pikir Cuma 1-5, atau 10 mungkin, tapi lebih heheheheh....maklum saat itu emang lagi hafalan n belajar tafsir sura albaqoroh... Surat itu jadi melekat pada para santrinya... biar cepat hafal...gitu lhoh jadi sering diapakai pas sholat.... Emang bener ya..karena seakrang aja hafalanku melayang karena jarang makai ketika sholat...

Saat sakit itu, aku ga masuk 2 minggu hari kerja, lumayan buat aku ketinggalan hampir seluruh mata kuliah... dan bisa ditebak, nilaiku anjlok dari semester 2 yang rangking 4 sekelas jadi rangking terakhir di kelas..... 

Semua obsesi yang tertulis di buku harian pupus.... boro-boro jadi lulusan terbaik,  hafalanku jauh ketinggalan, pas ujian ga nyambung dan banyak lagi...kayaknya cuma sosiologi aja aku bisa dapet nilai yang baik, lainnya..? No comment......

Kalau inget kejadian tepat setahun lalu, aku jadi mikir, betapa aku ga bersyukur ketika diberi kesehatan, dengan seenaknya aku tidak menghargai badan aku. Gimana nyokap dengan kasih sayangnya merawat aku sampai ke hal pribadi sekalipun...

 

Terakhir, aku berterimakasih buat semua temen aku, yang udah nengok aku, dari jauh...dari tangerang hingga priuk, temen kuliah di pesantren yang udah rela untuk bolos kuliah (padahal demen ya) demi nengok aku...., temen sd aku, pocut n nyanyak, temen liqo, tetangga, adik mentiku, temen-temen adk, mama icha dan icha, rika, ade, dini dan tentunya kakak laki-laki aku yang tercinta yang dari Solo, rela dateng ke jakarta demi aku....last but not least, ibuku tersayang..... takkan sanggup aku membalas budi baikmu yang segunung itu.....

 

 

 


Blog EntryAbout diabetesMay 27, '07 9:36 AM
for everyone

Diet untuk Penderita Diabetes

Wisnu Adi Yulianto

DIABETES melitus atau kencing manis telah menjadi masalah kesehatan dunia. Prevalensi dan insiden penyakit ini meningkat secara drastis di negara-negara industri baru dan negara sedang berkembang, termasuk Indonesia. Pada tahun 2003 terdapat sekitar 150 juta kasus diabetes di dunia, dan pada tahun 2025 diperkirakan jumlahnya meningkat dua kali lipat (WHO, 2003). Pada tahun itu, jumlah penderita diabetes di Indonesia diprediksi mencapai 12 juta jiwa.

OLEH karena itu, upaya pencegahan dan penanganan diabetes perlu mendapat perhatian yang serius. Jika tidak, dampak penyakit tersebut akan membawa komplikasi pada berbagai penyakit lain, seperti impotensi, penyakit jantung, stroke (berisiko 2-4 kali lebih tinggi), tekanan darah tinggi, gagal ginjal, dan kerusakan sistem saraf. Hal ini tidak saja menyebabkan biaya perawatan dan pengobatannya yang mahal, tetapi juga mengakibatkan laju kematian penderita diabetes (age-adjusted) mencapai 1,5-2,5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk umumnya.

Penyakit diabetes yang banyak diderita (mencakup 90-95 persen) adalah diabetes tipe 2, yaitu karena tubuh tak cukup menghasilkan insulin atau menggunakan insulin untuk menurunkan gula darah (glukosa). Meski belum bisa disembuhkan, sesungguhnya penderita penyakit ini tetap dapat hidup normal jika mereka menerapkan pengelolaan diabetes yang baik. Langkah-langkah yang mesti dilakukan di antaranya penurunan berat tubuh bagi yang kelebihan berat dan kegemukan, olahraga atau latihan fisik secara teratur, pengaturan pola makan yang baik, menghindari stres dan memeriksakan kadar gula darahnya.

Dari strategi tersebut, cara pertama dan kedua telah berhasil dengan meyakinkan menurunkan risiko diabetes. Sedangkan cara ketiga, meskipun banyak penelitian yang menunjukkan beberapa bahan pangan sanggup menurunkan risiko diabetes, hingga sekarang belum ada diet khusus untuk diabetes, yang ada adalah upaya menormalkan kembali kadar gula darah tersebut (60-120 mg/dL).

Untuk mencapai tujuan itu, maka pengaturan dietnya haruslah memperhatikan berat tubuh dan aktivitas penderita diabetes guna menentukan besarnya kalori, adanya komplikasi penyakit lain, jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi.

Sebagai pedoman, besarnya kalori untuk wanita diabetes adalah berat badan ideal (BBI) dikalikan 25 K.kalori ditambah 20 persen untuk aktivitas, sedangkan untuk pria BBI dikalikan 25 K.kalori ditambah 20 persen untuk aktivitas. BBI dihitung dengan rumusan tinggi badan (cm) dikurangi 100 cm dikurangi 10 persen, tetapi untuk wanita di bawah 150 cm dan pria di bawah 160 cm tak perlu dikurangi 10 persen lagi. Jadi, misalnya seorang pria diabetes dengan berat 65 kg dan tinggi 170 cm akan membutuhkan sebanyak 2.268 K.kalori. Namun jika penderita kelebihan berat jumlah kalorinya dikurangi, sebaliknya jika kekurangan berat badan kalorinya ditambah.

Sejumlah kalori tersebut harus dipenuhi dari karbohidrat (60-70 persen), protein (10-15 persen), dan lemak (20-25 persen) di dalam menu makanan sehari-hari sebagaimana orang sehat. Vitamin dan mineral tetap wajib dipenuhi meski tidak menghasilkan energi. Sebagai patokan, satu gram lemak/minyak dapat menghasilkan 9 K.kalori, sedangkan karbohidrat dan protein masing- masing menyumbang 4 K.kalori/gram-nya.

Jenis bahan pangan yang telah direkomendasi oleh Joint WHO/FAO Expert Consultative (2003) untuk menurunkan risiko diabetes adalah memenuhi asupan polisakarida bukan pati (Non-Starch Polysaccharides/ NSP) melalui konsumsi leguminosa dan serealia utuh, buah-buahan dan sayur-sayuran. Asupan hariannya minimal sebanyak 20 gram. Selain itu, memastikan bahwa asupan lemak jenuhnya tidak melebihi 10 persen dari total energi dan untuk kelompok yang berisiko tinggi, asupan lemak tersebut sebaiknya kurang dari 7 persen total energi.

NSP sering kali dianggap identik dengan serat pangan (dietary fibre). Kini, total serat pangan didefinisikan sebagai komponen pangan yang tersusun dari NSP + resistant starch (pati tahan cerna) + lignin. Yang termasuk kelompok NSP di antaranya selulosa, hemiselulosa, pektin, beta-glukan, fruktan, gum, mucilage (getah), dan polisakarida ganggang/alga. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa konsumsi pangan tinggi NSP (biji-bijian utuh, sayuran dan buah-buahan) berhasil menurunkan risiko diabetes karena dapat menurunkan level gula darah dan insulin serta mengurangi risiko progresi buruknya toleransi glukosa pada diabetes tipe 2.

Bahan pangan yang kaya NSP, khususnya bentuk terlarut, seperti kacang-kacangan (pulse) memilki indeks glisemik (IG) yang rendah. Bahan pangan dengan IG yang rendah, tanpa memperhatikan kandungan NSP-nya, tidak hanya menghasilkan respons gula darah yang rendah setelah makan, tetapi juga ikut memperbaiki keseluruhan dalam pengendalian glisemik (diukur haemoglobin A1c).

Meskipun demikian, IG rendah bukan satu-satunya pilihan bagi pengidap diabetes, karena kadar lemak dan fruktosa yang tinggi pada bahan pangan juga menghasilkan IG yang rendah, tetapi menyimpan energi yang tinggi. Sementara itu, asupan lemak total dan lemak jenuh yang tinggi, keduanya berkaitan dengan tingginya risiko kerusakan toleransi glukosa, tinggi level glukosa dan insulin selama puasa, dan rendahnya sensitivitas insulin. Sebaliknya, asupan asam lemak tak jenuh yang tinggi berhubungan dengan turunnya risiko diabetes tipe 2 dan rendahnya kadar glukosa serta meningkatnya sensitivitas insulin.

Oleh karena itu, pemilihan bahan pangan yang tercakup dalam makanan empat sehat lima sempurna atau dalam menu seimbang bagi penderita diabetes seharusnya memperhatikan tiga aspek, yaitu kecukupan kalori, konsumsi pangan tinggi NSP (IG rendah) dan kurangi konsumsi lemak, terutama lemak jenuh. Untuk membantu menentukan pilihan tersebut dapat digunakan panduan (Tabel).

Sekali lagi, sesungguhnya semua makanan boleh dimakan oleh penderita diabetes, asalkan sanggup membatasi jumlahnya sesuai kebutuhannya. Jika tidak, apalagi sulit menurunkan gula darahnya, untuk amannya konsumsilah jenis makanan yang disarankan tersebut.

Setelah mengetahui jenis dan jumlahnya yang harus dimakan, langkah berikutnya adalah mengatur jadwal makan. Sebaiknya penderita diabetes tetap makan "besar" tiga kali (pagi, siang dan malam) ditambah makanan selingan tiga kali sehingga selang/interval makannya tiga jam. Dengan selang waktu tersebut, glukosa yang terbentuk sudah masuk sel atau jaringan otot.

Petunjuk yang terakhir bagi penderita diabetes adalah jangan mudah stres. Keadaan ini boleh jadi mengacaukan hormon-hormon dan buruknya kinerja organ-organ tubuh sehingga berdampak pada rendahnya produksi dan sensitivitas insulin.

Dan jangan lupa memeriksakan kadar gula darah sehingga dapat terus mengelola dietnya dengan baik.

Wisnu Adi Yulianto Dosen Universitas Wangsa Manggala, Yogyakarta


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help