Aku Cuma Pengen Jadi Editor
~nostalgia masa lalu ;)
Mengingat kisah masa kuliah, lulus, bikin tugas akhir, pencarian kerja dan awal kerja...
Aku tulis setelah beres-beres menemukan tugas akhir, hmmm... ;)
Sumpah, deh dari dulu, begitu lulus kuliah, aku cuma pengen jadi editor. Memang sih, banyak pilihan profesi dan rata-rata lulusan di tempatku banyak milih jadi desainer grafis.

Waktu kuliah, aku dapat pelajaran desain grafis 6 semester plus periklanan 2 semester. Belum lagi, desktop publishing. Nilaiku juga ga jelek-jelek amat di makul itu, tapi tetep gw kekeh mau jadi editor. Sempat menjabat sebagai editor dan redaktur di majalah kampus, walau sadar juga susah banget dapat nilai B di makul pernaskahan. Walau akhirnya menginjak semester 3 hingga 6, nilai-nilai yang berhubungan dengan penyuntingan dapat B. Hmm, untuk hal ini aku jadi ingat Pak Pamusuk Eneste. Bener-bener harus kerja keras biar bisa dapat B. Aku harus mau berusaha keras karena sadar tulisanku yang kayak cakar ayam, suka telat dan susunan kalimat yang kadang ngasal.
Karena aku cuma pengen jadi editor—yah walau juga suka yang berbau pemasaran buku—aku ga gitu mendalami yang namanya desain grafis. Padahal SKS dan jam kuliahnya ga kalah dengan makul editorial dan aku pernah dapat A di semester 3, walau A kurus (81 maksudnya, hehe). Aku lebih suka bikin konsep karena kalau udah berhubungan sama teknis, aku ga begitu suka dan aku merasa tak berbakat pada bidang desain dan layout buku.
Oleh karena kesukaanku pada editorial, aku pun ambil tugas akhir yang bertema penyuntingan dan proses penerbitan buku. Oleh karena bapakku yang penulis buku sekolah, aku pun tertarik jadi editor buku sekolah yang berhubungan dengan kurikulum. Fiyuh, untuk urusan judul dan tema tugas akhir ini aku pernah nangis-nangis di depan dosen yang nggak pernah aku suka saat itu. Yeah, walau aku tahu akhirnya dia memang benar, tapi aku ga suka cara dia bersikap, yang asli nyebelin banget. Pliss, deh... kenapa gitu, ada orang yang suka menempatkan diri jadi orang nyebelin....
Akhirnya, jadilah aku membuat tugas akhir tentang peranan editor bidang di penerbit buku sekolah. Searching segala hal yang berbau kurikulum yang mau diganti. Kalau inget itu, kok bisa-bisanya gw ga pusing ya sama kurikulum, kan kaku banget, bo... Aku juga sempet hunting buku sekolah ke toko buku untuk membanding-bandingkan buku-buku. Saat itu sebenarnya kurikulum yang ada belum disyahkan, tapi penerbit buku sekolah sudah mulai berlomba menampilkan buku dengan kurikulum itu. Duh, urusan banget ya aku sama yang ribet gitu, apalagi akhirnya aku diterima kerja di penerbit buku sekolah dan tahukah kamu kurikulumnya udah ganti lagi dan aku musti mempelajari lagi.
Balik lagi pas pembuatan tugas akhir itu, aku ngalamin masa-masa rusuh. Jadi inget, waktu saking senangnya ketemu pembimbing, berkas tugas akhir aku terbawa beliau. :( ( Jadilah, aku musti kejar-kejaran sama beliau yang praktisi dan sibuk. Tapi, dengan begitu aku dan temenku yang pembimbingnya sama jadi sering main ke Gramedia di Palmerah.
Untuk penyusunan tugas akhir ini aku teramat sangat (hiperbola sekali ;)) banyak dibantui oleh alumni yang juga asdos. Waah, jadi ingat gimana shock-nya aku nerima kabar kalau TA-ku musti dirombak abis... fiyuh, bener-bener melelahkan. Walau bisa dibilang aku cukup gampang dapat tempat untuk praktik industri, deket dari rumah, cuma naek angkot sekali, dan ada alumni yang kerja di sana. Sebenernya sih aku pengennya praktik industri di Bandung, tapi sayang penerbit itu tidak merespon :((. Hingga kini Bandung masih bikin aku pensaran, makanya pernah nekat nyari kerja di sana :D
Akhirnya, cita-citaku pun tercapai menjadi seorang editor buku sekolah, Yeee... walau sempat menganggur sebentar, aku akhirnya kerja juga. Selain mendapat tugas ngedit buku-buku sekolah, jabatan asliku itu sekretaris redaksi. Keren, kan... ;)
Tapi, siapa sangka, baru beberapa waktu aku mulai ”pusing” dengan yang namanya kurikulum, bingung dengan surat perjanjian penulis, dan urusan lembur karyawan. Santer beredar jabatan aku memang jarang peminatnya karena kerjaannya double, triple... nah lho....padahal gajinya... (hihihi, ga usah dibahas, ya)
Finnaly, aku ambil keputusan mengundurkan diri karena aku test di tempat lain. Saat Itulah ”ke-sok-idealisan” aku dimulai dan awal dari kebodohanku dalam mengatur strategi. Aku terlalu pede untuk dapat di tempat yang baru dan yah masih tetap penerbit buku sekolah (kekeuh).
Ironisnya, setelah ke luar dari tempat lama, aku pun tak diterima di tempat baru, hehe... kesian deh... Hingga setahun kemudian aku jadi editor freelance dan mengedit beberapa naskah dan re-write. Aku sempat membuat dua konsep buku kumpulan artikel koran dan mengedit juga tentunya. Di samping pekerjaan me-layout dan nge-desain (yakin lo nop ngedesain, hihi)
Saat ini, selain sesekali mengedit dan proof reading aku justru lebih banyak nge-layout dan beberapa kali ngedesain dan tentunya jualan, hehe ;)
*tulisan curhat abiees dan pliss jangan diedit ;)