berbagi cinta, berbagi cerita

novi khansa's posts with tag: kebiasaan ;)

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kebiasaan ;)
Blog EntryIstikomahApr 1, '08 3:32 PM
for everyone
Bismillah
semoga bisa tetap istikomah, amiin

moga bisa terus belajar, bersemangat dan optimis


Blog Entryaku cuma pengen jadi editorFeb 4, '08 8:17 AM
for everyone


 

Aku Cuma Pengen Jadi Editor

 

~nostalgia masa lalu ;)

Mengingat kisah masa kuliah, lulus, bikin tugas akhir, pencarian kerja dan awal kerja...

Aku tulis setelah beres-beres menemukan tugas akhir, hmmm... ;)



Sumpah, deh dari dulu, begitu lulus kuliah, aku cuma pengen jadi editor. Memang sih, banyak pilihan profesi dan rata-rata lulusan di tempatku banyak milih jadi desainer grafis.


Waktu kuliah, aku dapat pelajaran desain grafis 6 semester plus periklanan 2 semester. Belum lagi, desktop publishing. Nilaiku juga ga jelek-jelek amat di makul itu, tapi tetep gw kekeh mau jadi editor. Sempat menjabat sebagai editor dan redaktur di majalah kampus, walau sadar juga susah banget dapat nilai B di makul pernaskahan. Walau akhirnya menginjak semester 3 hingga 6, nilai-nilai yang berhubungan dengan penyuntingan dapat B. Hmm, untuk hal ini aku jadi ingat Pak Pamusuk Eneste. Bener-bener harus kerja keras biar bisa dapat B. Aku harus mau berusaha keras karena sadar tulisanku yang kayak cakar ayam, suka telat dan susunan kalimat yang kadang ngasal.

 

Karena aku cuma pengen jadi editor—yah walau juga suka yang berbau pemasaran buku—aku ga gitu mendalami yang namanya desain grafis. Padahal SKS dan jam kuliahnya ga kalah dengan makul editorial dan aku pernah dapat A di semester 3, walau A kurus (81 maksudnya, hehe). Aku lebih suka bikin konsep karena kalau udah berhubungan sama teknis, aku ga begitu suka dan aku merasa tak berbakat pada bidang desain dan layout buku.

 

Oleh karena kesukaanku pada editorial, aku pun ambil tugas akhir yang bertema penyuntingan dan proses penerbitan buku. Oleh karena bapakku yang penulis buku sekolah, aku pun tertarik jadi editor buku sekolah yang berhubungan dengan kurikulum. Fiyuh, untuk urusan judul dan tema tugas akhir ini aku pernah nangis-nangis di depan dosen yang nggak pernah aku suka saat itu. Yeah, walau aku tahu akhirnya dia memang benar, tapi aku ga suka cara dia bersikap, yang asli nyebelin banget. Pliss, deh... kenapa gitu, ada orang yang suka menempatkan diri jadi orang nyebelin....

 

Akhirnya, jadilah aku membuat tugas akhir tentang peranan editor bidang di penerbit buku sekolah. Searching segala hal yang berbau kurikulum yang mau diganti. Kalau inget itu, kok bisa-bisanya gw ga pusing ya sama kurikulum, kan kaku banget, bo... Aku juga sempet hunting buku sekolah ke toko buku untuk membanding-bandingkan buku-buku. Saat itu sebenarnya kurikulum yang ada belum disyahkan, tapi penerbit buku sekolah sudah mulai berlomba menampilkan buku dengan kurikulum itu. Duh, urusan banget ya aku sama yang ribet gitu, apalagi akhirnya aku diterima kerja di penerbit buku sekolah dan tahukah kamu kurikulumnya udah ganti lagi dan aku musti mempelajari lagi.

 

Balik lagi pas pembuatan tugas akhir itu, aku ngalamin masa-masa rusuh. Jadi  inget, waktu saking senangnya ketemu pembimbing, berkas tugas akhir aku terbawa beliau. :( ( Jadilah, aku musti kejar-kejaran sama beliau yang praktisi dan sibuk. Tapi, dengan begitu aku dan temenku yang pembimbingnya sama jadi sering main ke Gramedia di Palmerah.

 

Untuk penyusunan tugas akhir ini aku teramat sangat (hiperbola sekali ;)) banyak dibantui oleh alumni yang juga asdos. Waah, jadi ingat gimana shock-nya aku nerima kabar kalau TA-ku musti dirombak abis... fiyuh, bener-bener melelahkan. Walau bisa dibilang aku cukup gampang dapat tempat untuk praktik industri, deket dari rumah, cuma naek angkot sekali, dan ada alumni yang kerja di sana. Sebenernya sih aku pengennya praktik industri di Bandung, tapi sayang penerbit itu tidak  merespon :((. Hingga kini Bandung masih bikin aku pensaran, makanya pernah nekat nyari kerja di sana :D

 

Akhirnya, cita-citaku pun tercapai menjadi seorang editor buku sekolah, Yeee... walau sempat menganggur sebentar, aku akhirnya kerja juga. Selain mendapat tugas ngedit buku-buku sekolah, jabatan asliku itu sekretaris redaksi. Keren, kan... ;)

 

Tapi, siapa sangka, baru beberapa waktu aku mulai ”pusing” dengan yang namanya kurikulum, bingung dengan surat perjanjian penulis, dan urusan lembur karyawan. Santer beredar jabatan aku memang jarang peminatnya karena kerjaannya double, triple... nah lho....padahal gajinya... (hihihi, ga usah dibahas, ya)

 

Finnaly, aku ambil keputusan mengundurkan diri karena aku test di tempat lain. Saat Itulah ”ke-sok-idealisan” aku dimulai dan awal dari kebodohanku dalam mengatur strategi. Aku terlalu pede untuk dapat di tempat yang baru dan yah masih tetap penerbit buku sekolah (kekeuh).


Ironisnya, setelah ke luar dari tempat lama, aku pun tak diterima di tempat baru, hehe... kesian deh... Hingga setahun kemudian aku jadi editor freelance dan mengedit beberapa naskah dan re-write. Aku sempat membuat dua konsep buku kumpulan artikel koran dan mengedit juga tentunya. Di samping pekerjaan me-layout dan nge-desain (yakin lo nop ngedesain, hihi)


Saat ini, selain sesekali mengedit dan proof reading aku justru lebih banyak nge-layout dan beberapa kali ngedesain dan tentunya jualan, hehe ;)


*tulisan curhat abiees dan pliss jangan diedit ;)







 

 

 

 

 


Blog EntryGARA-GARA TIDUR DI ANGKOTDec 1, '07 8:30 AM
for everyone

Saya hobi tidur di kendaraan umum, jujur ini dari lubuk hati terdalam dan tidak dibuat-buat apalagi untuk meninggikan image saya. Mana mungkin???

Hehehe...

 

Saya senang sekali tidur di angkot. Entah karena saya begitu senang dengan getaran di atas mobil atau karena malamnya saya terbiasa begadang. Atau saya merasa nyaman. Cukup aneh memang. Tapi, saya rasa hobi itu juga menjangkiti beberapa orang. Apalagi, para pekerja kantor di tengah macetnya Jakarta. Daripada pusing lihat macet, mending tidur, deh.

 

Gara-gara suka tidur di kendaraan umum:

  1. Saya pernah mematahkan kacamata saya. Saat itu saya ga panik, abis mau diapain lagi. Akhirnya, kacamata saya masukin ke tempatnya dan saya kembali tidur
  2. Lensa kacamata saya pernah lepas. Hehehe, bayangin ada cewek pake kacamata tanpa lensa dan sibuk nyari-nyari. Alhamdulillah, lensa ketemu di atas rok.
  3. Saya pernah terbangun dan berteriak ”Allahu Akbar” dan megangin penumpang yang tampaknya mau jatuh, ketika si supir ngerem mendadak.
  4. Saya beberapa kali kebablasan dan mesti jalan kaki or nyebrang dan naik angkutan dari arah berlawanan.
  5. Saya  suka kaget kalo ternyata bakal dialihkan ke bus lain
  6. Pastinya, suka kejedot berkali-kali...
  7. Ga sengaja kepala saya suka numpang di pundak orang... beneran ga sengaja, biasanya kalo ibu-ibu apa mbak-mbak suka rada kesel gitu... So, untuk mencegah hal tersebut, saya lebih suka mojok...

 

Hmm, ayo ngaku kamu suka tidur di kendaraan umum juga, kan?

Hehehe, nyari temen

 



foto: fikri lagi tidur  


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help