berbagi cinta, berbagi cerita

novi khansa's posts with tag: jilbab

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag jilbab
Blog EntryJilbab??? Titik balik hidupku (terakhir)May 13, '08 2:09 AM
for everyone

Bersamaan dengan ghiroh aku dan kebosanan kalau hanya ini dan itu, keingintahuan banyak hal pun hadir, juga kemauan untuk aktif di beberapa organisasi. Aku ikut ini dan itu, panitia ini dan itu, dll, pokoe selain jualan boneka, nopi itu hobi rapat, rapat sana, rapat sini... jualan sana, jualan sini sampe ribet ;p Untuk partispasi di organisasi, sebagian besar datang karena pengaruh dan dorongan dari abang yang di Solo. Nop, lo ikut ini, deh atau itu atau apa, kek... Aku pun coba-coba cari tahu, daftar dan aktif... Lumayan seru ternyata :) Hmm, aku juga coba cari-cari tempat, sekiranya aku bisa men-charge diriku.... dan Alhamdulillah, aku bertemu seorang yang kukagumi hingga hari ini :)

 

Tapi, aku pun sempat dalam kondisi bingung. Dari teman main dan ”teman baru”. Sempat merasa ada di  tengah dan tidak bisa masuk ke mana pun. Sempat punya pikiran sempit tentang definisi jilbar dan jilcil (jilbab kecil), yang dulu aku benci. Alhamdulillah, kemudian nyadar. Tapi sempat juga merasa kesulitan mengikuti jalan hidup yang berubah, tapi enggan melepas masa lalu yang membayangi. Sempat jaim abis, sempat kaku, sempat kesel, sempat ekslusif, sempat sebel, sempat capek, sempat bentrok, sempat kecewa. Haah... sebenarnya ada apa dengan ini semua?

 

Terakhir, aku sempat mengundurkan diri dari organisasi, bikin surat dan puisi. Ya, ya... terserah mau dibilang futur, atau berjatuhan, tapi saat itu aku ngerasa ga nyaman dengan orang-orang di sekitarku dan golongan-golongan itu. Aku memang aktif di jurusan, tapi ga gitu aktif di pusat, malah malas dan pernah bentrok... Apa ini yang namanya instan? Apa seharusnya aku belum tahu dan belum saatnya atau malah masih kurang matang? (kalo mi instan belum matang kan agak keras ya, hihih). Waaaaah, pokoknya lelah, lelah mencari jati diri, lelah berada dalam sempitnya pemikiran dan pengkotak-kotakan, lelah dengan label ikhwan akhwat yang mengecewakan...

 

Hingga, aku akhirnya sadar. Terlalu besar harapanku pada mereka hingga aku ga sadari kalau mereka pun sama seperti aku. Yah, ikhwah juga manusia. Aku juga manusia, yang bahagia, seneng, sedih, kecewa... hmmm.. sampai pada pemikiran, untuk apa dan siapa aku berjalan di sini. Apakah aku udah ikhlas? Apa yang aku inginkan... kenapa aku kecewa... hingga kemudian keadaan ”memanggil-manggil”, semangat menggebu-gebu...

 

Aku harus kembali.... Aku di sini bukan karena siapapun dan kelompok mana pun, tapi aku di sini karena-Nya. Kalau pun aku ikut organisasi atau apapun, aku ikuti, yang jelas itu bisa menjadi sarana dakwah...


Hmmm, yang jelas, aku akan terus belajar untuk melihat dari berbagai sisi dalam hidupku, tidak hanya ini dan itu, tidak hanya golongan ini dan itu. Thanks buat para asatiz di pesantren, aku makin terbuka. Makin memahami perbedaan :)

 

Jilbabku menjadi sebuah titik balik kehidupanku, menjadi identitasku, menjadi saranaku untuk memperkenalkan pada mereka. Jilbab juga menjadi dakwahku...


Hingga hari ini aku pun masih belajar... belajar dan belajar... aku masih buta, masih salah, masih bodoh, masih bandel... tapi aku akan terus mencari, hingga titik akhir dalam hidupku.

 

Catatan:

Jilbab yang aku maksud di sini adalah penutup kepala. Mungkin di Indo lebih familiar begitu.  Tapi untuk lengkapnya baca di bawah aja, deh... apa arti sebenarnya jilbab ;)

Butuh perjuangan bagi seorang muslimah untuk mengenakan jilbab, merapikan jilbab, dan lain-lain. Bukan hanya perjuangan di lingkungan keluarga, masyarakat atau teman-teman, tapi juga perjuangan batin... so hargai mereka :) Toh, segalanya berproses :)


Terakhir...ttg kewajiban berjilbab

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[*] ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Ahzab (33): 59)

 

*Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.

 



 ***

Ya Allah, limpahkanlah petunjuk bagi kami untuk terus menjemput hidayah, untuk terus istikamah di jalan-Mu, untuk terus belajar dan belajar mengais ilmu di mana pun berada...

Ampuni dosa kami yang lalai, dan bodoh... ampuni kami ya Allah... amiin :)

 

SELESAI


akhirnya selesai juga :D


Blog EntryJilbab??? pencarian (5)May 13, '08 2:02 AM
for everyone

Puncak dari semua, atau malah awal dari semua itu ketika suatu hari. Aku pakai jilbab lain dari biasanya. Aku kan udah tahu, kalau pakai jilbab nutupin dada. Hari itu, 29 Maret 2001. aku masih inget banget karena ada curhatnnya di diary-ku

 

Gue yakin, gue ngerasa biasa aja  hari itu. Tapi emang gue tahu gue agak beda dibanding kemaren. Dari mulai jilbab plus pakaian gue...

11 komentar bagus... kaget dll... boleh dong menuju arah perubahan demi perbaikan diri sendiri.. gue toh masih belajar & selamanya begitu. Gue ngerasa nyaman + aman dengan begitu... but... terserahlah

Semuanya kan bertahap dari awal... Kayak waktu 3 tahun lalu pakai jilbab... gue masih belajar, terus belajar sampai sekarang... gw jadi tahu sedikit demi sedikit... ya kan.

 

Itu adalah tulisanku ketika hari itu memiliki penampilan beda. Hmm, padahal sebelumnya ya biasa aja... jangan-jangan aku keabisan celana panjang, makanya pakai rok :D, tapi kalau soal jilbab, emang udah berusaha nutupin dada, hanya hari itu mungkin lebih panjang dikit :D. Kampusku Cuma berisi 150 orangan, jadi ketahuan banget kalau ada yang beda... kamu potong rambut, atau ganti kacamata aja orang-orang akan pangling, so, 11 komentar itu pun wajar kali yeeee ;p, tapi kenapa gw itung, ya :D

Esoknya masih ada lagi komentar-komentar lain. Seingatku ada 2 komentar ga enak, dan 1 komentar lucu dari sahabat dekatku. Nopi pakai jilbab panjang karena rambutnya (sekarang) panjang... lha dulu??? Cepak??? :D hehehe... lucu, ya :D. Aku juga ga ngerti, apa sahabatku itu beneran ga ngeh, atau emang lucu... secara, kita memang beda keyakinan.

Oh, ya ada temen juga yang komen, ketika aku mulai pakai jilbab nutupin dada. Aku dibilang mirip sama gambar yang dibikin ketua HMJ saat itu. Yups, beliau menggambar wajah2 pengurus HMJ, termasuk aku. Jabatanku saat itu bendahara, jadi aku digambar lagi ngitung pundi-pundi. Hmm, mirip sih, sampai ke bentuk duduk yang agak bungkuk, pakai kacamata, kecuali jilbabnya karena dulu aku masih ikat-ikat :D.

Duh, gambarnya udah ga ada, nih, lucu dan bagus lho gambarnya, minta donk kak :D, masih ada ga?

Dua hari kemudian aku beli rok, yeee... pas beli ke pasar sih masih pakai celana jins :D. aku beli rok dengan modal gambaran harga dari ibu. Dapat 3 rok yang sampai hari ini masih ada...

 

Hmmm, berkaitan dengan perubahan penampilan, sebenarnya sih kelihatan banget, ya. Aku lebih sering pakai rok dan lebih rapi berjilbab. Walau kok kayaknya masalah banget sih jilbab panjang itu. Dibilang ga rapilah, kependekan lah.. inilah itulah... sampe pernah teman bilang, aku pakai jilbab kayak taplak, mungkin saking panjangnya (2 mter kali ;p)  Woooy, yang make sapa, sih, aku kan belum terbiasa. Lagian, repot banget sama penampilan. Jadi ingat, belum lama pakai jilbab rapi, aku pakai gamis... nah lho.. padahal katanya gamis itu, lagi-lagi di-frame oleh sebagian besar orang bagi mereka yang alim, lebih, dlll.. yah, yang jelas ga kayak aku, deh...

 

Selanjutnya ada komentar-komentar lanjutan yang aku terima. Kata salah satu temenku, aku berpenampilan baru itu karena ”dia”. ”Dia”  adalah seorang cowok (yang aku ketahui kemudian ikhwan, lha iyalah, masak akhwat) yang pernah aku taksir waktu jama. Heheh, harga kaliiiiii... Tapi, ya ampun, ya nggak karena dialah, justru, awal-awal aku malah maluw sama beliau, selanjutnya sebel, ngeselin sih... :D

 

Terus, ada yang bilang aku itu berubah ”drastis”, ”pesat”, ”instan” (emangnya indomie) atau apalah... karena memang kemudian berbagai undangan pun hadir, ajakan-ajakan untuk mengenal islam, memikirkan masalah rakyat pun datang, hueheheheh, apaan sih :D. Lha, ke mana aja kalian? :D, nopi yang dulu berjilbab gaul dan pakai jins itu juga butuh pencerahan... Jadi, ga semua tawaran baik itu aku terima.


masih nyambung ga ya?
lagi kepengen nulis soalnya, sama lagi kepengen curhat dan nostalgia :D


http://www.insidejakarta.com/images/Indomie%20Chicken%20Curry.bmp


Blog EntryJilbab??? Pencarian (4)May 12, '08 11:54 PM
for everyone

Ketika kuliah, aku merasa ada perbedaan yang cukup berarti antara jilbab pendek dan jilbab panjang. Yang jelas ukuran, ya. Tapi, sepertinya masyarakat memang sudah di-frame begini. Yang jilbab panjang adalah seorang akhwat yang terjaga akhlaknya, lembut, baik hati, murah senyum dan tidak sombong, hihihih. Nah kalau yang pendek (masih nutupin dada) yah, ga begitu feminin aja kali, ya. Yang jelas hmm, aku ga bisa generalisir alasan tiap muslimah memakai jilbab.

 

Aku sendiri memakai jilbab karena keinginanku. Selebihnya, ilmuku masih cetek. Sebagai mahasiswa pada umumnya, aku juga mengejar IP, agar tak mengecewakan ortu, main ke mall sama teman-teman, bolos rame-rame, main internet, chating sama orang ga dikenal, ngumpul di kosan rame2, traktir-traktiran ulang tahun. Bersahabat dekat dengan beberapa dan banyak orang. Pokoknya isinya seneng-seneng, kuliah, dll walau yah masih dalam batasan normal dan tahu diri... Saat itu belum melek organisasi atau masih jadi mahasiswa SO (studi oriented dan seneng2 oriented).

 

Modal aku dari rumah itu adalah kepercayaan. Uang untuk kuliah itu pun hasil bapak dari mengais rezeki. Hmm, jadi ingat, pertanyaan bapak. Kalau ga negeri, ga usah kuliah. Asumsi jaman bahela, yang kampus negeri, yang murah.. padahal ga juga, ya... :D

 

Pada saat kuliah itu, entah kenapa aku mulai merasakan kegersangan dan keingintahuan dalam agama. Lebih terasa ghirohnya ketika kuliah dan berpisah dengan keluarga. Saat itu aku memilih untuk mencari sendiri daripada nanya, apalagi sama yang jilbab gede, hehe, sinis euy ;p

 

Mulailah pencarianku di sini. Aku pun diajak ngaji bareng sama temenku. Asyik, lho, kita masih bisa becanda dan makan, temennya banyak, ga ada ukuran jilbab pula. Tapi, dapat ilmu, dapat persahabatan.. walau agak sedikit aneh, kok kayak ga ada hijab ya antara laki-laki dan perempuan. Aku ga tahu apa nama pengajian ini. Aku juga ga ngerti, aku tahunya aku hanya ingin melepas dahagaku mencari ilmu.

 

Setelah tahu, apa nama aliran itu, bukannya sadar (lha kan emang ga ngerti). Aku malah mencari-cari, kali-kali aja ada cabang deket rumahku. Eh, ada... mau ikut, ahhh (walau baru sekadar pengen). Aku sempat mengungkapkan ke bapak tentang nama aliran itu. Bapak pun menjelaskan sejarahnya. Aku tetap kekeh mau masuk, tapi bapak ga setuju. Aku dasarnya bandel, tetep aja... tapi... seperti ada yang menghalangi, aku pun mulai merasakan sesuatu. Sedikit demi sedikit mataku mulai terbuka. Keanehan mulai tertangkap panca indraku, walau sebenarnya belum terlalu jauh, aku kok ga sreg ya.

 

Hmmm, ternyata pengajian yang aku ikuti di bawah sebuah aliran. Aliran yang mengkafirkan orang di luar aliran mereka. Yang tak mau diimami selain dari kelompok mereka, yang akan mengepel begitu kau meninggalkan jejak di rumah atau masjid mereka. Haaah... kokkk aneh... takuuuuuuuuuuut

 

Alhamdulillah, aku belum terlalu jauh... fiyuh, jadinya masih gampang ke luar, tapi kayaknya, pas aku ke luar juga, ga masalah banget, walau tetep sih ada yang harus dikorbankan. Walau kucing-kucingan juga :D.

 

Hmm, tidak sampai dengan bertemu pada aliran itu, aku pun mulai lagi pencarianku. Aku jadi seneng mengamati jilbab. Aku mulai sadar, jilbab itu kudu nutupin dada :D, tapi saat itu aku belum tertarik untuk pakai rok... haaa nopi pakai rok... ga kebayang deh, robekan di sana-sini. Huehehehe, jadi ingat, rok aku pernah robek, pas manjat pohon ketika SD... hihihi, jadi kangen masa SD... ;p

 

Aku pun mulai lihat-lihat keadaan. Mulai suka main ke masjid UI, untuk solat dan ngaji, sendirian... ga jelas tuh maunya apa, beli novel Islami, ikut seminar muslimah. Mencari terus mencari... haus... hingga suatu hari kami berdiskusi. Seorang ikhwan temanku, yang notabene jadi bulan-bulanan karena kami sering dijodoh-jodohkan, memberi tahu soal liqa... apaan tuh? Aku nangkapnya pengajian khusus perempuan atau khusus laki2 gitu. Terus, aku juga sempat dapat masukan dari temen akhwatku (hihi, padahal ga ngerti ikhwan akhwat apaan ;p).

 

Bersamaan dengan itu, aku juga suka ngenet, dan senang chating rame-rame di ukhuwah. Kalau dulu sempet chating di Bolehmail, karena lagi ”haus” chatingnya di ukhuwah or id. Nah, aku pun ketemu dengan seorang laki-laki (kayaknya ikhwan). Ternyata, dia itu pernah kuliah di Poltek.

Mungkin karena kesamaan almamater, kami jadi sering komunikasi via email. Aku pun mulai nanya ini dan itu, dari mulai mau cari liqa, ikut organisasi kemahasiswaan sampai hal lainnya. Dia jawabnya ga nge-judge atau mengharuskan. Pokoknya open dan ngajak aku berpikir sendiri. Sayangnya, aku ga nyimpen wejangan si kakak. Dulu kan emailnya pakai astaga.com dan lovemail. Padahal, banyak yang berguna lho... kalau ingat, kayaknya luber banget pertanyaanku ke si kakak.

 

Makasi ya, kak... sayangnya aku belum sempat ke toko si kakak, padahal bisa dapat diskon ;) (aku manggilnya kakak) dan main ke rumahnya. Cuma sempat bertegur sapa lewat telepon, itu pun Cuma sekali pas lebaran jaman bahela. Padahal, si kakak berjasa sekaliiiiii. Moga Allah yang akan membalasnya.. amiin :)

 

Aku inget, aku pernah tanya soal pernikahan dini :D. abis, aku kan baru tahu kalau ga boleh pacaran, jadi kan kalau suka orang itu ya nikah, hehehehe ;p. Oh, ya si kakak itu udah nikah, udah punya anak pula, dia juga ceritain sedikit proses taarufnya karena kata kakak, dia punya penyakit, jadi dia ceritain dulu, deh penyakit-penyakitnya itu, apa si akhwat bisa nerima. Saat itu, aku mah ga ngerti, Cuma tahu aja katanya pacaran ga boleh...

 

Oh, ya ada untuk soal pacaran, sebenarnya ada  beberapa kesempatan untuk bisa pacaran. Hmmm, jadi ingat, aku pernah dikenalin sama temennya temen yang tampaknya ada hati, hihi... Sering nelepon dan ya, gitu, deh... tapi ada aja yang bikin ga nyaman. Pas di telepon ada aja alasannya. Dari mulai, lagi ngetik, lagi nyuci baju sampe ke dokter gigi. Sempet dikasi juga no telponnya, aku catat, tapi sampai situ aja. Sebel kali ya dia. Hihihih... Terus, ada kesempatan lain yang seru dan hubungan2 lain yang lucu dan seru ;p, tapi malas ah nyeritainnya :D. Intinya, ketika ada kesempatan pacaran, aku baru tahu pacaran itu ga boleh, huehehehe... kasian deh lho ;p

 

Kok jadi kayak nostalgia gini :D

 

Nyambung lagi, ah

Masih panjang curhatnya...


Blog EntryJilbab??? Jilbab di Keluargaku (3)May 12, '08 10:32 PM
for everyone

Jilbab di keluargaku

 

Jilbab?

Ketika kuliah berarti aku sudah mengenakannya sekitar 3 tahun. Cukup lama, tapi rupanya belum menjadikanku mengerti dari busana yang aku kenakan. Hmm, alhamdulillah, di tahun itu juga, ibu dan bapak berangkat haji. Setelah pulang haji, ibu pun juga memutuskan untuk berjilbab.

 

Ibu pernah cerita, bapak ga akan ceramah soal jilbab, sebelum istrinya memakai jilbab. Alhamdulillah, berarti ga ada lagi ganjalan setelah ibu memakai jilbab. Hmm, jadi ingat bapak, sediki tambahan, bapak sebenarnya orangnya keras, disiplin dan menyuruh kami untuk mandiri. Tapi, lucunya ketika masih SMP apa SD (lupa :D), aku udah mau ke rumah sepupu sendiri, malah dilarang. Eh, giliran udah besaran dikit, aku dikasi amanah tiap bulan untuk jalan, bayar ini dan itu. Waktu itu belum OL dan ATM udah ada belum, ya. Aku ingat banget ngantri di bank untuk bayar telepon, nulis nominal ketika nyicil rumah, nabungin tabungan ortu dll...

 

Hmm, baru sadar sih, beliau punya cara mendidik anaknya. Terpikir hari ini, bapak begitu teraturnya. Pertama, menuntun, mengajak, selanjutnya melepas dengan memberikan kepercayaan. Dari mulai bikin KTP, antar ke rumah sakit dan antri di apotek sampai hal besar lainnya. Jadi, ketika dewasa, kami terbiasa jalan sendiri. Walau kadang, dasarnya akunya aja yang manja... apalagi, ibu itu baik banget dan seringnya ga mau mengecewakan anak...

 

Untuk soal jilbab, bapak memang tak ngomong langsung, menyuruh kami, tapi beliau akan senang kami memakai jilbab.

 

Nah, berkaitan dengan kemandirian yang bapak terapkan, aku diperbolehkan untuk kuliah di Depok dan kost. Sebelumnya, kedua kakak pun juga sama ketika mereka melanjutkan kuliah, mbakku kost di Bogor, sedang abangku di Solo. Aku yang paling deket, di depok ;)

 

Soal jilbab, tak ada ukuran yang diwajibkan, hehe... mau lebar kek, apa kek, terserah... aku toh udah gede bisa ngeliat mana pakaian takwa seharusnya. Tapi, itu butuh proses. Seperti proses dari tidak tahu menjadi tahu. Dari tidak mengerti menjadi mengerti. Sampai kapan pun. :)

 

Uuups, emang banyak yang ngga nyambung, tapi sebenarnya berkaitan...


Jadi bersambung lagi, deh? :D


Blog EntryJilbab??? Ada apa dengan jilbab? (2)May 7, '08 10:42 AM
for everyone

Alhamdulillah, biar sempet bongkar pasang, aku istikamah pakai jilbab. Hmm, sebenernya saat SMU itu aku juga pengen tahu lebih dalam tentang islam, tapi aku maju mundur untuk masuk Rohis. Entahlah, kok kayaknya jauh aja gitu. Disadari atau tidak dengan memakai jilbab, pergaulan dan cara berpakaianku lebih terjaga. Dari SMU, aku emang udah ga mau salaman sentuhan gitu.

 

Hmm, jujur, aku ga ngerasain masa-masa militan dakwah sekolah. Kalau ngeliat anak Rohis dan adek-adek menti sekarang, kok rasanya iri, ya.. Apalagi aku juga pernah denger salah satu cerita akhwat, hmm, mungkin satu-satuya yang berjilbab lebar saat itu. Seru... Temenku itu sudah terbina sejak SMU dan subhanallah sepak terjangnya itu.

 

Sementara, yang aku tahu semasa SMU adalah belajar, berteman, dan ga ketinggalan jualan. Dari mulai jualan kosmetik, buku sampai boneka. Dari SD aku emang udah jualan. Pernah jualan kuas, pas musim ada tugas melukis, jualan buku, jualan book file pas lagi ngetrend... jualan kartu ucapan daur ulang, kalender... apa aja ;).. yeee, hidup jualan :D

 

Menginjak kuliah, alhamdulillah, aku juga masih berjilbab. Aku agak lupa, kapan saatnya meninggalkan bongkar pasang jilbab. Hmm, masa awal kuliah, disuguhi dengan ospek jurusan. Aku mengenal beberapa mbak-mbak dari Rohis kampus. Saat itu sempat memengaruhi gaya berjilbabku. Lumayan lebar dikit, deh... tapi begitu masuk jurusan, aku kembali lagi, makin ke sana, malah, aku mulai mengikat jilbabku, pokoknya makin ga rapi dan tomboy. Ga ada maksud apa-apa, sih. Aku juga ga ngerti arti futur saat itu... aku Cuma cari praktisnya aja, tanpa memikirkan berjilbab yang benar itu seperti apa. Toh, saat itu cara berpakaianku tidak macam-macam dan tidak terlalu ketat.

 

Jurusanku misah dengan kampus di Poltek pusat. Ga jauh, sih, tapi kan rasanya beda. 3 angkatan hanya berisi sekitar 150 orang. Saat itu, jurusanku emang paling buncit di Poltek dan jumlah yang diterima tiap tahun hanya 54 orang. Belum lagi, tiap tahun atau semester ada saja yang di-DO atau cuti kuliah.

 

Di kampus juga aku mulai melihat-lihat, bertemu dengan teman-teman baru dan beraneka ragam model pakaian. Hmm, entah ini adalah sebuah kisah klasik atau tidak. Para akhwat berjilbab lebar cenderung hanya ingin bermain sesama mereka. Ekslusif istilahnya. Aku bukannya mau men-judge, kejadian kayak gini bukanlah sesuatu yang asing, dan bukan hanya di lingkunganku. Aku pun sempat sebal dengan mereka? Hmmm...

Hingga suatu hari...



bersambung lagi, ya...



 

 


Blog EntryJilbab??? Kapan aku pakai ya? (1)May 6, '08 2:34 PM
for everyone

Bismillahirrohmaanirrohim

 

Mbak sovi (by MP) mbak ade (by MyQ) maaf ya lama banget bikinnya, ini pun  di sela-sela beberes, di sela-sela nyari kemoceng, di saat semuanya terlelap dan aku bikin rusuh :hihi: dan tertunda melulu.. dan  ini pun masih bersambung.

Hmmm, karena aku termasuk yang mudah memakai jilbab, aku ceritakan dengan ngalir aja. Ada sedikit lucu, ada sedikit naif... ya karena novi naif dan lucu :hihi:... narsis...

 


Jilbab adalah sesuatu yang "asing" di keluargaku. Apalagi, jaman dulu, setahu aku tuh yang pakai jilbab kan yang masuk pesantren aja.

Hmm, pakai jilbab… sepertinya tak begitu terpikir olehku.

 

Jilbab pertama

Aslinya itu dari kelas 1 SMU (1997, wah berarti udah 10 taon, euy... ;p ), pokoknya begitu masuk SMU langsung diniatin pakai jilbab, tanpa tahu hukum, dll, tahu sih tapi mungkin Cuma dikit...

Yang pertama kali pakai jilbab di rumah itu kakak pertama, dia pakai pas masuk kuliah di IPB… nah aku kok ngeliat dia oke aja gitu, padahal sih aku ga diprediksi pakai jilbab dalam waktu dekat, hehe. Pertama kayaknya karena aku tomboy, cuek, berantakan dan anak manja :D (itu lho yang punya ciri-ciri semau gue).

 

SEMASA SMU

Nah, kakak kan pakai jilbab tahun 95, tuh... trus aku pakai jilbab 2 tahun setelahnya. Prosesnya pun pakai baju-baju panjang dulu... aku ingat banget H-1 sebelum pakai jilbab, aku masih jalan-jalan tanpa jilbab bermotor ria... ketemu temen SMU-ku.

Dan pas esoknya (H) ketika berangkat  ke pasar, aku belum pakai jilbab, tapi begitu berangkat sekolah siangnya, aku udah pakai jilbab... Taraaaaaa... pada kaget, dunk... :D apalagi temenku itu :hihi:  (jilbab yang kupakai pertama itu bergo, eh berarti bergo pertama, dunk ;p, warnanya putih, ada bordiran ijo :D)

Sebenernya, pas daftar SMU, udah minta seragam yang pakai jilbab. Tapi, kok ya lama dapat seragamnya.. ga bareng-bareng gitu. Ada yang masih pakai baju SMU, tapi ada juga yang masih pakai baju SMP, termasuk aku. So, aku milih untuk minta beliin dulu di pasar.

Pas masuk kelas pertama kali, diliatin gitu, deh sama temen-temen... takjub apa kaget, ya? :D atau aneh...

Hihi, secara diriku lumayan tomboy dan gokil... udah pakai jilbab, pakai kacamata pula... padahal pas SMP aku lumayan tomboy ...

 

Pas pakai jilbab, aku masih suka ngasal, masih seadanya, pakai bergo warna warni, hihi, untung ga diomelin, hehe... Pernah malah aku pakai jilbab menerawang gitu, plisss, aku bener2 ga ngerti, mbak... hmm...aku jadi ingat nih ucapan seorang akhwat, dia bilang jilbab yang kecil itu jilbib, kalo ga salah, ya.. karena pas smu aku ga tahu istilah akhwat... aku juga bukan anak rohis, mau masuk rohis ga jadi-jadi...bo......

 

Well, saat itu aku masih bongkar pasang, kadang di rumah masih suka ga pake, tapi ya sampai pada proses aku trus pakai jilbab... ngerasain gimana ribet pakai peniti, ini dan itu... dll, deh...

Kayaknya gimana gitu ngeliat foto pas smu pakai jilbab, iiih, kayak bukan gw, dan kayaknya amazing aja kali, ya...

 

Sedikit catatan, bapakku itu bisa dibilang ustaz di lingkungan rumah (versi indo, ya, secara arti ustaz kan berat n luas). Beliau suka isi ceramah gitu, tapi salah satu yang belum beliau ceramahin itu, about jilbab, karena ibu belum pakai jilbab. Hmm, ga ada paksaan di keluarga kami untuk pakai jilbab, semua suka rela... yah, sih di suruh masuk TPA, disuruh khataman Quran, disuruh ikut pengajian, tapi ya tanpa paksaan... dan larangan.

 

Back to topic

Tapi aku ingat, jaman dulu jilbab, walau ga pakai rok, itu masih rapi, masih nutupin dada, baju pun longgar-longgar. Kan, gini pas aku lagi ke pasar cari baju, nah abang pasarnya nyuruh aku beli baju yang model cowok, secara baju itu menutupi bagian bokong, daripada baju model cewek... nah dari situ juga, aku mulai suka baju2 cowok yang kotak-kotak... sampe-sampe baju bapakku aku pakai :D

 

Hmm, lanjuut...

Aku juga ngerasain gimana susahnya nyari bergo jaman dulu kala, duh kalo sekarang seabrek2 deh...  Pernah tuh ngincer bergo, eh ga tahunya mukena buat anak kecil... Nah jadilah jilbab kotak dilipat segitiga yang melekat di kepalaku. Pakai rok Cuma pas sekolah. Itu pun perjuangan... :D rok depan belakang (dulu: model sepan gitu) pada robek-robek euyyyy....

 

Masih pas SMU

Berhubung rada gokil dan cuek, walau pakai jilbab, aku tuh makan sambil jalan... abis gimana ya, saat itu kan rumah lumayan jauh, daripada naik ojek, mending uangnya dipakai buat beli gorengan (sumpe deh, ampe sekarang abang gorengannya masih ada :hihi:). Nah aku tuh sepanjang jalan dari sekolah sampai rumah itu makan gorengan hingga abis... pas cerita, diomelin sama bapak... hihihihi.

yah masa SMU emang masa paling indah, perasaan ga terlalu ada beban, deh... sampai akhirnya aku masuk masa kuliah... jilbab... bukan hanya penutup kepala, itu jadi tonggak atau titik balik buat aku...


bersambung....
udah ngantuk..........



 

 

 

 



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help