novi khansa's posts with tag: jaman dulu
Alhamdulillah, biar sempet bongkar pasang, aku istikamah pakai jilbab. Hmm, sebenernya saat SMU itu aku juga pengen tahu lebih dalam tentang islam, tapi aku maju mundur untuk masuk Rohis. Entahlah, kok kayaknya jauh aja gitu. Disadari atau tidak dengan memakai jilbab, pergaulan dan cara berpakaianku lebih terjaga. Dari SMU, aku emang udah ga mau salaman sentuhan gitu. Hmm, jujur, aku ga ngerasain masa-masa militan dakwah sekolah. Kalau ngeliat anak Rohis dan adek-adek menti sekarang, kok rasanya iri, ya.. Apalagi aku juga pernah denger salah satu cerita akhwat, hmm, mungkin satu-satuya yang berjilbab lebar saat itu. Seru... Temenku itu sudah terbina sejak SMU dan subhanallah sepak terjangnya itu. Sementara, yang aku tahu semasa SMU adalah belajar, berteman, dan ga ketinggalan jualan. Dari mulai jualan kosmetik, buku sampai boneka. Dari SD aku emang udah jualan. Pernah jualan kuas, pas musim ada tugas melukis, jualan buku, jualan book file pas lagi ngetrend... jualan kartu ucapan daur ulang, kalender... apa aja ;).. yeee, hidup jualan :D Menginjak kuliah, alhamdulillah, aku juga masih berjilbab. Aku agak lupa, kapan saatnya meninggalkan bongkar pasang jilbab. Hmm, masa awal kuliah, disuguhi dengan ospek jurusan. Aku mengenal beberapa mbak-mbak dari Rohis kampus. Saat itu sempat memengaruhi gaya berjilbabku. Lumayan lebar dikit, deh... tapi begitu masuk jurusan, aku kembali lagi, makin ke sana, malah, aku mulai mengikat jilbabku, pokoknya makin ga rapi dan tomboy. Ga ada maksud apa-apa, sih. Aku juga ga ngerti arti futur saat itu... aku Cuma cari praktisnya aja, tanpa memikirkan berjilbab yang benar itu seperti apa. Toh, saat itu cara berpakaianku tidak macam-macam dan tidak terlalu ketat. Jurusanku misah dengan kampus di Poltek pusat. Ga jauh, sih, tapi kan rasanya beda. 3 angkatan hanya berisi sekitar 150 orang. Saat itu, jurusanku emang paling buncit di Poltek dan jumlah yang diterima tiap tahun hanya 54 orang. Belum lagi, tiap tahun atau semester ada saja yang di-DO atau cuti kuliah. Di kampus juga aku mulai melihat-lihat, bertemu dengan teman-teman baru dan beraneka ragam model pakaian. Hmm, entah ini adalah sebuah kisah klasik atau tidak. Para akhwat berjilbab lebar cenderung hanya ingin bermain sesama mereka. Ekslusif istilahnya. Aku bukannya mau men-judge, kejadian kayak gini bukanlah sesuatu yang asing, dan bukan hanya di lingkunganku. Aku pun sempat sebal dengan mereka? Hmmm... Hingga suatu hari...
bersambung lagi, ya... 
Dear diary...Dua hari yang lalu aku menemukan sebuah buku yang tebal. Buku itu berwarna hitam.
Pada kover buku bagian atas ada tulisan angka 2001, ada tempelan timbul wajah seorang gadis lucu berkepang dua. Di bagian bawahnya ada nama penerbit tempat bapak pernah menulis bukunya.
Yups, buku ini diberikan bapak kepadaku. Buku yang kemudian mewarnai hari-hariku ketika kuliah di kampus Politeknik Negeri Jakarta (dulu Poltek UI, ntar bakal jadi UI college...;)). Di bagian kover belakang, ada sticker dengan tulisan: Be a good moslem.. and die as syuhada...Kubuka satu demi satu halaman agenda itu. Kutemukan data pribadiku. Ada nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat dan telepon rumah, dan alamat email yang kini tak lagi terpakai. Dolls_nouv dan hi_nouv... Yang satu di astaga, dan yang lain di lovemail...
Hingga kutemukan sebuah halaman...
--------------------------
kenapa harus kujalani detik itu, menit dan jam... hari itu?
kenapa waktu lebih sering pergi meningglkanku dibanding menyapaku?
kenapa aku begitu buta?
kenapa aku begitu terbuai keindahan semu?
temukan dirimu dalam tangis
temukan dirimu dalam sesal
temukan dirimu dalam duka
dari segala lara yang menghiasi dirimu
tapi kau adalah kau
tidak ada kepura-puraan
---------------------
Aku ga tahu kenapa aku nulis kata-kata ini? Aku juga ga inget kapan? ada apa? bagaimana?
Tapi, aku percaya... dalam setiap kata-kata yang terukir di atas kertas, di file komputer, di mana pun memiliki arti buatku... dan mungkin juga buat orang lain :)
Aku percaya... aku bisa belajar dari apa pun dan dari mana pun
*mode.serius.on
--------
pssst, kalau isi kertasnya itu bon atau catatan utang juga berguna, lho. kan kita jadi tahu harga cabe keriting sama kol gepeng jaman dulu sama jaman sekarang... dan, hmmm, ternyata dari dulu gw orangnya serius dan pinter nulis, ya :hihi:
*mode.narsis&gajelas.on ;p
 Hmm, memang berat mengawali sesuatu yang baru. Apalagi hal itu adalah sebuah kebiasaan yang sepertinya sudah melekat dalam diri. Tapi, bukankah manusia bisa berubah. Perubahan apapun itu, tanpa harus meminta pihak lain perlu untuk memahami. ”Berubah” itu kata si Ksatria Baja Hitam... (hehe, masih ingat, ga?) Tak perlulah pandangan orang, tak perlu lagi mengklarifkasi. Tak perlu semua orang tahu, biar nanti segalanya terjawab sendiri. Segala sesuatu di dunia itu dinamis, tidak ada yang statis. Perubahan itu mutlak terjadi. (yang jelas bukan perubahan dari monyet ke manusia, sepert teorinya Darwin. :D. Bisa-bisanya waktu sekolah, gw percaya, fiyuh) Mengingat orang-orang di sekeliling begitu berbeda. Beda dengan perubahan yang baru, menjadi much better. Tak disangka, tak terkira. Ya, kita cuma manusia hanya bisa melihat dan berpendapat, dia yang merasakan. Toh, hidayah bisa datang dari mana pun kamu berada. Bisa juga dijemput ;) (tidak seperti jailangkung, datang tak dijemput, pulang tak diantar. :D) Aku pernah diposisikan pada sebuah tempat yang ”berbeda”, ”amazing” dan ”mungkinkah”. Nopi pake jilbab panjang????? Kok bisa, sih? Gitu kali ya pikir mereka... Atau ”Nopi pakai rok???” hehehe, lha emang kenapa, gw kan cewek ;p mau ga mau dari SD sampe SMU kudu pake rok... (kalo sekolah ;)) Tapi, beneran dan bukan basa-basi... uhuy :D Awalnya aku tak terlalu menanggapi apapun. Aku cuek. Apa hebohnya sih dengan perubahan penampilan. Waktu baru pakai jilbab juga kaget, manjangin jilbab (rambut kaliiii ;)) , kaget lagi... hihihi. Apa tampang gw kriminal, sampe kesannya amazing banget kalau pakai jilbab... hehehe, ”secara” dulu suka jalan-jalan naik motor pakai kaos dan celana sedengkul kali, ya ;) dan sebenarnya suka sama celana ukuran ¾ :D Ok, kalau baru pakai jilbab, bolehlah agak heboh dikit... :D, Lha ini pakai rok... wah kelihatannya ”heboh beneran”. Mungkin karena situasi kampus kecil dan ada yang terkotak-kotak... Masak, gara-gara celana jins digulung, gw dibilang ikhwan? Hehe, padahal udah pakai jilbab, lho :D Aku ingat hari itu ketika mulai memakai rok panjang, dan jilbab yang tidak diikat. Biasanya, kalau pakai jilbab tuh, ya peniti cuma satu dan diikat... terus suka ga pakai kaos kaki... abis sepatu sportnya udah lumayan enak :D Aku sih biasa aja, sampe temen-temen di kampus pada ngeh, ada yang beda... duh ini Nopi nyasar ya, mau kondangan, ya?? :D Nggak, deng... lagian bajunya biasa kok, kemeja, sama rok bahan dan jilbab rapi dikit ;) Eh, temen-temen pada ngucapin selamat. Kayak baru pertama kali pakai jilbab, euy ... padahal saat itu udah lebih dari 3 tahun kaliiiiii... Terus, ada juga yang bilang gemukan, lah... inilah itulah... Hehe, pliss, deh... biasa aja, donk :D Nah, yang lebih lucu lagi, karena mulai berpenampilan beda, hehe, dan keliatan mulai aktif di mana2. Suerrrr kagak ada hubungannya :D, karena kan sebelum itu, juga udah ikut kaliiiii... Eh, perubahan aku itu dibilang ”pesat”, ”instan”, mie kali...... Sotoy, deh kamu... Aku kan emang suka soto daging sama soto ayam, apalagi yang gratisan ;) Tapi terserah, deh mereka mau ngomong apa... masak diriku ini perlu konferensi pers, sih kalau aku pakai rok hari itu karena ga ada celana panjang lagi, hehe... (maklum anak kos, yang nyucinya rapelan). Keterusan, deh sampe hari ini jadi suka pakai rok... (hihihih.. jangan ditanggapi serius ;)) apalagi kalau rok yang dibeli di PGC, lucu-lucu, deh. Hmm... yah gitu deh sedikit mengingat ”masa lalu” atau ”masalah lu” ;) setelah bongkar-bongkar ijazah, IPK, rapot... hihihih... muka gw aneh banget.. Apa emang dari dulu aneh, ya? foto: spiderman dan batmannya iki (karena ga nemu ksatria baja hitam :D)
Aku Cuma Pengen Jadi Editor ~nostalgia masa lalu ;) Mengingat kisah masa kuliah, lulus, bikin tugas akhir, pencarian kerja dan awal kerja...
Aku tulis setelah beres-beres menemukan tugas akhir, hmmm... ;)
Sumpah, deh dari dulu, begitu lulus kuliah, aku cuma pengen jadi editor. Memang sih, banyak pilihan profesi dan rata-rata lulusan di tempatku banyak milih jadi desainer grafis.
 Waktu kuliah, aku dapat pelajaran desain grafis 6 semester plus periklanan 2 semester. Belum lagi, desktop publishing. Nilaiku juga ga jelek-jelek amat di makul itu, tapi tetep gw kekeh mau jadi editor. Sempat menjabat sebagai editor dan redaktur di majalah kampus, walau sadar juga susah banget dapat nilai B di makul pernaskahan. Walau akhirnya menginjak semester 3 hingga 6, nilai-nilai yang berhubungan dengan penyuntingan dapat B. Hmm, untuk hal ini aku jadi ingat Pak Pamusuk Eneste. Bener-bener harus kerja keras biar bisa dapat B. Aku harus mau berusaha keras karena sadar tulisanku yang kayak cakar ayam, suka telat dan susunan kalimat yang kadang ngasal. Karena aku cuma pengen jadi editor—yah walau juga suka yang berbau pemasaran buku—aku ga gitu mendalami yang namanya desain grafis. Padahal SKS dan jam kuliahnya ga kalah dengan makul editorial dan aku pernah dapat A di semester 3, walau A kurus (81 maksudnya, hehe). Aku lebih suka bikin konsep karena kalau udah berhubungan sama teknis, aku ga begitu suka dan aku merasa tak berbakat pada bidang desain dan layout buku. Oleh karena kesukaanku pada editorial, aku pun ambil tugas akhir yang bertema penyuntingan dan proses penerbitan buku. Oleh karena bapakku yang penulis buku sekolah, aku pun tertarik jadi editor buku sekolah yang berhubungan dengan kurikulum. Fiyuh, untuk urusan judul dan tema tugas akhir ini aku pernah nangis-nangis di depan dosen yang nggak pernah aku suka saat itu. Yeah, walau aku tahu akhirnya dia memang benar, tapi aku ga suka cara dia bersikap, yang asli nyebelin banget. Pliss, deh... kenapa gitu, ada orang yang suka menempatkan diri jadi orang nyebelin.... Akhirnya, jadilah aku membuat tugas akhir tentang peranan editor bidang di penerbit buku sekolah. Searching segala hal yang berbau kurikulum yang mau diganti. Kalau inget itu, kok bisa-bisanya gw ga pusing ya sama kurikulum, kan kaku banget, bo... Aku juga sempet hunting buku sekolah ke toko buku untuk membanding-bandingkan buku-buku. Saat itu sebenarnya kurikulum yang ada belum disyahkan, tapi penerbit buku sekolah sudah mulai berlomba menampilkan buku dengan kurikulum itu. Duh, urusan banget ya aku sama yang ribet gitu, apalagi akhirnya aku diterima kerja di penerbit buku sekolah dan tahukah kamu kurikulumnya udah ganti lagi dan aku musti mempelajari lagi. Balik lagi pas pembuatan tugas akhir itu, aku ngalamin masa-masa rusuh. Jadi inget, waktu saking senangnya ketemu pembimbing, berkas tugas akhir aku terbawa beliau. :( ( Jadilah, aku musti kejar-kejaran sama beliau yang praktisi dan sibuk. Tapi, dengan begitu aku dan temenku yang pembimbingnya sama jadi sering main ke Gramedia di Palmerah. Untuk penyusunan tugas akhir ini aku teramat sangat (hiperbola sekali ;)) banyak dibantui oleh alumni yang juga asdos. Waah, jadi ingat gimana shock-nya aku nerima kabar kalau TA-ku musti dirombak abis... fiyuh, bener-bener melelahkan. Walau bisa dibilang aku cukup gampang dapat tempat untuk praktik industri, deket dari rumah, cuma naek angkot sekali, dan ada alumni yang kerja di sana. Sebenernya sih aku pengennya praktik industri di Bandung, tapi sayang penerbit itu tidak merespon :((. Hingga kini Bandung masih bikin aku pensaran, makanya pernah nekat nyari kerja di sana :D Akhirnya, cita-citaku pun tercapai menjadi seorang editor buku sekolah, Yeee... walau sempat menganggur sebentar, aku akhirnya kerja juga. Selain mendapat tugas ngedit buku-buku sekolah, jabatan asliku itu sekretaris redaksi. Keren, kan... ;) Tapi, siapa sangka, baru beberapa waktu aku mulai ”pusing” dengan yang namanya kurikulum, bingung dengan surat perjanjian penulis, dan urusan lembur karyawan. Santer beredar jabatan aku memang jarang peminatnya karena kerjaannya double, triple... nah lho....padahal gajinya... (hihihi, ga usah dibahas, ya) Finnaly, aku ambil keputusan mengundurkan diri karena aku test di tempat lain. Saat Itulah ”ke-sok-idealisan” aku dimulai dan awal dari kebodohanku dalam mengatur strategi. Aku terlalu pede untuk dapat di tempat yang baru dan yah masih tetap penerbit buku sekolah (kekeuh).
Ironisnya, setelah ke luar dari tempat lama, aku pun tak diterima di tempat baru, hehe... kesian deh... Hingga setahun kemudian aku jadi editor freelance dan mengedit beberapa naskah dan re-write. Aku sempat membuat dua konsep buku kumpulan artikel koran dan mengedit juga tentunya. Di samping pekerjaan me-layout dan nge-desain (yakin lo nop ngedesain, hihi) Saat ini, selain sesekali mengedit dan proof reading aku justru lebih banyak nge-layout dan beberapa kali ngedesain dan tentunya jualan, hehe ;) *tulisan curhat abiees dan pliss jangan diedit ;)
Kemarin pagi sekitar jam 10-an aku pulang dari rumah temanku di daerah jatinegara setelah aku ga pulang kemarin ke rumah (hihihi...dari mana? Nginap...di terminal...boong deng, di rumah teman karena kemalaman) ... maceeet..panas.... Hmmm...udah deket mau turun dari angkot, mobil pada ngantri, bo.... ya....I see Guru-guru di sekolahan lagi pada bagi rapot (atau rapor atau laporan...tau , deh....) dan sekolah smpku itu...termasuk sekolah yang dianggap keren...hehehe. Jadi, bisa ditebak pas bagi rapot ntu mobil banyak banget yang parkir di pinggir jalan.....weleh-weleh...kayaknya dulu waktu aku sekolah di situ ga segitunya, deh..... Wah...bagi rapot... momen yang dulu sering aku tunggu juga sering menakutkan...hehehe... kalo masih jaman SD, sih nilainya masih lumayan.. begitu smp dan smu...waduh......rada serem juga... hehehe...aku malah pernah dapet nilai merah di rapot... dan pernah waktu smu lucunya ku pernah dapet nilai merah di rapot pada mata pelajaran kesenian...fiyuh...... Saat itu aku langsung dendam kesumat sama nih guru... aku pun mikir, apa karena aku ga beli buku, ya...heheh suudzon. Lagian kan pak, jelek-jelek suara saya, masih bisa nyanyi kok....... Trus..ada pengalaman nyebelin juga....aku pernah dapat nilai bahasa 6 di rapot, sodara-sodara! Nyebelin!!! Padahal saat itu aku ngewakilin sekolah ikut lomba baca cerita dan menang juara harapan 2 (lumayan, kan? wong tadinya aku ga diunggulkan...hiks , kalo inget sebel banget deh). Udah pialanya diambil sekolah..nilai rapot cuma enam...huh sebel........perasaan, gw ga bego-bego amat, deh...plisss....deh...
| |