berbagi cinta, berbagi cerita

novi khansa's posts with tag: hmmmm

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag hmmmm
Blog EntryCinta dan PerkawinanMar 5, '08 12:25 PM
for everyone
Hmm, isu yang hangat dan ga akan ada habisnya...

Ga ada maksud apa-apa, cuma lagi seneng aja ngutip bukunya Mitch Albom, Selasa Bersama Morrie ;)


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


"... : Kalau kita tidak menghormati pihak yang lain,
kita akan mendapatkan banyak masalah.

Kalau kita tidak tahu cara berkompromi,
kita akan mendapatkan banyak masalah.

Kalau kita tidak mampu bicara terbuka tentang apapun yang terjadi di antara kita dan pasangan,
kita akan mendapatkan banyak masalah.

Dan kalau kita tidak memiliki seperangkat nilai yang kita sepakati dalam hidup,
kita juga akan mendapatkan banyak masalah.

Nilai-nilai yang kita anut harus sama."


"Dan yang paling penting di antara nilai-nilai itu..."

"Keyakinan tentang pentingnya perkawinan kita"



".........perkawinan adalah babak sangat penting yang perlu kita lalui, dan kita akan kehilangan banyak sekali kalau kita tidak mencobanya"





~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Maksudnya bukan menikah sebagai percobaan kan? tapi, intinya menikahlah, hehehe... (ngomong sama siapa, sih ;p)



Blog EntryPanggung Kata-KataNov 5, '07 12:13 PM
for everyone

Beberapa waktu lalu, saya mengobrol dengan sahabat saya. Dia tahu benar kalau saya suka menulis dan aktif nge-blog serta mengikuti organisasi kepenulisan. Entah apa yang mengawalinya, teman saya bilang kalau dunia saya itu bukan ”dunia terus terang” atau ”dunia seolah-olah”. Orang-orang dibiarkan menduga-duga setelah membaca sebuah tulisan. Apalagi, kalau sebenarnya, tulisan tersebut ditujukan lebih ke personal.

 

Saya jadi ingat kalau ada teman sesama penulis yang kontak dari tulisan-tulisan. Bukan surat pribadi, tapi artikel yang ditulis secara umum. Mungkin yang lain ga mengerti, tapi masing-masing dari mereka mengerti dan tahu kalau sebenarnya tulisan itu ditulis oleh si A dan ditujukan untuk si B.

 

Konsep hubungan mereka hanya sebatas itu. Selanjutnya, dunia mereka yang ”seolah-olah” dan penuh dengan dugaan pun berhenti dengan klimaks yang tidak sesuai harapan. Walau sebenarnya mereka sama-sama tahu. Ending-nya tidak sesuai dengan akhir tulisan dongeng. ”Dunia seolah-olah” milik mereka stagnan dan berhenti begitu saja, ketika dunia nyata menyapa.

 

Teman saya yang lain (penulis juga) pernah punya urusan dengan penulis, ya paling tidak kedua orang tersebut suka menulis atau membaca, minimal komunikasi melalui tulisan cukup sering walau hanya sekadar forward artikel. Saat itu, mereka mempunyai sedikit masalah yang harus diselesaikan dengan jelas dan tegas.


Anehnya, atau tidak aneh—karena saat itu mereka berada dalam ”dunia seolah-olah”—dia memulai dengan mengirim artikel tulisan orang lain kepada teman saya. Oh, ya itu hal biasa, andai saja teman saya itu bukan penulis yang punya insting "menduga-duga". Tapi, esensial dari artikel yang dikirimkan berkaitan erat dengan masalah mereka. Walau teman saya adalah penulis dan sering mengekspresikan diri melalui tulisan, teman saya tetap tidak ingin menduga-duga apa maksud dari kiriman artikel itu. Teman saya langsung secara tegas bertanya, ”Hei, apa maksud tulisan kamu ini?” dan tebak!!! Walau temannya teman saya itu berputar-putar menjelaskan, dia mengakui ke teman saya kalau memang ada hubungannya, antara artikel yang dikirim olehnya dengan masalah mereka saat itu.

 

Mengingat pengalaman kedua teman saya, saya sepertinya akan memilih bertanya langsung daripada menduga-duga. Kalau memang ada maksud ”udang di  balik batu” toh semuanya akan jelas dan kalau ternyata tidak ada maksud apa-apa, hanya sekadar membuat dan mengirimkan tulisan, ya ga masalah.

 

Jadi ingat kata-kata teman saya yang sempat bingung dengan perkataan teman kami, dan akhirnya memaklumi dengan berkata ”maklumlah penulis, tersirat dari yg tersurat ”.

 

Saya jadi berpikir, apa memang ini cara komunikasi kami di dunia kepenulisan. Tidak ada yang terus terang alias gambalang, tapi hanya sebuah dunia yang seolah-olah, penuh dugan, dan membiarkan si pembaca untuk menebak? Ini tulisan tentang apa, siapa dan untuk siapa...

 

Hmm, entahlah...

Saya sendiri sering menulis banyak hal. Dari mulai pengalaman pribadi saya, orang lain, dan banyak lagi karena menurut saya menulis bisa membuat saya ”terobati” dan menulis adalah ekspresi diri.

 

Ketika ditanya, apa saya bermaksud untuk ”berbicara” melalui tulisan saya kepada seseorang. Waduh, ga tahu juga, ya karena saya kadang hanya ingin menulis. Dan kalaupun saya harus ”bicara”, saya lebih memilih berbicara langsung. (kecuali pada saat-saat saya memang merasa tak perlu bicara  lagi, saya akan menulis)

 

Ibarat dunia yang ”panggung sandiwara”, tampaknya di sini adalah ”panggung kata-kata”.

 

Terlepas dari semua itu, saya akan tetap menulis dan terserah juga orang mau berpendapat apa...

 

 Ayoooooooo, tulisan ini ditujukan untuk siapa?

hehehehe

 

 


Blog EntryPAGAROct 29, '07 12:36 PM
for everyone

saya sedang berada di sebuah halaman...
saya tengah memperbaiki pagarnya

ada sedikit lumut yang mengotori pagar
saya bersihkan hingga bekasnya tak nampak...
ada sedikit karat yang saya amplas...
dan ada sedikit lowong di pagar yang saya berusah tutup rapat...

kenapa bagian ini bisa rusak dan bolong
atau bagian lain yang berkarat tampaknya harus diamplas

saya perhatikan baik-baik
hingga saya mengingat kejadian demi kejadian...

Hmm, tampaknya pagar saya kurang kuat
untuk mengendalikan berbagai terjangan dari alam

tampaknya pagar itu mesti saya cat
dan beberapa bagian benar-benar tidak bisa dipakai, harus saya ganti
tak guna lagi amplas, lap, air dan sikat...
saya ganti saja...

berhari-hari...
waktu terlewati,
saya masih terus memperbaiki pagar itu

kadang hujan, melunturkan catnya
kadang badai, menggoyahkan pagar itu

saya termangu di sudut pagar...
terdiam sesaat memerhatikan pagar itu makin rusak

ketika hari begitu cerah
saya bangkit pergi
meninggalkan pagar itu
tapi, tak lupa menuliskan
"DILARANG MELEWATI PAGAR INI"

saya melewatinya dengan perasaan kusut
hari ini harus saya ganti pagar itu

saya berjalan...
hingga menemukan sebuah tempat indah
"DI SINI DIJUAL PAGAR YANG KOKOH"

saya tersenyum..
"saya ingin membeli pagar yang kokoh" kata saya kepada seorang laki-laki berwajah ramah

"pagar yang mana yang kamu inginkan?" tanya dia

"saya ingin pagar yang kokoh, yang tetap kuat, walau diterjang badai, hujan, petri sekalipun..."jawab saya

"satu lagi, pagar itu tidak akan pernah rusak oleh karat, tidak bolong, tidak kena lumut..."
dia terdiam menatap saya

"saya memang menjual pagar yang kokoh..., tapi saya tak menjamin, ketika pagar itu sudah dipasang akan terus selamanya kokoh, kalau tidak kamu jaga secara baik" jawabnya

"tapi..." ucapan saya tergantung

"selama kamu tak menjaga pagar kamu... tidak mencat, tidak membersihkan dan tidak berusaha melihat dengan baik kerusakan di pagar kamu, kekokohannya akan hilang... dan pengaruhnya adalah rumah kamu akan di datangi banyak hal yang kamu tidak sukai"

saya terdiam...

selama ini saya berpikir, pagar saya sudah cukup untuk memagari rumah saya. saya jarang menengok keadaan pagar itu hingga beberapa hal yang tak saya inginkan masuk ke rumah saya. halus sekali... awalnya mereka merusak dengan adanya karat dan lumut, kemudian pagar itu berlubang dan mereka masuk ke halaman. beberapa bahkan saya temui sudah duduk di ruang tamu saya. awalnya, saya tak mengapa, tapi tiba-tiba mereka merusak perabotan di rumah saya. lampu pecah, kursi terbolak-balik. butuh waktu yang lama hingga mereka pergi, atau kadang masih terdiam di sudut ruangan. dan butuh waktu yang lama juga ketika saya merapikan rumah saya hingga saya sadar, pagar saya memang telah rusak....
"pantas, begitu mudah mereka masuk...."
yups, saya memang tidak menjaga dan merawat pagar saya. saya lupa kapan terakhir mencatnya.

kemudian saya berkata
"baik, saya mengerti... saya ingin membeli pagar kokoh dengan kualitas yang baik"

"Ok... satu pesan saya, rawatlah... maka akan terasa damai rumahmu nanti."

"terima kasih"


kini, saya sedang duduk di halaman. perhatian saya tak lepas dari pagar itu. kokoh  dan kuat, tapi tak menghalangi hal-hal yang baik yang datang pada saya karena pagar itu mempunyai sinyal khusus ketika ada yang menghampiri.

kemarin sempat ada benda aneh yang ingin melewati pagar itu, dan hampir terbuka dan saya langsung menghampiri...
"jangan biarkan...."ucapan saya terpotong ketika pagar itu menutup rapat... dari kejauhan saya lihat benda aneh itu pergi...
syukurlah

tak berapa lama
sebuah paket lolos masuk melewati pagar itu
isinya sesuatu yang indah...
isinya begitu menggugah..
isinya menyenangkan hati saya...


sumber gambar:
www.astudio.id.or.id


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help