berbagi cinta, berbagi cerita

novi khansa's posts with tag: favorit

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag favorit
Blog Entry[1001 Ramadhan] Belajar Sama Anak SDOct 17, '07 12:43 PM
for everyone
Belajar Sama Anak SD
(Noviyanti Utaminingsih)
 
 
2 Penggal surat cinta kepada Allah
 
            Ya, Allah  aku ingin sekali mempunyai hp yg Papa janjikan tapi, HP itu belum dibelikan. Aku percaya papaku akan membelikan hp karna ia sudah janji kepadaku tapi setiap hari aku memohon juga kpd Allah agar membantuku untuk meminta rejeki hp Amiin!!! Aku janji akan sholat 5 waktu kalau permintaanku dikabulkan.
 
 
Nadya Apriliani, V C
 
            Ya Allah terimakasih ya Allah
Engkau sudah memberiku
Mata, hidung, mulut, dan lain sebagainya
Aku sangat sayang padamu
Ni aku berikan untukmu…
           
Lisa, IV A
           
******
 
Berawal dari permintaan bantuan
“Nov, nanti bantuin buat isi sanlat ya hari jumat dan sabtu” ujar teteh  kepada saya. Insya Allah, saat itu hanya saya yang positif bisa mengisi sanlat karena waktu saya yang konon fleksibel dan santai. Hari berganti hari hingga tiba waktunya. Saya masih nyantai saja tanpa mempersiapkan materi apapun. Saya juga sudah terima sms untuk mengingatkan dan sekali lagi saya masih santai. Hingga tiba hari H, saya tetidur sehabis sholat Subuh dan tilawah. Telepon rumah berbunyi sekitar pukul 7 kurang…. Saya benar-benar kaget. GAWAT. Wah bakal telat, nih… dan benar saja, saya ditinggal teteh dan teman-teman saya. Mereka sudah sampai sekolah. Memang sih ga jauh, tapi kan saya belum dibriefing dan saya bingung. Gini nih, kebiasaan buruk saya, suka sok nyantai dan panik belakangan.
 
Langsung saja, saya mandi sholat dan beres-beres. Tanpa modal apapun kecuali Al-Qur’an terjemahan, saya berangkat ke SD tersebut. Sempat ada pikiran mundur aja, deh, tapi ah nggak ah saya harus datang dan ini pengalaman pertama saya… mengisi SANLAT anak SD, biasanya juga anak SMU. Belum lagi, teteh dan teman saya tak berhenti menelepon dan kirim sms. Saya segera ambil kunci motor dan langsung naik motor menelusuri komplek perumahan menuju sekolah tersebut. Alhamdulillah, akhinya saya sampai di lokasi.
 
Saat itu sepertinya, saya masih setengah nyawa waktu datang ke sekolah itu. Linglung. Bingung. Setelah sms dan menelepon teman saya, tidak berapa lama teman saya muncul dan terkumpul 4 akhwat termasuk saya dan 4 ikhwan. Ada 7 kelas. 3 kelas perempuan dan 4 kelas laki-laki. Kami dibriefing sebentar untuk pembagian kelas. Saat itu, para siswa sedang tadarus Al-Qur’an dipimpin guru mereka.
 
            Akhirnya, momen mendebarkan itu hadir. Kami menuju kelas yang telah ditentukan. Satu per satu dari kami mulai masuk kelas, sementara saya masih bingung, kedua teman saya memang asli guru. Mereka guru di sekolah masing-masing. Sedangkan saya hanya seorang Novi yang terobsesi menjadi guru tapi tidak kesampaian. Kalaupun pernah ngajar, tapi tidak pernah sebanyak itu. “Gimana nih, teh" saya minta teteh memberi masukan ke saya yang bingung. Teteh menyuruh saya bercerita. Tapi, sayang stok cerita saya sepertinya tertelan di bagian memori otak saya, terseplip di antara setumpuk deadline pekerjaan dan janji. Tidak lama, terdengar di kelas lain ucapan serentak anak-anak “ALHAMDULILLAH , LUAR BIASA, ALLAHU AKBAR”. Wah rupanya teman saya sudah mulai beraksi. Kayaknya perlu ditiru, neh :D
 
 
            Bismillah…
            Saya masuki kelas itu. Rupanya kelas yang saya masuki itu gabungan atara kelas 4 dan 5,  posisi bangku yang memutar membuat saya berada di posisi tengah. Saya tatap wajah-wajah lugu, polos dan menggemaskan.
 
Ketika baru memasuki kelas, terliha ada dua anak yang tampaknya cari perhatian saya. Yang satunya menunjukkan kalo dia sakit dan beberapa kali setiap saya berkata dia menyahur dengan ucpan “iya kali” “iya kali”, fiyuh……
 
            Saya ucapkan salam…dan menyuruh mereka menjawab persis kelas sebelah “ALHAMDULILLAH , LUAR BIASA, ALLAHU AKBAR.
 
            Saya pun mulai mencoba bertanya tentang mereka. Wah, mereka antusias sekali ya.. padahal, saya “blank”,  padahal saya mesti di kelas ini selama 2 jam. Padahal padahal… Untung aja, mereka ga tahu kalau sebenarnya saya sangat grogi atau jangan-jangan mereka tahu lagi… :(
 
            Akhirnya, saya memulai dengan perkenalan nama, kelas dan hobi setelah Games; apa mereka masih ingat dan mendengarkan teman-teman mereka ketika memperkenalkan diri. Saya menguji mereka begitu, padahal ingatan saya saja juga cukup buruk. Hehehe, ampun deh…
 
Saat itu, rata-rata dari mereka masih merasa malu, tapi ingin menunjukkan dirinya. Banyak di antara mereja yang hobinya berenang, menonton, main play station dan sedikit dari mereka suka membaca dan menulis. Tampaknya, ada tren yang berlaku di sini. Hobi yang terbanyak menjadi keren, sedangkan hobi yang jarang jadi terbilang unik. Ada-ada saja. Kalau melihat sikap mereka yang terus mencari perhatian, saya jadi berpikir, membayangkan orang-orang yang juga suka mencari perhatian, tingkahnya tak lebih seperti mereka.
 
Selama 2 jam itu berkali-kali saya memutar otak saya untuk memberikan materi kepada mereka. Bagaimana sesuai amanah, materi yang disampaikan harus mencakup sholat, akhlak iman dan siroh bisa. Saya coba menguji mereka membaca surat pendek, menebak nama-mana nabi hingga akhirnya beberapa di antara mereka berkata, “Kakak cerita, donk…”
 
Saya “blank” , sebenar-benarnya “blank”. Tak ada cerita apapun yang saat itu nongol di otak saya. Jadinya, saya mengandalkan  pembacaan Al Qur’an plus penceritaan kisah Nabi Ibrahim pada arti surat tersebut.
 
Pada jeda materi itu saya sempat meminta mereka menulis. Saya meminta mereka menulis “Surat cinta” kepada Allah. Seperti biasa banyak pertanyaan dari mereka dan tawar menawar mereka. Dari mulai jumlah baris, waktu yang ditentukan sampai tulisan apa yang ingin mereka tulis, “Boleh puisi, ga, kak” dan berbagai pertanyaan lainnya.
 
Hasilnya, walau banyak yang bingung, saya membaca begitu banyaknya tulisan-tulisan indah, jujur, penuh kepolosan dan lucu dengan gaya bahasa mereka sendiri.
 
Bagaimana mereka mengungkapkan ungkapan hati mereka, perasaan mereka kepada Allah… Mereka menanyakan kenapa doa mereka masih saja tidak dikabulkan, tapi mereka tetap sayang kepada Allah. Mereka juga berterima kasih diberi panca indra, keluarga yang lengkap. Ada yang meminta supaya dirinya cepat sembuh dan bisa bermain, ada juga yang meminta kesembuhan adiknya. Ada juga yang menanyakan kenapa kedua temannya menjauh dari dia dan banyak lagi curahan hati mereka.
 
Setiap saya baca surat-surat itu, tak berhenti saya tersenyum dan tertawa sekaligus terharu. Hmmm, indahnya masa kanak-kanak, indahnya kejujuran dan kepolosan.
 
Akhirnya, bel berbunyi… saya sudahi kelas sambil membawa segepok tulisan dari mereka. Ini akan menjadi kenang-kenangan terindah buat saya. Dan rasanya saya ingin buat surat cinta juga untuk-Nya.
           
Ya Allah…
Terima kasih atas momen berharga hari ini…
Terima kasih, aku bisa mendapatkan pengalaman indah ini
Terima kasih… Ya Allah…
 
Ya Allah,
Engkau memang tak mengabulkan semua keinginan saya
Tapi Engkau selalu memberikan segala yang saya butuhkan bahkan lebih…
 
Terima kasih ya Allah…
Terima kasih, saya sayang banget sama Engkau…
 
            Senyuman saya tak lepas hari itu, mengingat pengalaman berharga dan indah… walau harus merelakan suara saya hingga serak, tapi saya senang…
            Ups, masih ada satu kelas lagi…
 
SELESAI

Blog Entrylagu favorit dan andalan...Aug 21, '07 10:27 PM
for everyone
Pada hari minggu kuturut ayah ke kota
naik delman istimewa kududuk di muka
kududuk samping pak kusir yang sedang bekerja
mengendali kuda supaya baik jalannya..

tak tik tak tik tuk tik tak tik tuk




© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help