berbagi cinta, berbagi cerita

novi khansa's posts with tag: fahmi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag fahmi
Blog EntryEksekuplisJul 16, '08 10:38 PM
for everyone



 

 

            “Udah, Fatah ditinggal aja, dikasi susu kaleng” ujar ibu melihat kerepotan kakak perempuan saya. Ibu tidak tega melihat kakak yang mondar-mandir sana-sini sambil menggendong Fatah. Dia harus menyetir mobil mengontrol tokonya, mengantar dagangannya ke toko konsumen dan banyak urusan lain. Terkadang malah, Fahimah, putri satu-satunya juga dibawa. Tapi, sebenernya ibu juga senang sih, kakak ngasi ASI "eksekuplis" ke Fatah, tapi itu dia. Saat ini, kakak tuh bisa dibilang super sibuk. Mana belum lama ini baru aja pindahan rumah... fiyuh... Ibu ikut pindah, aku dan abangku nomaden,... :D

            Kakak tetap kekeh untuk memberi ASI eksekutif, duh... ekslusif kepada Fatah. Duh, susah banget ngomongnya, apalagi, ibu memelesetkannya dengan ”eksekuplis”, hehehe.

Fatah adalah anaknya yang keempat. Usianya sudah lebih dari sebulan. Perawakannya lucu dan menggemaskan kayak bulenya :D. Alhamdulillah, sekarang beratnya sudah 4 kilo lebih... Ketiga kakak Fatah memang tidak mendapatkan ASI ekslusif. Mereka diberi ASI serta tambahan susu formula semenjak bayi. Apalagi, kehadiran anak kembar dua tahun yang lalu. Oleh karena itu, kakakku ingin memberikan yang terbaik buat Fatah. Jadi, ke mana pun, kakak pergi, Fatah selalu dibawa.

Ibu sendiri memberikan ASI ekslusif bagi kami semua. Hmmm.. yah, semoga saja, usaha kakak bisa terus dijalani di tengah kerepotan mengurus 3 anak lainnya... dan Weh, salut euy... doakan ya :)


*hisk ga bisa update foto fatah terbaru, kabel datanya ngumpet... :D

Blog EntryYuhuuuuuuuuuuuuuu, ponakanku udah lahirJun 1, '08 9:53 AM
for everyone
Duh, lutuna... :D
manis,
ganteng...
heheheh....

mirip fahmi dan Fikri...

posting foto dulu ah :D


namanya belum ada

kayaknya mau dinamain Fatah...



identity:
Bayi dari
Firdaus Noor Farid & Munawati Fitriyah
adik dari
Muhammad Khoirul Fikri
Fahimah Nur Ilmi
Muhammad Fahmi Khoiri
(perhatikan huruf F di sana)

BB: 2, 9Kg
P: 45 cm
wajah lucu seperti bulenya ;)





Doain kakakku ya... katanya bekas operasi sakit banget, mau cerita soal kelahirannya, tapi kakak lom bisa diwawancara (gw tega banget, ya) :D. Ga segitunyalah, Nopi kan adik yang baik dan lucu :D, halah...
Hmm, tadi sempet nengok... lumayan lama, dan kakak ipar nyuapin makanan ke kakakku... cieh romantis, halah... tapi katanya sakit banget, lebih sakit dari sesar si kembar, 2 tahun lalu...
hmmm, tadi juga besuknya rada rusuh secara si kembar ga mau diem dan si fikri juga... jadinya ya jalan2 mulu, liat dedenya sekali2, lagian aku pas flu, so, ga tega deket2 dia...

hmm, miss u fatah :D
tapi bingung mau ditaro di mana, boks bayinya kan gede banget dan dijadiin mainan kakak2nya...hihihihi....

hmmm, lucu kan????





Blog EntryMy AngelsMay 24, '08 10:24 AM
for everyone

Momen-momen ini...akan jadi seru, dan dirindukan...
"secara" mereka mau pindah beberapa bulan lagi... huaaaaaa, bule ditinggal sendiri :((

Duh, ngangenin banget, sih...
:)
sekarang udah pada bobo, tuh...
tinggal si abang iki yang belum tidur :D

Blog EntryPunya AnakApr 27, '08 10:00 PM
for everyone
Ahad kemarin, aku nonton The Nanny 911... waah anaknya banyak banget, ada 6, lho... dari gede sampai yang masih bayi. Sedikit yang bisa aku tonton, "secara" juga lagi jadi nanny :hihi:

Hmmm, Sejah masih kuliah dulu, aku emang udah punya si kecil Fikri (baca: keponakan). Dari awal yang cuma tahu ngeliatin doang kalau kakak dan ibu ngurusin dia, sampai secara alami, aku pun mulai mencoba bantuin...

Mulai menyuapi... yang ini nih, pas Fikri masih makan bubur seduhan aja, lho... kalau sekarang makin jarang... apalagi menu sekarang, nasi ;)... susah euy, tantangan tersendiri ternyata untuk menyuapi makan bocah-bocah... cuma aku inget pas nyuapin dia pas piknik ke ancol... wuh, musti rayuan maut kaliiiiiiii

Hmm, mulai menceboki, memandikan, ngajak jalan-jalan, main dan menemani mereka bobo :D. *kayaknya yang terakhir jadi favorit :hihi:

Nah, kalau si kembar sendiri lahir ketika aku sedang sibuk-sibuknya kuliah dan kerja dan kerja... maksudnya: pagi-sore: kerja kantor dan kerja outsourcer, sedangkan sore-malam: kuliah pesantren ;)

Hmm, si kembar lahir tak terkira, dan kudu rekrut mbak lagi, so.. kudu punya 2 mbak... Hmm, kalo cuma satu, agak repot juga, walau ada aku dan ibu di rumah.

Lagian kan, walau kerja di rumah, aku juga kudu konsentrasi...

Hmm, ternyata punya anak itu adalah tantangan tersendiri... sambil inget pas nonton kemaren anaknya 6, boooooo... di sini 3 aja, hebohnya bukan main...

Makanya, profesi ibu rumah tangga itu punya nilai tersendiri... apalagi kalau ibu rumah tangga yang juga ibu karir...

Duh, aku yang ngeliat ibu dan kakak aja suka kadang terbengong-bengong...
apa aku bisa? "secara" ngurus anak itu ga gampang... dari bayi hingga gede... udah gitu, aku tuh masih susah menjawab tantangan si Fikri, yang kadang gemesin gitu...

Tapi
mau sejengkel-jengkelnya, gemes2nya, atau kesel... pasti bakal balik lagi deh
terhibur dengan tingkah polah mereka, mata mereka yang indah... dan banyak lagi...

Hmm, yo wes lah jadi sarana latihan aja kali
apalagi nanti bakal ada bayi lucu yang akan hadir di rumah ini :)

EventMilad Si kembar Fahimah dan FahmiApr 27, '08 2:16 AM
for everyone
Start:     May 3, '08 03:00a
Location:     home sweet home
Yeee, si kembar umur 2 tahun... ;)

kasi kado apa, ya... peluk cium aja, ya hehe :D

Blog EntryMenanti Kelahiran BayiApr 17, '08 7:07 PM
for everyone
Menanti Kelahiran Bayi

novi khansa


 
Sebelumnya, saya ingin memberi sedikit gambaran. Tulisan ini adalah sudut pandang saya sebagai seorang bule (bahasa jawa: tante) menjadi pengamat, lahirnya bayi-bayi mungil di keluarga kami. Bayi-bayi yang begitu menawan hati, menggoda dan memberi sangat banyak arti dalam hidup saya...
 
Yah, saya mendapat banyak ”pelajaran” dari mereka... bagaimana musti bersabar, bersahabat dan mengerti dunia anak-anak... 
 
Saya persembahkan tulisan ini untuk three little F yang akan berulang tahun ke-2 dan ke-6 serta sedang menanti adiknya yang keempat. Juga, untuk two F alias orang tuanya yang sedang mencari-cari nama untuk bayi mereka. Tentunya dengan awalan F juga

 


 


Saya masih ingat ketika disuruh membeli test pack merek Sensitif oleh kakak. Teringat pula dengan jelas, saya bingung bagaimana cara membelinya. Jujur, saya malu, hehehe... Saya juga ingat ketika akhirnya dites, hasilnya negatif. Tapi, tak berapa lama ditest lagi hasilnya positif. Test pack dengan merek  berbeda.
Test pack kedua lebih murah dari test pack pertama, hehe . Saya juga ingat ketika diceritakan ibu, perihal kakak yang mendatangi Puskesmas di dekat tempat tinggal kami. Sang dokter tertawa ketika kakak memberi tahu bahwa dirinya hamil. Kakak saya memang berwajah imut-imut, badannya lebih pendek dari saya dan beperawakan kecil. Mungkin dipikirnya kakak saya masih sekolah dan ngaku-ngaku hamil, hehehe .
 
****
 
Dini Hari, 21 Mei 2002
Kakak perempuan saya sudah merasakan mules di perutnya dan berjalan mondar-mandir di rumahnya. Saya, ibu dan bapak pun bergegas mendatangi rumah kontrakan kakak yang hanya berjarak 3 rumah. Bapak sudah siap-siap untuk membawa kakak dengan motornya  ke rumah sakit terdekat ketika ada tetangga yang mengetahui kepanikan kami. Kemudian mengantarkan dengan mobilnya. Saat itu saya ingat, tampaknya, hanya saya yang bisa melihat ”kehebohan” di rumah karena yang lainnya tampak panik. Saya malah sempat tertawa-tawa. Bukan apa-apa saat itu saya ingat iklan layanan masyarakat tentang suami SIAGA. Siap Antar jaGA. Tapi, di sini bukan hanya suaminya yang siaga, keluarga sampai tetangga pun SIAGA kalau ada ibu hamil yang ingin melahirkan.
Tak berapa lama, rombongan pun berangkat sementara saya tetap berada di rumah.
 
Saya baru menyusul ketika mulai pagi dan memutuskan bolos kuliah. Kakak belum juga melahirkan. Saat itu lagi-lagi saya bisa melihat wajah-wajah cemas di sekeliling saya. Ibu tampak tidak tenang. Saat itu yang menunggui kakak adalah saya, ibu dan kakak ipar. Bapak saya menyusul kemudian. Terlihat dengan jelas wajah kakak ipar yang kelelahan dan kebingungan. Kemudian dia pamit ke masjid. Sementara itu, ibu tak henti-hentinya bingung juga, apalagi mendengar teriakan-teriakan di ruang persalinan. Hmm, sepertinya ada air mata yang muncul dari matanya. Saya  tidak tahu rasanya, yang jelas ini adalah kelahiran cucu pertama dari anaknya yang pertama.
 
Tak berapa lama, ibu menyuruh saya memanggil kakak ipar yang ada di masjid. Tampaknya, kakak saya akan segera melahirkan. Saya pun menghampiri kakak ipar yang tengah mengaji di sudut masjid. Ketika kembali, saya tak menemukan ibu di tempat menunggu, ibu nekat masuk ke ruang persalinan. Sebenarnya, saya sudah dapat melihat gelagat kecemasan ibu, tapi tak terpikir, beliau akan masuk ke sana. Saat itu, hanya suami kakak yang boleh masuk ke ruang persalinan.
 
Alhamdulillah, sekitar pukul 10.00 pagi, lahir seorang bocah mungil dengan berat 2,8 kg dan panjang 47 cm dengan persalinan normal. Tak terkira gembiranya kami saat itu. Saya, ibu dan bapak melihat bayi itu lewat kaca di tempat khusus bayi. Ada banyak boks dengan bayi-bayi yang lucu-lucu. Tapi, mata kami hanya fokus kepada satu bayi yang kemudian diberi nama Muhammad Khoirul Fikri. Berbagai gerak-geriknya menjadi hal yang lucu dan menarik bagi kami. Masih jelas di ingatan saya, bapak yang begitu gembira dan tertawa melihat si mungil Fikri. Satu cucu yang telah diberikan kakak sebelum ajalnya menjemput dua tahun kemudian.
 
Kini bayi mungil itu akan berumur 6 tahun bulan Mei nanti, menunggu lulus TK. Anak kecil pertama yang telah banyak merebut perhatian kami. Anak pertama, cucu pertama, buyut pertama dari pihak kakak ipar. Dan tentunya keponakan pertama bagi saya dan om-omnya. Anak kecil pertama yang membuat saya tak lagi dipanggil ”ade” oleh bapak, dan keponakan pertama yang memanggil saya dengan sebutan ”bule”. Banyak warna yang telah dia berikan. Ada tawa, ada tangis, ada jahil dan banyak lagi hingga kemudian dia memberi saya titel ”bule galak” atau ”kadang-kadang baik, kadang-kadang galak”. Fikri sangat menyukai lagu ”Tante Cerewet” dari grup Trio KwekKwek dan kemudian dia ganti dengan ”Bule Cerewet”. Fiyuh
 
 
***
 
Empat tahun kemudian, di bulan yang sama. Sepasang bayi kembar lahir dengan persalinan sesar. Hadiah bagi Fikri yang berulang tahun keempat.
 
Dari awal kehamilan sudah ditemukan hal aneh. Kakak saya giduan alias gatal-gatal, padahal sebelumnya tidak pernah. Tak berapa lama, kakak memeriksakan diri ke rumah sakit. Berbagai pertanyaan telah disiapkan. Belum sempat ditanyakan, pasangan suami istri itu diberi sebuah kabar kejutan. Bayi yang dikandung kakak kembar dengan dua telur. Alias bukan kembar identik. Masing-masing telur beratnya berbeda. Buyarlah semua pertanyaan yang telah disiapkan. Haa, kembar??? Keturunan dari mana? Kami sempat mengira, keturunan kembar datang dari saudara kakak ipar, tapi jaraknya lumayan jauh. Selidik punya selidik, ternyata keturunan kembar berasal dari orangtua ibu saya. Ada yang kembar sejenis dan ada yang beda jenis kelamin.
 
Diprediksi saat itu bayinya kembar perempuan. Berat bayi yang pertama lebih besar dibanding yang satunya lagi. Bayi yang lebih besar mendominasi wilayah rahim, sementara, bayi yang kecil menyempil di sudut yang lain. Sang dokter menyuruh kakak mengusahakan agar berat kedua bayi itu sama.
 
Saat itu Fikri sempat kekeh kalau bayinya laki-laki dan perempuan. Hehe, maunya? Pas dengar kembar saja sudah kaget, apalagi kalau kembar sepasang, atau istilah orang Jawa, dampit.
 
Sejak beberapa bulan sebelum kelahiran, sudah dikabarkan kalau kakak harus menjalani operasi sesar karena posisi kedua bayi yang malang melintang. Pasangan suami istri tersebut pun menentukan tanggal kelahiran. Karena keduanya suka matematika maka angka menjadi sesuatu yang unik bagi mereka. Akhirnya, ditentukan tanggal 4 adalah tanggal operasi sesar dan kelahiran bayi.  17 (tanggal lahir kakak), 21 (tanggal lahir Fikri) dan 25 (tanggal lahir kakak ipar). Diambil tanggal 4 sebagai penambahan dari 17 ke 21, kemudian ke 25.
 
Kakak ipar, bule saya dan saya yang saat itu sempat ngantor, sudah merencanakan untuk mengambil cuti pada tanggal 4 itu.
 Manusia berencana Allah juga yang menentukan.

3 Mei 2006
Dering telepon terus berbunyi. Dari kakeknya kakak ipar yang menanyakan persiapan melahirkan kakak. Dari bule saya yang juga seorang bidan yang menyuruh untuk booking kamar terlebih dahulu agar memudahkan setelah proses persalinan. Dari kakaknya kakak ipar yang ada di Australia yang juga menanyakan kabar kakak. Padahal, saat itu di rumah masing tenang-tenang saja. Kakak ipar bekerja seperti biasa. Saya berkuliah dan bekerja seperti biasa. Hingga akhirnya ketika di tempat kerja, saya mendapat kabar kalau kakak akan melahirkan hari itu juga. Saat itu sudah pembukaan 1, padahal katanya kalau mau disesar, jangan sampai ada pembukaan dulu.
 
Saya ingat benar siang itu ketika di kantor, ibu menelepon saya, mengabarkan kalau kakak sudah melahirkan. Lho kok, udah? Ditambah lagi ketika tahu kalau bayi yang satunya lagi ternyata laki-laki. Yups, kami baru mengetahui kalau salah satu bayinya laki-laki setelah lahir. Bayi perempuan beratnya 3,1 kg dengan panjang  49 cm, sedangkan bayi laki-laki, beratnya 2,5 kg dengan panjang 47 cm.
 
Rasanya tak sabar ingin segera menengok, tapi sore itu saya harus kuliah. Saya urungkan niat untuk menengok si kembar sampai ketika jam kedua mata kuliah, saya minta izin untuk pulang. Tapi, apa mau dikata, jam besuk sudah lewat dan saya harus menunggu esok untuk melihat sepasang bayi mungil itu.
 
Ketika menengok, saya tak lupa mengabadikan mereka dengan foto-foto. Kalau baru-baru, saya pakai handphone kamera kakak, ketika menjenguk selanjutnya, saya pakai kamera kecil. Blitz pada kamera begitu menyilaukan. Saya sempat khawatir kenapa-kenapa dengan si kembar.
 
Alhamdulillah keduanya sehat. Bayi perempuan dinamakan Fahimah Nur Ilmi. Teriakannya sejak bayi sudah keras hingga hari ini. Bayi laki-laki bernama Muhammad Fahmi Khoiri. Walau ketika bayi kalem dan pendiam, sekarang, jangan tanya, deh... walau badannya mungil, tapi ocehan dan tenaganya... benar-benar mengejutkan.
 
Selanjutnya, hari-hari saya makin ramai, makin ceria, makin mengajarkan saya untuk lebih bersabar. Sebagai anak bungsu yang manja, saya benar-benar tak menyangka akan dihadapkan pada 3 bocah lucu yang selalu mewarnai hari-hari saya. Secara alami, saya mulai bisa mengganti popok, mencebok, menyuapi, membuat susu, memandikan dan banyak lagi walau kini tak saya kerjakan sering.

Tapi, hingga hari ini saya merasa masih kurang. Kurang sabar, kurang telaten dan banyak sekali kekurangan saya.
 
Hmm, tampaknya ”kursus” mengurus bayi akan berlanjut sambil menanti kelahiran bayi yang keempat. Saat ini usia kehamilan kakak  sudah mencapai 7 ½ bulan. Waah... akan ada kejutan apa lagi, ya?
 
 ***

Untuk Kang Dani dan Mbak Endah
Untuk mbak Dedew dan suami
Untuk mbak Indar dan keluarga
Mas Nursalam dan Mbak Yuny
Veby dan istri
yang sedang menanti kelahiran bayi
 
Selamat juga untuk
Mbak Indri dan Mas BJ
Kang Chandra dan keluarga
Mas Epri dan keluarga
Mbak Sya dan keluarga
Mas Margo dan istri
 
Hehehe, nopi ngabsen bumil dan SK junior , ayo siapa yang belum masuk??
 
Sama-sama saling mendoakan agar persalinannya lancar  serta ibu dan bayinya sehat. Amiiin
 
 
 
 
 
 


Blog EntryMaaf ya, Mi Mar 17, '08 8:42 AM
for everyone
Sedang asyik di depan komputer, hmm, memastikan untuk file yang akan dikirim dan nyambi browsing... aku dititipin, si Mi, ponakanku yang lucu itu... Udah biasa sih...

Nah, pas banget tadi itu setelah dia minum obat yang baunya aja pahit banget... dan ga tahu kenapa... dia muntah di pangkuanku, hehehe, kaget, pastinya... :D dan langsung manggil bala bantuan... dan menyelamatkan Flashdisk yang lagi dia pegang :)

baju, kursi kerja, ubin jadi kena muntahannya Fahmi... dan sekarang pas ngetik ini, aku udah ganti baju dan duduk di atas kursi yang dimuntahin Fahmi, hehehe...:D, udah dibersihin tentunya ;)

Hmm, ini udah keponakan ketiga, udah ga heboh lagi kayaknya kalau tiba-tiba ngompol, muntah, dll... apalagi waktu si fikri sakit, pipis melulu... dan ga tahunya, musti disunat karena saluran pembuangan pipisnya bermasalah...

Jadi ingat film semalam, Big Daddy, nontonnya sih cuma bentar, tapi heheh lucu juga, anak kecil yang lucu dan mengesankan ternyata bisa mengesalkan karena ngompol dan muntah... Yah, namanya juga anak, hehe... (nopi lagi sok bijak neh...;p)

Tapi, emang sih jadi sesuatu yang alami banget, ketika punya ponakan yang tinggal serumah, ya nyebokin, ya mandiin, dll (dulu lebih sering, sekarang lebih jarang ;p). Aku pernah bilang sama temen yang baru aja punya ponakan saat aku lagi mandiin fikri atau cebokin dia gitu, dan dia menolak untuk melakukan hal itu karena ada si bibi. Lha...kalau di rumah cuma berdua gimana, mau ga mau, kan?

Hmmm....
sekarang Mi udah terlelap tidur sama si mbak, didorong di kereta kudanya, hehe....

jadi mikir, deh
jangan-jangan Fahmi muntah karena pas main sore tadi, aku ngajak dia lari-larian, lompat-lompat sampe dia ketawa geli banget..., hehehe...


Maaf ya, Mi


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help