novi khansa's posts with tag: eska
|  | boleh copas dari milis (sisca lahur), mas yons revolta dan kamera pribadi :) |
Assalamu'alaikum wrwb
Menjelang ramadhan yang penuh cinta, Komunitas Sekolah Kehidupan.com mengadakan program 1000 Cinta untuk 1000 Mushalla yaitu bakti social (baksos) dengan membagikan perlengkapan shalat (mukenah, sajadah, kain sarung, peci) dan Al Qur'an di tempat umum: Mushalla di terminal, stasiun. POM bensin, dan tempat publik yang lain, yang dinilai tak lagi memiliki alat shalat layak pakai.Waktu pelaksanaan baksos:Tgl 6 September 2008 s/d 14 September 2008 serentak di wilayah-wilayah Jabodetabek, Yogya (dan akan menyusul Bandung, Surabaya, Kaltim, Mesir)Panitia menerima sumbangan dari sahabat-sahabat untuk disalurkan melalui program ini berupa: 1. Perlengkapan shalat baru 2. Perlengkapan shalat bekas yang layak pakai dan dalam keadaan bersih 3. Wakaf Al Qur'an 4. UangSumbangan dapat diserahkan melalui para PJ wilayah yang terdekat dengan kediaman teman-teman seperti di daftar berikut ini: Margo Widilaksono (PJ Jakarta Pusat)Jl Raden Saleh Gg. 8 No 150 RT 021, RW 03Jakarta PusatTlp: 39899131/ 0813 11361916Dyah Zakiati ( PJ Jakarta Timur)Jl Kayu Manis I Lama No 15RT 10 RW 8 MatramanJakarta TimurHP: 081808358139 Indarwati Harsono (PJ Depok)Jl Tanah Baru, Perum Depok Mulya IIIBlok AF No 1RT 02 RW 01HP: 0852 25162626Dani Ardiansyah (PJ Jakarta Selatan)Pondokan BougenvilleJl Pangkalan Jati II No B2Limo, DepokHP: 0856 94771764/ 0852 21615514Ayong (PJ Jakarta Utara)Jl Pluit Dalam 3 No 2RT 06 RW 08Penjaringan, Jakarta UtaraHP: 0819 08606946Divin Nahb (PJ Tangerang)Jl Nenas Raya 40 RT 002 RW 05Kel. Cibodasari Kec. CibodasKota Tangerang, Banten 15138HP: 0856 93765775Andri Pranolo (PJ Yogya)Gendeng GK IV/ 953Yogyakarta 55225HP: 0813 92554050Hadian Febrianto, S.Si (PJ Bandung) PT SAGA VISI PARIPURNA Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123 Ph/fax: (+6222) 2507537HP: 081322360136Buah MPers yang mau jadi PJ penerima waqaf di wilayah tertentu juga bisa  Sumbangan berupa uang dapat ditransfer ke rekening Retnadi Nur'aini di BNI, dgn no rek: 0108061745, BNI Cabang Senayan (Setelah transfer, mohon konfirmasi by SMS ke 0812 10698852/ 0813 25494096 mengenai nama dan besar jumlah transfer).- Bantuan/sumbangan diterima oleh panitia baksos paling lambat tgl 5 September 2008.
- Bagi teman-teman yang ingin bergabung menjadi relawan dalam program ini, dapat menghubungi Galih di 087877328607, email galih@ asmo.co.id
Semoga Allah memudahkan & meridhai niat baik kita semua..amiin.Salam CintaPanitia 1000 Cinta untuk 1000 MushallaSekolahkehidupan.comCP. Galih 087877328607Retno 081210698852Lia Octavia 08128146426sekolah-kehidupan@yahoogroups.comhttp://sekolahkehidupan.multiply. comwww.sekolah-kehidupan.com
Segera terbit Menggenggam Cahaya
Penulis: Komunitas Eska
Editor: Beni Jusuf Catur Sukono Retnadi Nur'aini
Pewajah sampul Listya Arisanti
Pewajah dan Penata LEtak Isi Novi (khansa'kreatif)
info lengkapnya nanti ya, coz laper banget :D
Banyak hal yang aku sukai ketika masuk sekolah untuk yang pertama kali. Aku pakai baju baru, tas baru, dan ada banyak buku baru. Tentunya juga akan bertemu teman baru, walau tentunya aku masih malu-malu.
Aku teringat ketika pulang dari PRJ (kalau tidak salah) membawa tas baru. Aku senang akan masuk sekolah. Aku senang akhirnya di usia 5 ½ tahun aku diterima di Sekolah Dasar. Walau sempat juga tetanggaku mengambilkan formulir TK dan aku menempati posisi cadangan di SD tersebut. Kakak perempuanku malah sempat bilang kalau aku tidak diterima di sekolah itu. Hiks, aku lupa sudah menangis atau belum hingga akhirnya ibu yang melihat langsung di papan pengumuman kalau aku diterima sebagai cadangan. Entah karena umurku masih kurang atau karena aku belum pernah TK.
Saat masuk SD, aku belum bisa membaca dan berhitung. Aku hanya tahu masuk sekolah dan sekolah adalah tempat yang menyenangkan. Yah, aku hanya tahu bergaya. Lengan kemejaku aku gulung, tak lupa, aku mainkan jambul rambutku. Padahal, nilai pertamaku pada saat itu 6. Yang, penting aku bisa gaya, jadi anak sekolah… halah… Setelah itu, selama sebulan, bapakku yang juga guru SD mengajari aku membaca. Alhamdulillah, hari itu datang juga…
“DAIKI” adalah kata pertama yang aku baca. Daiki adalah merek sepeda mini punya kakakku. Aku ingat saat itu, hampir seisi rumah heboh. ”Nopi bisa baca... woooy,” hehehe :D. Bapak sempat tanya, apa tulisannya kecil atau besar dan tulisannya kecil, jadi itu berarti, aku bisa baca beneran. :D Seingatku, saat itu aku sempat merasa aneh. Kenapa mereka begitu senang dan heboh, ya. Padahal kan biasa aja. Yup, aku cukup lemot saat itu. Aku tak menyadari, dengan aku bisa baca aku berarti tak perlu menutup mata ketika melihat tulisan di televisi atau di jalan-jalan. Aku jadi tak perlu malu ketika pakdeku mengetes bacaanku. Hehe, jadi malu, waktu belum bisa baca, aku pernah di test untuk membaca tulisan MONDE di kaleng kue. Aku tahu huruf-huruf itu. M-O-N-D-E, tapi aku tak bisa merangkainya hingga yang ke luar dari mulutku adalah: KUE, EMPING. Aku menafsirkan bacaan itu sesuai isi dari kaleng kue itu. Saat itu, aku benar-benar jadi bahan tertawaan, fiyuh... *** 
Ketika meninggalkan jejakku pertama kali di sekolah ini, rasanya ada sesuatu yang beda. Aku bukannya orang yang sering bergaul dengan komunitas maya. Kalaupun, iya, itu lebih banyak teman-teman semasa kuliah atau teman kerja. Aku hanya iseng-iseng untuk klik join di sekolah ini ketika membaca kalau sekolah tersebut mengadakan lomba menulis. Yups, awal aku menjejakkan kaki ini karena aku ingin ikut lomba menulis. Dari dulu, aku suka menulis, tapi betapa sulitnya tersalurkan ketika bekerja. Tapi, entah kenapa, sejak mulai merasakan duduk di kelas. Aku begitu betah. Wah banyak sekali teman baru.

Satu demi satu aku mulai belajar. Awalnya, aku hanya berkenalan, moga dengan begitu, keberadaanku bisa dilihat. ”Eh, aku baru nimbrung, nih di sini, eh ada aku, murid baru yang senang nulis.” Tiba-tiba di pojok kelas sudah ada satu temanku, yang aku kenal di komunitas lain. Selain sekolah di sini, mengenyam pendidikan di luar sana. Wah, subhanallah. Akhirnya, satu demi satu, aku mulai tak malu-malu lagi mengenalkan diri. Walau hanya lewat jendela maya, aku sering menanyakan pelajaran pada mereka. Beberapa kali juga aku mencoba menunjukkan hasil karyaku. Betapa seringnya aku terkagum-kagum membaca tulisan teman-temanku. Kadang ingin menangis dan kadang ingin tertawa. Ada keinginan dari hati ini untuk bertemu dengan orang-orang di balik tulisan itu.  Kopdar hari ulang tahun eska di Kuningan adalah momen pertama aku bertemu wajah-wajah yang begitu ramah dan hangat. Mereka hadir dari penjuru mata angin, bahkan ada yang datang dari Yaman. Sekalian pulang kampung rupanya. Ayo, duduk-duduk... hhh, seperti di kelas benaran saja, tapi memang... Walau baru pertama kali bertemu, rasanya kami sudah saling mengenal, rasanya begitu hangat dan menyenangkan. Memang seperti sahabat dekat, yang ke kantin sekolah bareng, yang saling meminjam catatan, atau nyontek pe-er, halah. 
Satu demi satu kopdar aku ikuti. Acara open house di bogor, yang mengawali berdirinya kepengurusan eska. Hingga, akhirnya raker dan halal bi halal di Lembang. Aku jadi teringat ucapan seorang sahabat dari Surabaya. ”Kita tuh kayak acara keluarga, ya...” Yups, keluarga besar Eska yang tengah merasakan persahabatan yang begitu kuat. Atau ketika, kopdar-kopdar tak resmi seperti pernikahan, ke toko buku bareng, belajar nulis bareng, makan bareng, jalan bareng, atau iseng-iseng ikut rapat salah satu eska daerah. Aku merasakan ikatan kekeluargaan dan kedekatan memberi banyak arti. ***  Selama di sekolah ini, aku mendapatkan begitu banyak pengalaman berharga. Ada yang indah, sedih, lucu dan menyenangkan. Sering aku membuatku berpikir, ini seperti miniatur kehidupan. Sekolah ini berisi begitu banyak manusia, manusia tangguh, pintar, cerdas dan selalu saling membagi. Dari setiap pengalaman yang dituangkan dalam bentuk tulisan sering membuatku tertegun lama, kemudian berpikir. Betapa rasa syukur itu sangat nikmat. Rasa syukurku tentunya menemukan gerbang sekolah ini. Duduk di sini, bertemu teman-teman yang baik, yang tanpa menggurui, memberi begitu banyak manfaat bagi aku pribadi.
Begitu banyak yang sering membuatku berdecak kagum kemudian senang. Dari sekolah ini, aku kenal dengan banyak orang luar biasa. Aku kenal seorang gadis Aceh yang ceria ataupun cah Malang yang lucu, yang mempercayakan perjalanannya di Jakarta kepadaku. Padahal, kalau mereka tahu track record-ku, huuu, ”Cukup sekian dan terima kasih” :D. Tapi, mereka percaya, kalau aku bisa membawa mereka ke tempat yang dituju. Terima kasih, ya ;) Di sini aku bertemu banyak para guru yang bijaksana. Ada para bapak yang baik hati. Para bunda yang penuh dengan cinta. Para abang, mas, mbak yang mengayomi dan tak jarang juga menjadi tempat konsultasi. Atau bertemu dengan teman sepantaran atau lebih muda dariku yang enerjik, ceria dan penuh dengan ambisi.  Lagi-lagi, aku akan berdecak kagum, ketika aku diamanahkan mengurusi donasi buku dari sahabat-sahabat di kelas. Banyak email, sms, pesan via YM yang datang. Mereka, dengan tulus memberikan harta berharganya (begitu cintanya aku pada buku, hingga itu menjadi harta berharga bagiku ;)). Apalagi, setelah kemudian, donasi buku diteruskan untuk kembali disumbangkan ke tempat-tempat yang membutuhkan. Paket-paket kembali berdatangan dan tiba-tiba rekening tabunganku terus bertambah dari para relawan yang juga tak segan menyumbangkan uangnya. Hhhh, jujur, aku benar-benar terharu... kalian baik banget, sihhhhh :D (sambil nengok kardus isi donasi buku).
Bulan Mei lalu, tepat setahun aku bergabung di sekolah ini. Sekolah tanpa batas dan menjadi salah satu tempat aku membagi dan menerima banyak hal. Satu hal lagi membuatku bersyukur karena bisa mengenali tiap huruf dan angka-angka, karena dengan begitu aku bisa membaca. Membaca kehidupan pada sebuah sekolah tercinta. Yang kehadirannya menyenangkan dan keberadaannya memberi warna hidupku. Memberikan cinta yang begitu besar... dari orang-orang luar biasa.... karena dengan begitu aku terus belajar pada kehidupan...
Belajar Kehidupan Saya tengah terduduk di sebuah kursi dalam ruang Menatap satu per satu wajah Membiarkan diri hanyut dalam berbagai kisah --------------------- Saya tertawa… Tertawa kecil, Hampir tergelak… kemudian terbahak Ups… Saya segera menutup mulut saya Kemudian Tiba kepada saya sebuah surat Ucapan “terima kasih” Atas rasa dan ekspresi saya… Senyuman kembali tersungging Kursi saya bergeser ke sebuah tempat Di sana saya disuguhkan Ketangguhan, heroisme, perjuangan… Hingga saya kemudian berteriak… “SEMANGAT, ya terus SEMANGAT” Wajah-wajah pahlawan itu menatap saya Melihat saya yang tengah berdiri, melompat, dan Mengepalkan tangan saya… Mereka tersenyum Senyuman mereka Mengalir ke aliran darah saya… Mengobarkan semangat dan harapan saya… Tapi, tiba-tiba saya limbung Saya jatuh terduduk di kursi saya… Sakit, tapi hanya sedikit Saya biarkan saja rasa sakit itu Hingga saya menangis Merasakan kesedihan… Merasakan kepiluan Mereka… Air mata saya jatuh satu-satu Tapi saya tak mampu berbuat… Tak mampu membantu… Saya ingin memeluk mereka Saya ingin katakan Mereka tak sendiri… Hanyut dalam rasa sedih… Kemudian kursi saya didorong Sebuah pintu mulai terbuka Sekumpulan orang tengah duduk, berdiri Ada yang berbincang Ada yang membaca buku Ada yang di hadapan komputer Satu kesamaan yang ada pada diri mereka Seulas senyum diberikan bagi siapa saja Yang melewati pintu itu Sambutan hangat yang tak lepas Pelukan cinta dan sayang… Di sebuah sekolah kehidupan (5 Oktober 2007)
Yee, semangaaaaaaaat Dipersembahkan dengan penuh cinta untuk sekolahku, sekolah kehidupan 
*foto: acara2 eska resmi atau tidak resmi (jalan2 :D)
| Start: | Jul 27, '08 09:00a | | End: | Jul 27, '08 4:30p | | Location: | Pulau Situ Gintung Ciputat | Salam, Sahabat Eska:D Milad Eska akan dilaksanakan pada: hari, tanggal : Ahad, 27 Juli 2008 pukul : 09.00 – 16.30 WIB tempat : Pulau Situ Gintung Ciputat Jln. Kertamukti No. 121 Cirendeu Ciputat 15419 Tangerang Banten acara : Peringatan ulang tahun komunitas yang kedua Peluncuran buku antologi karya anggota komunitas Silaturahim antar anggota komunitas Training motivasi outdoor Games Hiburan (Sahabat Eska yang ingin menyumbangkan potensinya untuk tampil dapat menghubungi Bu Catur:D) Tukar Kado (jangan lupa yaaaa, bawa kadonyaaa:D) Dll (yang pasti asyik, seru, dan menyenangkan abis) investasi : Rp 65.000,00 fasilitas : Kaus Eska yang keren abis Tiket masuk Situ Gintung Makan siang dan snack Gratis training motivasi dll (persahabatan, kegembiraan, dan banyak lagi:D) Ada 3 alternatif untuk transfer biaya investasi: 1) Kartina Haswanto, Bank BCA Sentra Mulia Kuningan Jakarta no. rekening 217-1493856 2) Nia Robiatun Jumiah, Bank Mandiri,kcp jkt cimanggis no. rekening 157-00-0084869-8 3) Sinta Nisfuanna, Bank Muamalat, no rekening 601923 901 9198899 Setelah transfer, mohon mengirimkan sms konfirmasinya pada Sinta (085648485428/02292321429) disertakan info kemana sobat transfer duitnya. Bukti transfer mohon dikirimkan via email Sinta di sinthionk @ gmail dot com (tanpa spasi) atau dapat diserahkan ke panitia Milad SK pada hari H. PENTING!!! Tuk sahabat Eska yang tinggal di daerah/luar negeri Bagi Sahabat Eska dan keluarga yang berdomisili cukup jauh dari Jakarta disediakan penginapan di rumah sahabat Eska Jakarta. Harap segera konfirmasi jumlah dan domisili segera. Nah, inilah daftar peserta Milad. Buat yang belum daftar, segera menyusul yaaaa:D Oiya, yang sudah daftar dan namanya belum tercantum, silakan dikonfirmasi ulang:D Tanpa kehadiran Anda, Sahabat, Milad Eska takkan ramai jadinya:D Laporan Peserta Milad yang sudah mendaftar via milis/sms/telp/e-mail/mang harus datang. Cara daftar: 1. Via SMS, kirim ke 081808358139 atau 2. Via milis, cc ke dyahzakiati@... Tanpa kehadiran Anda, Sahabat, Milad Eska takkan ramai jadinya:D Salam Dyah Salah satu humas Eska yang bersyukur karena banyak yang membantu. Terima kasih yaaa:D
Assalamu'alaykum Wr wb Tetap Semangat Sahabat Eska Donasi Buku Eska akan dialokasikan untuk 1. Pondok Yatim di YK yang dibangun Portal Infaq 2. Rumah Cahaya Penjaringan 3. Perpustakaan Umum Beranda Buku cab. Bogor Mewakili pengurus SK, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-sebesarnya kepada para donatur. Semoga Allah membalas segala amal baiknya. amiin :) Masih ditunggu partisipasi sahabat Eska untuk mendonasikan bukunya. :) Kontak ke novi khansa (novi_ningsih @ yahoo. com [hilangkan spasi]) di no HP. 0812 1894517
Buku bisa dikirimkan ke alamat Novi Kompleks Perumkar DKI Blok Q1/16 Rt. 009/02 Pondok Kelapa Jak-Tim 13450
Selain itu bagi yang ingin menyumbangkan dalam bentuk uang bisa transfer ke ke no.rekening 1640311017 BCA Kali Malang a.n Noviyanti Utaminingsih Donasi Buku Eska ditutup tanggal 1 JuliTetap Semangat Wassalammu'alaykum Wr wb a.n Nursalam AR ketua SK =================== *foto fahimah :D
PENGUMUMAN ARTIKEL INSPIRATIF DAN PUISI TERPILIH UNTUK BUKU ANTOLOGI ESKAAssalamu'alaikum wrwb Sahabat-sahabat di mana saja berada terutama sahabat-sahabat Eska, alhamdulillah, setelah melalui penjurian dan penilaian seluruh artikel inspiratif dan puisi yang masuk ke Panitia, dan juga setelah melalui berbagai diskusi dan pertimbangan tim juri dan Panitia Buku Antologi Sekolah Kehidupan, akhirnya telah terpilih sebanyak 19 (sembilan belas) artikel inspiratif dan 31 (tiga puluh satu) puisi untuk Buku Antologi Sekolah Kehidupan. Terima kasih banyak sebelumnya kami haturkan bagi sahabat-sahabat semua yang telah mengirimkan naskahnya untuk Buku Antologi ini. Launching buku ini insya Allah akan diselenggarakan pada perayaan Milad Sekolah Kehidupan yang kedua pada 27 Juli 2008 mendatang. Secara umum, kualitas tulisan yang masuk berada di level rata-rata. Namun ada beberapa yang karena kekuatan tema, dan keunikan gaya bahasa, membuat tulisan-tulisan tersebut layak untuk diterbitkan. Yang menjadi indikator penilaian adalah substansi cerita, gaya bertutur, dan kekuatan tema. Berikut beberapa argumen juri dalam pemilihan artikel inspiratif: - Bersahabat dengan Alam: Siu Elha
Tak banyak orang yang peduli pada alam. Pun, tak banyak orang yang sudi membaktikan waktu, tenaga, dan hidupnya pada alam. Orang2 inilah yang ditulis oleh Siu Elha. Di tengah isu pemanasan global, tulisan Siu Elha tentang para tokoh inspiratif lingkungan ini cukup menyejukkan. Semoga dari sini, semua kita bisa belajar untuk bersahabat dengan alam. Lia sering menulis artikel kontemplatif dengan gaya yang menarik, seperti gaya cerpen. Tapi justru di situ uniknya. Di sini, kita bisa belajar, bahwa utk hal sesederhana kebiasaan berlangganan nasi goreng pada penjual tertentu saja, bisa membuat kita berprasangka. Padahal, tak selamanya perubahan itu buruk. Ini dapat dilihat dari "kejutan kecil" banyaknya pembeli yang antre di belakang penjual nasi goreng pengganti Pak Jangkung. Setiap orangtua bisa menjadi inspirasi kita. Tak terkecuali oleh Fely Hilman. Meski terkesan ditulis dengan tergesa-gesa, namun Fely mampu menggambarkan sosok Abah sebagai sosok yang pekerja keras, jujur, dan sangat memperhatikan kehidupan beragama anak2nya. Seperti yang ditulis Fely "tak banyak PNS yang siap lembur tanpa dibayar, atau mau membukakan pintu bagi karyawan dan menyapu ruangan, pun bukan tugasnya." Hal2 yang dilakukan oleh Abah dari Fely. Hal2 sederhana yang berarti. - Ketika Mempertanyakan Cinta: Febty Febrianti
Banyak wanita muda—termasuk saya—yang merasakan sejumlah dilema ketika akan menikah muda. Banyak pertanyaan berseliweran di kepala tentang cinta, sosok pendamping hidup, potongan2 penggalan ayat suci, serta setumpuk kecemasan berseliweran di kepala. Tulisan Febty cukup meresensi itu semua. Dan karena menurut Helvy TR "Cinta harus ditumbuhkan setiap hari," dari tulisan Febty kita belajar bagaimana proses cinta itu bertumbuh. - Satu Rindu: Listya Arisanti
Seperti tak banyak orang yang bersedia membaktikan waktu, tenaga, dan hidupnya untuk alam, saya piker, tak banyak juga orang yang bersedia membaktikan waktu, tenaga, dan hidupnya untuk menyebarkan dakwah di lingkungan sekolah. Disini, Listya menuliskan dengan rinci, bagaimana si tokoh menginspirasinya untuk kembali berkomitmen dan konsisten pada dakwah di sekolah. Karena seperti yang diucapkan si tokoh "Istirahatnya seorang muslim, nanti setelah kita di syurga.." - Menambal Hati: St. Fatimah
Dari judulnya saja sudah memikat mata saya. "Menambal Hati". Judul yang pas dengan isi cerita, tokoh penambal ban yang dalam percakapan sederhananya mengajarkan tentang kehidupan. Di sini, kita jadi tahu, bahwa pelajaran ttg kehidupan bisa didapat dimana saja, oleh siapa saja. Bahkan dari seorang penambal ban sekalipun. - 7.500 Rupiah: Asma Sembiring
Bahasanya kuat, isi kuat dengan sentuhan ironisme. Didukung gaya penulisan yang tidak monoton. Simpel tapi diolah dengan gaya bertutur yang enak. Saran: lebih dieksplorasi lagi sisi pengalaman penulis dan sang ibu. - Love Miracle From The Andes: Syafa'atus Syarifah
Sangat inspiratif meski penulisannya berdinamika lambat.Tema yang ditawarkan adalah resep keunggulan. - Kekayaan Berharga: Catur Catriks
Pengalaman nyata memang selalu mengesankan. Kekuatan ceritalah membuat saya memilih tulisan ini. Meski ending perlu dibikin lebih menyentak dan gaya bertutur yang perlu dibikin lebih kontemplatif. - Mimpiku di Sangatta: Sismanto
Cerita dengan warna lokal sedang trend, dan selalu menarik. Ini kelebihan tulisan ini. - Nikmat-Nya yang Tak Terhingga: Novi Khansa'
Cerita sederhana. Namun gaya bertutur penulis yang unik membuatnya layak dijagokan. - Lin, Aku Belajar Banyak Darimu: Setta
Pengisahan yang dramatis ditopang pengalaman nyata yang kuat sehingga tulisan ini cocok jadi andalan. Dan inilah hasil lengkap artikel-artikel inspiratif dan puisi yang terpilih: Artikel-artikel inspiratif yang terpilih: 1) 7.500 rupiah (Asma Sembiring) 2) Ibu (Arham Kendari) 3) Love Miracle From The Andes (Syafa'atus Syarifah) 4) Kekayaan Berharga (Catur Catriks) 5) Mimpiku Di Sengatta (Sismanto) 6) Nikmat-Nya Yang Tak Terhingga (Novi Khansa) 7) Lin, Aku Belajar Banyak Darimu (Setta) 8) Aku Sayang Ibu (Yudhi Mulianto) 9) Pelajaran Menulis (Retnadi Nur'aini) 10) Ksatria Hingga Senja (Hamasah Putri) 11) Trouble Maker (Benny Oktaviano) 12) Cerita Di Balik Rumah Kopel (Ichen Zr) 13) Kekuatan Sang Pemimpi (Jenny Jusuf) 14) Bersahabat Dengan Alam (Siu Elha) 15) Nasi Goreng (Lia Octavia) 16) Rindu Abah (Fely Hilman) 17) Ketika Mempertanyakan Cinta (Febty Febrianti) 18) Menambal Hati (St Fatimah) 19) Satu Rindu (Listya Arisanti) Puisi-Puisi yang terpilih: 1) Adalah Niskala Dalam Setiap Harapku (Dani Ardiansyah) 2) Pulang (Novi Khansa) 3) Kepada Laila (Nia Robie) 4) Lukisan (Ain Nisa) 5) Bocah Debu (Divin Nabb) 6) Rasa Yang Membunuh (Penuliz Mizteriuz) 7) Hati Yang Bergolak (Regantini Salsabila) 8) Aku Adalah Sebongkah Batu (Andhini Putri) 9) Sebuah Penyadaran (Lukman Hadi) 10) Tak Cukup (Candrawali) 11) Asaku Mengukir Senja (Rachmad Jr) 12) Bulir Kebeningan (Lanny Megasari) 13) Mujahid Kecil Kami (Bu Has) 14) Sidoarjo Mengemis (Nana S) 15) Menggenggam Cahaya (Lia Octavia) 16) Terkadang (Wildan Fikri) 17) Jika Kuntum Tak Lagi Mekar I (Sayyid Madany Syani) 18) Untuk Ayah (Meyla Farid) 19) Bayang-Bayang! (Dyah Zakiati) 20) If God Was One Of Us (Retnadi Nur'aini) 21) Penyair Padi (Epri Tsaqib) 22) Menuju Tak Terkenang (Arrizki Abidin) 23) Seratus Purnama (Lilyani Taurisia) 24) Jejak Luka 2 (Azwar Nazir) 25) Tebas Saja Leherku (Siu Elha) 26) Kisah Angin (Sunu Hadi) 27) Permainan Hidup (St Fatimah) 28) Panggung Senayan (Yoyong) 29) Kabar Dari Tuhan (Nera Andiyanti) 30) 20 Mei, Seratus Tahun Kemudian (Hasan Bisri BFC) 31) Tahukah Kau Saudaraku? (Inna Putri)
Selamat bagi para penulis yang artikel maupun puisinya terpilih dalam buku antologi ini. Untuk teknis pembayaran investasi, akan dihubungi via japri oleh Panitia. Bagi yang tulisannya belum terpilih, mudah-mudahan tetap bersemangat untuk terus menulis dalam mengambil inspirasi dari setiap peristiwa kehidupan di dunia ini. Terima kasih banyak untuk partisipasi dari sahabat-sahabat semua. SEKOLAH KEHIDUPAN Make a comfort home for all Menggagas Sekolah Tanpa Batas: Menjalin Kebersamaan, Kepedulian, dan Keaktifan Bersama Wassalam, Tim Panitia Buku Antologi Eska
CINTA ITU SEPERTI KUPU-KUPU (pak Teha)
Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang di saat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang "sempurna" bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri. Jangan pernah bilang "I love you" kalau kamu tidak peduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong. Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya... Cinta bukan "Ini salah kamu", tapi "Ma'afkan aku". Bukan "Kamu di mana sih?", tapi "Aku di sini". Bukan "Gimana sih kamu?", tapi "Aku ngerti kok". Bukan "Coba kamu gak kayak gini", tapi "Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya". Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas. Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu izinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya. Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu. Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain, tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu. Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang, lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihmu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan. Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargaimu. Kalau dia tidak "worth it" sekarang, dia tidak akan pernah "worth it" setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi... Nah... Cinta seperti apakah yang kita inginkan? Live as if you were to die tomorrow Learn as if you were to live forever (M. Gandhi)
 | HUT ESKA | May 25, '08 1:11 PM for everyone |
| Start: | Jul 14, '08 08:00a |

Kopdar SK Bandung: Seru, Rame, Happy
Malam masih merayap ditingkahi semilir angin. Aku masih terjaga, setelah menerima telepon dari seorang teman. "Nop, mau ke Bandung, jam segini belum tidur" Maksudku sih sekalian aja begadang, biar nanti aku ga kesiangan bangun. Tapi, yang namanya lelah, aku pun terlelap sesaat dan komputer masih menyala. Kebiasaan yang masih juga aku lakukan. Ketika tubuh menuntut untuk istirahat, aku pun menuju kursi di ruang tamu atau kamar ibu untuk tidur sebentar. Lima belas menit, setengah sampai satu jam, aku akan bangun lagi, berkeliling ke ruangan mencari apa yang bisa aku makan, lalu mulai kerja kembali. Kumandang azan Subuh membangunkanku. Waduh, gawat kesiangan. Padahal rencananya, aku mau bangun pukul 4 untuk mandi dan siap-siap, terus langsung berangkat abis Subuh ke stasiun. Semalam, aku dan mbak Dyah sudah memutuskan untuk naik kereta api dari Stasiun Jatinegara pukul 05.26 agar bisa sampai Bandung pukul setengah sembilan. Kami sudah searching-searching ke situs jadwal kereta api. Dari mulai mau naik dari Bekasi, Gambir, Jatinegara. Rencananya kami janjian pukul 05.15. Aku pun segera mandi, sholat dan bersiap-siap. Semuanya baru selesai sekitar pukul 05.15. Ibu yang melihatku sudah siap, masih menyangsikan keberangkatanku. Pertama, ada kerjaan yang musti aku selesaikan, kedua, aku begadang dan biasanya akan tidur siang ;p. Tapi, ternyata ga hanya aku yang kesiangan. Ketika aku menelepon rumah mbak Dyah, dia pun sama, bangun kesiangan... hihihi, kompak ;p Sempat melaporkan bangun kesiangan ini ke ukhti Sinta... dan diberi tahu beberapa jadwal keberangkatan kereta. Aku pun pamit kepada ibu dan dibekali 2 gelas teh hangat. Karena masih penasaran ingin naik kereta, tentunya juga karena tarifnya yang murah meriah. 15.000 – 20.000 rupiah, kami pun janjian (tetap) di stasiun Jatinegara pukul setengah 7 pagi. Meleset jauh, ya. Hehehe, tapi ketika sampai stasiun, kereta menuju Bandung baru berangkat pukul 08.40. Waduuh... Akhirnya, kami pun, naik angkot menuju UKI. Setahu aku ada pool bus menuju Bandung dan ada banyak bus yang mau masuk tol Cikampek yang berhenti. *** "Yaa... dasar Nopi, hwahahaha" "ya sdh bgt nyampe bdg kontak ya. Nanti dijemput. Bukn nopi kalo gak ktnggln krta.:p" "....Btw, wah jdlnya 'Pacar Ketinggalan Kereta'don:-) cocok deh u masuk MURI utk kategori MOST 'THE AWKWARD TRAVELLER", hehe" Sms-sms itu masuk setelah aku mengabarkan kalau aku dan mbak Dyah ketinggalan kereta. Hehehe :D, padahal sebelumnya sudah ada sms peringatan. "...Ati2 di jln, jgn lupa doa safar & wiridan asmaul husna, biar ga nyasar :-)..." Hehehe, aku ga nyasar, tapi kesiangan bangun dan ketinggalan kereta... Jadi ingat pengalaman waktu Open House di Bogor tahun lalu. Berkali-kali ketinggalan kereta, walau sudah di depan mata dan tinggal naik. Bus yang kami naiki itu bus ekonomi, tarifnya Rp20.000. Murah meriah, euy, cocok bagi kantong kami, hehe. Tapi, ada yang baru kami sadari kemudian. Ternyata, hanya kami, kaum hawa yang jadi penumpang di bus ini. Selama perjalanan, tak rela hanya kuhabiskan dengan tidur, walu ngantuk juga, sih. Pemadangan dari jendela selalu mengusikku. Indah... inilah yang membuatku betah melakukan perjalanan ke mana pun, termasuk di antaranya ke Bogor dan Bandung. Pemandangan itu menyegarkan mataku, mengajakku lagi-lagi untuk berpikir dan merenung. Rasanya menyenangkan sekali, sesaat melepas kepenatan akan berbagai pekerjaan dan pernak-pernik hidupku di ibukota. Alhamdulillah, akhirnya kami sampai sekitar pukul sembilan kurang di terminal Leuwipanjang. Sambil sempet muter-muter cari pintu depan terminal, akhirnya, kami pun bertemu dengan Pak Teha, Sinta dan Ela (newbie SK). Saat itulah gelak tawa dan senyum sapa hadir. Kehangatan, walau Cuma sekadar ledek-ledekan karena ketinggalan kereta. Nopi gitu, lhoh ;p *** Perjalanan dilanjutkan ke sebuah tempat. Aku lupa namanya. Di sana Pak Teha menenteng banyak plastik. Hmm, apa tuh? Hehehe. Mulailah kekonyolan Sinta dimulai. Dia hampir aja salah naik mobil, huehehehe, dan ternyata ga sekali itu terjadi :D. Dan , aku pun hampir ketularan... ;p Selanjutnya perjalanan menuju taman komunikasi kanisius. Berbincang-bincag seru sambil menunggu kedatangan yang lain. Pak Teha mendonasikan segepok buku anak karangan beliau untuk SK dan sekantung jeruk dan air mineral dari Yogya, hehehe.. :D Bunda Ammy pun hadir setelah mengantar anaknya. Huaah, kangen euy... udah lama ga ketemu. Ya iyalah, masak ya iya donk, eeeh, ampun mbak dyah... dapat virus nih dari kang dani :D. Terakhir ketemu bunda Ammy waktu Raker dan Halbil di Lembang bulan November lalu. Tak berapa lama, ketika aku dan mbak Dyah ke luar menuju minimarket, kami berpapasan dengan seseorang yang wajahnya sudah pernah nongkrong di majalah, hehe, boong deng, maksudnya wajahnya ada di kontak MP dan YM :D. jreng... "Mas Hadian, ya" ujar aku SKSD. Ternyata tidak hanya suaranya aja yang besar, badannya pun tidak kalah besar, hehehe, pisss :D Sambil menunggu yang lain, kami berbincang seru sambil mencicipi oleh-oleh yang dibawa mas Hadian dari Kalimantan. Teh Levi tergopoh-gopoh hadir di antara kami. Rupanya dia kesasar. Horeee, ada temennya, lho. Lho.. lho.... Selama obrolan santai, Pak Teha dan Sinta sempat menelepon Achie yang baru aja melahirkan. Selamat, ya Chi dan Fety yang berhalangan hadir karena sakit. Hiks, hiks... udah sampe Badnung ga bisa ketemu Fety juga... padahal kangen nih. Budi yang baru aja pindah kerja ke Bandung juga tak bisa hadir karena pulang kampung. Yah, ga jadi deh, makan nasi timbelnya, Bud ;p *** Diskusi dilanjutkan di tempat makan. Hehehe, diskusi sambil makan donk ;p. Ada beberapa titipan dari ketua SK, mas Nursalam untuk SK Bandung. Ada banyak usulan dan rencana kerja. Lengkapnya, baca tulisan mas Hadian aja, ya, hehehe. Aku kan nulis ini versi diary. Tapi, ada beberapa hal yang aku ingat. SK adalah milis Sekolah Kehidupan. Ya iyalah..... masak ya iya donk.. duuh... Maksudnya, ada banyak hal yang perlu kita sadari. Maksudnya, berkaitan dengan kehidupan gitu, lho... Kenapa kita ga ngadain acara kayak Baksos, loba-lomba untuk anak sekolah, dll. Hmm, kayaknya SK Bandung bakal jadi pelopor, deh... Tak berapa lama, di tengah diskusi, makanan pun datang. Wah, kenyang euy.. enak dan teh tong tji-nya itu, lho, hehehe, enak :D. Makasi ya Pak Teha :) Jam menunjukkan pukul satu. Bunda Ammy mengajak kami ke Mesjid Salman ITB. Ada saja keinginan ke mana-mana setelah ada di Bandung. Ke lembang, yuk, ke Tangkuban perahu yuk, ke Bosya (nulisnya gimana, sih?). Huhuhuhu, banyak maunya :D Sekitar pukul 1 lewat kami pun meluncur ke Mesjid Salman ITB, melewati Bon-Bin.. Kapan jadinya kita ke sini, Sin? Akhirnya kami pun sampai ke masjid untuk menunaikan shalat. Setelah shalat, Bunda Ammy dan Zahra serta teh Levi pun pamit. Kami mengobrol-ngobrol sambil menunggu kedatangan Pak Teha dan Bunda Icha, yah masih bahas tentang SK, donk. Tak berapa lama, mas Hadian datang membawa sekantung belanjaan dari Kartika Sari. Masing-masing dari kami dapat oleh-oleh. Makasi ya mas Hadian... yang ternyata umurnya ga jauh beda dengan umurku, tapi lebih "bermutu". Hehehe, piss lagi :D Tak berapa lama, Bunda Icha dan Pak Teha datang. Waaah, bunda... sesama orang Jakarta, kita malah ketemunya di Bandung, ya? :D. Setelah menunggu selesai shalat Ashar, kami pun bermaksud "jalan-jalan" lagi, huehehe..., tapi tampaknya, mbak Dyah ingin naik kuda. Hehehe, iya aku juga... :D. Jadilah kami putri berkuda puith, yang mengelilingi Mesjid Salman ITB mencari pangeran ;p. Fiyuh, saking tegangnya, aku sempat gemetaran dan menarik kekangnya terlalu kencang, sampai akhirnya bisa sedikit menguasai dan menikmati. Seingatku, ini yang kedua kalinya aku naik kuda. Yang pertama, ketika masih SD atau SMP bersama almarhum bapak. Hmm, kalau naik kuda-kudaaan di Fun Game, ga diitung ya ;p. Rasanya seru dan asyik aja saat itu sampai-sampai aku sempat lupa bayar dan jadi bahan ketawa teman-teman... hehe *** Setelah itu, kami pun meluncur, ke BMK menemani Bunda yang mau makan. Nemenin, tapi ikut makan juga, halah... Ternyata ga hanya pisang versi Taufik, mas Hadian dan Ipin, yang gratis, tapi juga kerupuk. Hehhehe. Masih membahas, lagi-lagi soal SK. Ya iyalah... ;p... sampai akhirnya mulai lelah dan mengantuk. Kami harus pulang ke Jakarta. Bunda Icha memilih naik travel, sedangkan aku dan mba Dyah memilih naik bus ekonomi dari terminal Leuwipanjang. Sebelum masuk menuju terminal, Pak Teha membekali kami Brownies kukus amanda dan batagor yang yummy... Waah, speechless, deh... untuk bapak yang satu ini. Kami bener-bener seneng, nyaman, dan bahagia banget. Sebuah kehangatan yang tak ternilai bagi kami. Saat itu, oleh-leh yang kami bawa, adalah bekal dari teman-teman. Yang tadinya Cuma bawa tas, jadi membawa tentengan... ga Cuma satu, tapi dua, tiga... makasi, makasi, ya.... Akhirnya, kami berpisah, setelah aku dan mbak Dyah memasuki bus Ekonomi jurusan Jakarta. Kebersamaan yang tak terlupakan hingga ketika aku menuliskannya hari ini. Mbak Dyah, perjalanan bersamamu juga memberi banyak arti dan itu sangat menyenangkan. Ingin, aku akhiri cerita indah ini dengan tulisan Pak Teha Biarkanlah cahaya persahabatan ini saling menyinari di antara kita seperti cahaya yang melewati sebuah prisma. bersama-sama, kita menciptakan sebuah pelangi yang memungkinkan dunia melihatnya. terima kasih untuk kehangatan persahabatan dan persaudaraannya. di sinilah kita belajar tentang hidup dan kehidupan. memberi makna sejati tentang sekolah kita, sekolah kehidupan.
http://akunovi.multiply.com/photos/album/56/KOPDAR_SK_BANDUNG
Form Biodata: ============== biodata penulis ==================
Nama Asli (sesuai KTP): ....................................... Nama Pena: ..................................... Usia: ......................................... Jenis Kelamin: ................................... Alamat: ................................................................................ Kode Pos: ............................... No. Telepon: HP: ........................... Rumah: ..................... Kantor: .......................... Rekening Bank (sebutkan nama bank, cabang mana, atas nama siapa, serta no. rekeningnya): ............. Judul naskah yang dikirim: ....................................... Pengalaman di bidang penulisan atau karya-karya yang dibukukan (kalau ada): ......................................................................... ......................................................................... ......................................................................... ......................................................................... ......................................................................... .........................................................................
Karena ada waktu Maka peristiwa-peristiwa berlalu darimu Dengan tak lupa meninggalkan jejaknya Dan karenanya, kau akan menjadi terlalu peka Atau malah semakin bebal
Tapi pasti kau akan segera menyadari Ketika dirimu tidak mencapai atau berhasil untuk gagal Maka kau akan lebih terbuka Atau malah semakin mengecilkan hatimu Dan diam di dasar jurang Padahal hanya sebuah perbedaan tipis ketika semuanya belum menjadi akibat
Tetapi, Semua orang akan tetap melangkahkan kaki Walau mungkin tak ada janji Tidak ada kontrak Tidak ada kepastian Tapi kamu akan tetap berjalan, bukan?
Maka bangunlah jalanmu mulai hari ini Dan kau bisa menentukan tujuan Di sana ada taman Di lain tempat ada aneka pilihan Tapi bawalah bunga yang kau pilih Jangan mengharap orang lain menentukan dan menawarkannya kepadamu
Di sepanjang perjalanan mungkin tak ada kepastian Dan jika kau tidak bisa menjadi pelita Jangan paksakan Terang tidak harus diciptakan oleh setiap orang Tapi kau bisa mengatasinya dengan cara mendekati cahaya
Pada akhirnya kau akan tahu Ini adalah urusanmu sendiri
Tapi mulailah membangun Dengan mata yang lebih terbuka Dengan pandangan seorang dewasa
Kamu, Dengan dirimu yang begitu berharga Pasti bisa tertawa di kedalaman makna Sesungguhnya
[Nikahan mas Nursalam] Akhirnya, sampai... 
Sejumput kisah cinta hadir Di antara derai hujan sunyi Kuingin sampaikan kabar Keindahan pada bintang Kuingin berikan salam Pada bulan nan merona... Indahnya Cinta.... Tertaut karena-Nya.... ------------------------------------------------------- Di sini ingin kami sampaikan sebait doa... Moga sudi Engkau mengijabahi... Tuhan, Jadikan cinta mereka abadi... Setiap detik yang terlewati Dalam keindahan kasihMu Ini nih puisi yang saya buat untuk menemani kado saya dan Sinta untuk mas Nursalam dan mbak Yuni. Sinta sih oke-oke aja setelah membabat satu bait yang ga perlu. Jadi ingat perjalanan kami menuju tempat indah ini, cieeeeeh... Berbagai pernik-pernik hadir mewarnai. Dari mulai sepatu yang nyemplung di genangan air pas naik motor di jalanan ga rata dan mesti membeli kaos kaki, bingung mau naik angkot apa, hingga bertemu bapak baik hati. Yang jelas ini jadi pengalaman baru buat Sinta, hehe, karena kalo saya mah sudah biasa nyasar ;) dan terjadi hal aneh di jalanan :D. Tapi, Sin... walau begitu saya tetap senang jalan-jalan ;). ------------------ Pagi itu saya dan Sinta sudah siap berangkat, sebelumnya kami sempat m |
|