berbagi cinta, berbagi cerita

novi khansa's posts with tag: dear diary

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag dear diary
Blog EntryCinta kan membawamu kembali di siniMay 5, '08 12:40 AM
for everyone

Cinta kan membawamu kembali di sini

Menuai rindu membasuh perih

 

Bawa serta dirimu

Dirimu yang dulu...

 

.........

 

 

Lagu itu kusenandungkan dalam hati ketika ku menjejakkan langkah kaki ini di sebuah tempat yang selalu kurindukan. Letaknya memang cukup jauh dari rumahku. Butuh waktu paling tidak satu setengah sampai dua jam untuk sampai di sini.

Subhanallah... rasanya rindu sekali.

***

 

 

Bermula dari undangan yang kudapat dari adik kelas tentang pertemuan alumni di dekat masjid kampus. Hmm, undangannya sih udah lama, tapi justru itu, aku malah jadi lupa. Yah, pagi itu, aku membuka SMS yang telat masuk. ”Kak, ditunggu ya” Aku pun baru sadar, oh ya ada pertemuan itu, duuuh, aku lupa memperbarui kalender dindingku, pantas saja terlewat, ditambah, malam sebelumnya aku begadang sehingga mengambil waktu pagi untuk tidur... (kamu akan mengerti kalau tahu kondisi rumahku J)

 

Ketika menerima SMS itu aku sedang berada di sebuah toko buku yang bersebelahan dengan kantor tempat aku mengambil pekerjaan. Akhirnya, aku coba meng-SMS dan menelepon. Rupanya masih ada pertemuan lanjutan yang bisa kuhadiri.

”Insya Allah, paling lama 1 jam aku sampai sana” ujarku mantap. Rasa bersalah  juga membiarkan Hp penuh dengan pesan dan tak menghapusnya.

 

Bus dan mobil berlalu lalang di hadapanku, tapi tak satu jua bus jurusan Depok lewat. Pokoknya, lima belas menit lagi, kalau ga ada, aku pilih lewat pasar minggu atau pulang. Tak lupa aku SMS adik kelasku, kalau memang kelamaan, tak perlu menunggu aku dan aku minta dia mentransfer apa isi pertemuan hari itu. Ahamdulillah, Kopaja lewat di hadapanku.  

 

Akhirnya, kupijakkan kaki ini lagi di sebuah kota yang memberi warna dalam hidupku. Tempat yang menjadi saksi banyak kisah yang menjadi momentum perubahanku.

 

Aku susuri jalan yang tampak ramai, berbeda sekali dengan keadaan di tahun pertama aku kuliah, 8 tahun lalu. Aku masuki gang Kapuk. Di sini aku pernah ngekos. Kosanku yang kedua. Aku hanya bertahan sebentar. Padahal aku sudah bayar kos 2 bulan. Di sini nyaman, enak, makan dua kali sehari disediakan, pakaian dicucikan dan fasilitas lengkap. Tapi, justru itu, aku merasa bersalah telah menghamburkan uangku untuk kos yang bagi keluarga kami sangat eksklusif ini. Belum lagi, jumlah penghuninya yang banyak. Ada dua kubu. Anak atas dan anak bawah. Fiyuh... aku tak merasa menyesal ke luar dari sana.

 

Belok ke kanan dan bertemu sebuah stasiun yang selalu ramai. Aku kembali teringat memori masa lalu. Di tempat ini seorang sahabat mengabarkan kalau aku dicalonkan menjadi ketua Musola Putri Jurusan ketika menginjak semester 3. Apa harapan mereka terhadap aku yang masih banyak kekurangan hingga akhirnya memilih sebuah jalan indah. Mungkin jalan yang belum pernah aku pikirkan ketika beranjak dewasa.

 

Aku langkahkan kaki, menyebrangi rel kereta sambil melihat kanan dan kiri. Terus berjalan hingga kulewati danau yang luas. Ada banyak orang yang bersantai di sana. Pasangan, sekelompok mahasiswa, hingga orang-orang yang memancing ikan di pojokan.

 

Aku SMS adik kelasku dan menanyakan lokasi tempat pertemuan kami. ”Selasar kiri” tempat yang sering dipakai ketika ada pertemuan-pertemuan di masa kuliah dulu. Aku dapati wajah-wajah adik-adik kelasku di sana. Menyambutku dengan senyuman dan sapa. Alhamdulillah, entah kenapa rasanya aku memang sangat merindukan mereka. Wajah-wajah muda, penuh semangat. Wajahku di kala aku masih kuliah dulu...

 

Aaah, andai aku bisa melihat masa lalu. Ingin rasanya kurasakan lagi masa-masa itu. Masa yang tak pernah terlupakan. Masa ketika ghirohku mempelajari Islam begitu tinggi. Hingga aku hampir terpleset pada sebuah aliran sesat tanpa aku ketahui sebelumnya hingga aku mulai dibukakan mata. Saat itu juga masa adalah masa ketika aku mulai memerhatikan cara berpakaianku hingga menyadari kalau selama ini aku telah salah mengartikan hijab dan mulai merapikannya. Di sini, terlalu banyak yang terjadi di sini, hingga selalu kurindukan...

 

 

Ya Allah cinta yang membawaku kembali.

Kecintaanku kepada-Mu-lah yang membawaku kembali.

Cinta juga yang membawa hati dan perasaanku untuk ada di sini.

Jauh dari tempat baruku. Jauh dari segala aktivitasku yang berbau dunia.

Cinta, cita dan harap... pada-Mu yang mengajakku untuk ada di sini...

Mudahkanlah urusanku untuk meniti lagi jalan menuju cinta kepada-Mu.

 

 


Blog EntryDear diaryApr 25, '08 1:03 PM
for everyone
Dear diary...

Dua hari yang lalu aku menemukan sebuah buku yang tebal. Buku itu berwarna hitam.

Pada kover buku bagian atas ada tulisan angka 2001, ada tempelan timbul wajah seorang gadis lucu berkepang dua. Di bagian bawahnya ada nama penerbit tempat bapak pernah menulis bukunya.

Yups, buku ini diberikan bapak kepadaku. Buku yang kemudian mewarnai hari-hariku ketika kuliah di kampus Politeknik Negeri Jakarta (dulu Poltek UI, ntar bakal jadi UI college...;)). Di bagian kover belakang, ada sticker dengan tulisan: Be a good moslem.. and die as syuhada...



Kubuka satu demi satu halaman agenda itu. Kutemukan data pribadiku. Ada nama
lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat dan telepon rumah, dan alamat email yang kini tak lagi terpakai. Dolls_nouv dan hi_nouv... Yang satu di astaga, dan yang lain di lovemail...

Hingga kutemukan sebuah halaman...


--------------------------

kenapa harus kujalani detik itu, menit dan jam... hari itu?

kenapa waktu lebih sering pergi meningglkanku dibanding menyapaku?

kenapa aku begitu buta?

kenapa aku begitu terbuai keindahan semu?




temukan dirimu dalam tangis

temukan dirimu dalam sesal

temukan dirimu dalam duka

dari segala lara yang menghiasi dirimu

tapi kau adalah kau

tidak ada kepura-puraan



---------------------




Aku ga tahu kenapa aku nulis kata-kata ini? Aku juga ga inget kapan? ada apa? bagaimana?

Tapi, aku percaya...
dalam setiap kata-kata yang terukir di atas kertas, di file komputer, di mana pun memiliki arti buatku... dan mungkin juga buat orang lain :)

Aku percaya...
aku bisa belajar dari apa pun dan dari mana pun



*mode.serius.on


--------









pssst, kalau isi kertasnya itu
bon atau catatan utang juga berguna, lho. kan kita jadi tahu harga cabe keriting sama kol gepeng jaman dulu sama jaman sekarang... dan, hmmm, ternyata dari dulu gw orangnya serius dan pinter nulis, ya :hihi:

*mode.narsis&gajelas.on ;p


 



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help