berbagi cinta, berbagi cerita

novi khansa's posts with tag: dakwah

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag dakwah
Photo Albumbuletin smu (2 photos)May 6, '08 11:44 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
:D
cari-cari.. tulisan lagi buat buletin SMU
cari-cari donatur juga...

Blog EntryCinta kan membawamu kembali di siniMay 5, '08 12:40 AM
for everyone

Cinta kan membawamu kembali di sini

Menuai rindu membasuh perih

 

Bawa serta dirimu

Dirimu yang dulu...

 

.........

 

 

Lagu itu kusenandungkan dalam hati ketika ku menjejakkan langkah kaki ini di sebuah tempat yang selalu kurindukan. Letaknya memang cukup jauh dari rumahku. Butuh waktu paling tidak satu setengah sampai dua jam untuk sampai di sini.

Subhanallah... rasanya rindu sekali.

***

 

 

Bermula dari undangan yang kudapat dari adik kelas tentang pertemuan alumni di dekat masjid kampus. Hmm, undangannya sih udah lama, tapi justru itu, aku malah jadi lupa. Yah, pagi itu, aku membuka SMS yang telat masuk. ”Kak, ditunggu ya” Aku pun baru sadar, oh ya ada pertemuan itu, duuuh, aku lupa memperbarui kalender dindingku, pantas saja terlewat, ditambah, malam sebelumnya aku begadang sehingga mengambil waktu pagi untuk tidur... (kamu akan mengerti kalau tahu kondisi rumahku J)

 

Ketika menerima SMS itu aku sedang berada di sebuah toko buku yang bersebelahan dengan kantor tempat aku mengambil pekerjaan. Akhirnya, aku coba meng-SMS dan menelepon. Rupanya masih ada pertemuan lanjutan yang bisa kuhadiri.

”Insya Allah, paling lama 1 jam aku sampai sana” ujarku mantap. Rasa bersalah  juga membiarkan Hp penuh dengan pesan dan tak menghapusnya.

 

Bus dan mobil berlalu lalang di hadapanku, tapi tak satu jua bus jurusan Depok lewat. Pokoknya, lima belas menit lagi, kalau ga ada, aku pilih lewat pasar minggu atau pulang. Tak lupa aku SMS adik kelasku, kalau memang kelamaan, tak perlu menunggu aku dan aku minta dia mentransfer apa isi pertemuan hari itu. Ahamdulillah, Kopaja lewat di hadapanku.  

 

Akhirnya, kupijakkan kaki ini lagi di sebuah kota yang memberi warna dalam hidupku. Tempat yang menjadi saksi banyak kisah yang menjadi momentum perubahanku.

 

Aku susuri jalan yang tampak ramai, berbeda sekali dengan keadaan di tahun pertama aku kuliah, 8 tahun lalu. Aku masuki gang Kapuk. Di sini aku pernah ngekos. Kosanku yang kedua. Aku hanya bertahan sebentar. Padahal aku sudah bayar kos 2 bulan. Di sini nyaman, enak, makan dua kali sehari disediakan, pakaian dicucikan dan fasilitas lengkap. Tapi, justru itu, aku merasa bersalah telah menghamburkan uangku untuk kos yang bagi keluarga kami sangat eksklusif ini. Belum lagi, jumlah penghuninya yang banyak. Ada dua kubu. Anak atas dan anak bawah. Fiyuh... aku tak merasa menyesal ke luar dari sana.

 

Belok ke kanan dan bertemu sebuah stasiun yang selalu ramai. Aku kembali teringat memori masa lalu. Di tempat ini seorang sahabat mengabarkan kalau aku dicalonkan menjadi ketua Musola Putri Jurusan ketika menginjak semester 3. Apa harapan mereka terhadap aku yang masih banyak kekurangan hingga akhirnya memilih sebuah jalan indah. Mungkin jalan yang belum pernah aku pikirkan ketika beranjak dewasa.

 

Aku langkahkan kaki, menyebrangi rel kereta sambil melihat kanan dan kiri. Terus berjalan hingga kulewati danau yang luas. Ada banyak orang yang bersantai di sana. Pasangan, sekelompok mahasiswa, hingga orang-orang yang memancing ikan di pojokan.

 

Aku SMS adik kelasku dan menanyakan lokasi tempat pertemuan kami. ”Selasar kiri” tempat yang sering dipakai ketika ada pertemuan-pertemuan di masa kuliah dulu. Aku dapati wajah-wajah adik-adik kelasku di sana. Menyambutku dengan senyuman dan sapa. Alhamdulillah, entah kenapa rasanya aku memang sangat merindukan mereka. Wajah-wajah muda, penuh semangat. Wajahku di kala aku masih kuliah dulu...

 

Aaah, andai aku bisa melihat masa lalu. Ingin rasanya kurasakan lagi masa-masa itu. Masa yang tak pernah terlupakan. Masa ketika ghirohku mempelajari Islam begitu tinggi. Hingga aku hampir terpleset pada sebuah aliran sesat tanpa aku ketahui sebelumnya hingga aku mulai dibukakan mata. Saat itu juga masa adalah masa ketika aku mulai memerhatikan cara berpakaianku hingga menyadari kalau selama ini aku telah salah mengartikan hijab dan mulai merapikannya. Di sini, terlalu banyak yang terjadi di sini, hingga selalu kurindukan...

 

 

Ya Allah cinta yang membawaku kembali.

Kecintaanku kepada-Mu-lah yang membawaku kembali.

Cinta juga yang membawa hati dan perasaanku untuk ada di sini.

Jauh dari tempat baruku. Jauh dari segala aktivitasku yang berbau dunia.

Cinta, cita dan harap... pada-Mu yang mengajakku untuk ada di sini...

Mudahkanlah urusanku untuk meniti lagi jalan menuju cinta kepada-Mu.

 

 



Link: http://www.eramuslim.com/berita/int/6b02125833-basmah-wahbah-presenter...

Sedih, deh..

orang susah berjuang, kok malah dilepas....

beritanya sih udah lama, tapi miris juga...

ga tahu kabarnya sekaran? moga dipakai lagi jilbabnya... amiiin :)

Link: http://www.eramuslim.com/berita/int/7418111636-dua-presenter-tv-mesir-...

Susahnya seorang presenter TV memperjuangkan jilbab di Mesir yang notabene sebagain besar memakai jilbab....

tapi di Indonesia juga, ya... Ada ga sih presenter berita yang pakai jilbab????

eh, ya.. lumayan baru lho, april 2007.. semoga perjuangan mereka berhasil amiiin.....

Assalamu'alaikum.....

Teman-temanku yang baik... yang aku cintai karena Allah...

tulungin aku, dung...

aku n fren di lingkungan aku mau ngadain pesantren kilat di daerah rumahku... setelah beberapa kali tertunda.. padahal dulu waktu jaman jebot, pas aku masih SD, sering banget ngadai pesantren kilat dan pesertanya membludak...

tapi sekarang eh waktu itu saudara-saudara... pesertanya justru banyak anak kecil.. anak yang smp atau smu (target sekarang) malah cuma dikit... hiks... hiks

sebenernya apa sih yang menurut kalian para remaja smp atau smu biar tertarik????

atau teman-teman yang sudah pengalaman... bantuin dunks kasih masukan...
pekan ini aku musti maju, nih.. (belum telat, kan??? lagian kita ngadainnya pekan ke-2/ke-3 ramadhan... kok)

plisssssssss... bantuin dunks

makasi bangets...

wassalam


Blog EntryJilbab & JilbabAug 24, '07 5:49 AM
for everyone
Topik pekan ini lagi bahas jilbab...

Pertama
Belum lama salah satu menti aku menelepon kalau temannya yang setelah baca buku Ayat-Ayat Cinta jadi ingin memakai jilbab... Subhanalloh..

"Gimana, ya mbak.. nanti kalau dia tanya-tanya, tapi aku ga tahu.."
Kebiasaan adik-adik mentiku yang masih merasa "ga ngerti dan ga tahu apa-apa" plus takut walau ada dalam keinginan mereka untuk mengajak orang kepada kebaikan.

"Gimana kalau aku pinjemin buku Jilbab Pertamaku"

"iya iya..."
Buku itu sudah beredar lama sekaliii... Cuma balik ke aku sekali, eh kembali berputar ke mana-mana lagi

senengnya...

Kedua
"Mbak, kata istri sepupuku aku disuruh lepas jilbab dulu sebelum dapat kerja, dan baru makai lagi kalau udah kerja" ujar salah satu mentiku lagi.

"Trus kamu jawab apa"

"No comment" ujarnya tapi saat itu maksud dia "no comment" adalah jangan campuri urusan aku makai jilbab. Saat itu menti aku udah ga suka dengan omongan wanita tersebut.

Aku cuma tersenyum dan menambahkan kalau sebenernya ada peluang berdakwah di sana.

One more time, tampaknya adikku yang satu ini belum pede dan terlanjur kesel...


Ketiga
Seorang teman yang sedang mencari pekerjaan bercerita kalau dia harus melepas jilbabnya kalau mau kerja di tempat tersebut...

Tentu saja dia ga mau...

----------------

Lalu, emangnya kenapa dengan JILBAB??? Hari gini gitu lho??? Udah banyak orang pakai jilbab dan di SMU negeri juga udah ga ada alrangan lagi kayak jaman dulu...

Hmm... aku jadi ingat waktu tahun 2004 lalu, aku pernah dapat panggilan kerja di sebuah tabloid baru, entahlah namanya apa.
Aku ingat pada lamaranku di situ aku mencantumkan fotoku yang berjilbab. Jadi, tidak ada masalah. Dia sudah tahu aku berjilbab.
Tapiiiiiiiii, di sela wawancara dia menyuruh aku untuk mau merombak jilbabku. Lho, untuk apa? bukannya posisi yang ditawarkan itu jadi redaktur dan ada di dalam ruangan dan kenapa musti dirombak, aku kan bukan reporter atau wartawan yang musti ke lapangan. Lagia apa masalahnya??? Apa model jilbabku ga keren??? Lho aku kan sedang berusaha mengikuti syariat dengan memakai jilbab menutupi dada.

Hmm... sayangnya saat itu, aku ga ngomong apa-apa sama beliau, aku udah ilfil abis karena pernyataan beliau yang aneh-aneh, termasuk di antaranya menyuruhku merombak jilbab. Rasanya, kehormatanku sebagai wanita direndahkan. ceile.....

Hmmm...
padahal di beberapa tempat, aku diterima dengan jilbab aku...
Toh apa ada masalah dengan jilbab?
Apa ada masalah dengan jilbab yang aku kenakan saat ini?







Blog EntryBergembirakah Kita dengan Ramadhan?Aug 14, '07 12:30 PM
for everyone

bagus nih buat muhasabah diri...



Bergembirakah Kita dengan Ramadhan?

6 Okt 06 07:55 WIB


Oleh Sus Woyo

Perjalanan hidup yang terus berguncang-guncang, cita-cita yang nyaris jauh dari keberhasilan, banyaknya masalah yang saya alami setiap kali bulan puasa datang, membuat ada rasa trauma setiap kali Ramadhan hadir di tengah-tengah saya. Sehingga saya menyikapi Ramadhan sebagai sebuah bulan yang tidak menyenangkan bagi saya. Sebab kala itu, ada saja kesusahan yang datang menyapa.

Saya pernah sangat iri dengan teman atau banyak orang di lingkungan saya yang begitu gembira setiap kali Ramadhan datang. Saya tak tahu, apa yang mendasari mereka, sehingga bisa bersikap dan bertindak seperti itu.

Setiap Ramadhan hadir menyapa kita, telinga saya selalu digelitik oleh para Da’i baik lewat ceramah ataupun lewat buletin-buletin dakwah. Bahwa sebagai seorang muslim yang mu’min, tentu akan sangat gembira dengan datangnya bulan agung ini.

Saya bertanya kepada diri sendiri, kegembiraan yang seperti apa ya? Kenapa aku justru sangat gelisah setiap kali memasuki Ramadhan? Saya mencoba menyiasati kalimat yang berdasarkan sabda Rasul itu.

Lewat pengalaman hidup yang begitu panjang, saya bisa mendapat pencerahan dari hal-hal yang berkaitan dengan bulan agung itu. Ternyata selama bertahun-tahun, saya memandang kehadiran Ramadhan seperti layaknya bulan-bulan yang lain. Artinya biasa-biasa saja. Saya ternyata tak begitu serius menyambut Ramadhan dengan sepenuh hati dan jiwa dengan napas ruhani yang kental.

Berkat sering berdekatan dengan teman-teman saya yang paham dengan Islam, saya agak sedikit paham dengan kehadiran bulan suci itu. “Sudah selayaknya kita bergembira denga datangnya bulan berkah ini. Bahkan jika tidak gembira, maka status ke-Islam-an kita perlu dipertanyakan.”

Begitulah isi sebuah bulletin dakwah yang saya temukan di dekat sebuah masjid kampus. Beberapa waktu kemudian, seorang teman menyodorkan kepada saya sebuah kertas yang bertuliskan nasehat Rasulullah SAW menjelang Ramadhan, yang diriwayatkan Ibnu Huzaimah.

“Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu di undang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan puasa dan membaca kitab-Nya.”

Dari sepenggal hadits itu saja, memang sudah selayaknya kita amat gembira dengan datangnya Ramadhan. Sebab betapa banyaknya kemuliaan yang dihamparkan oleh Allah. Jika kita menghitung pahala dari-Nya secara matematis, maka tak ada mesin hitung hasil teknologi manusia manapun yang sanggup menghitungnya.

Jadi mau apalagi yang kita cari di dunia ini? Maka di Ramadhan tahun inipun, saya juga mencoba untuk terus gembira, sebab saya masih diberi kesempatan oleh Allah untuk ikut mengais kemuliaan di bulan agung ini.

Tentu bukan kegembiraan khas anak kecil yang bersorak-sore, karena makan kolak dan main kembang api setiap kali bedug berbuka puasa berbunyi, tapi kegembiraan dalam koridor syari’at yang diimbangi dengan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT. Karena dengan rasa itu semua, kita akan dijauhkan dari api neraka. Pendek kata, kita akan mendapat ampunan dari-Nya. Bukankah Rasulullah telah bersabda begitu?

***
Purwokerto, Sept 06 <woyo_sus@yahoo.co.id>


sumber: Eramuslim, rubrik oase iman

http://www.eramuslim.com/atk/oim/451c6fec.htm

Blog EntryJelang RamadhanAug 14, '07 12:27 PM
for everyone

Walau artikel ini udah lama, tapi masih berguna lho...


Jelang Ramadhan

22 Sep 06 06:24 WIB

Oleh Seriyawati

Persiapan menyambut tamu agung bulan suci Ramadhan sudah dimulai sejak bulan Sya'ban atau bulan Rajab. Malah para sahabat Rasulullah melakukan persiapan menjelang Ramadhan setengah tahun sebelumnya.

Di milis-milis yang saya ikuti pun banyak berseliweran email-email tentang Ramadhan. Kami saling unjuk kegembiraan dalam menyambut bulan yang dinanti-nantikan itu. Ramadhan, bulan yang penuh rahmat, ampunan lagi penuh kebahagiaan. Ganjaran pahala yang berlipat ganda diberikan kepada orang-orang yang beramal saleh.

Bulan Sya'ban adalah bulan di mana orang-orang sibuk. Sibuk memperbanyak amalan, membenahi diri, sibuk membenahi rumah lalu sibuk mempersiapkan mudik. Ada kesibukan lain lagi, yaitu membayar puasa (qadha) yang belum dilakukan dan memperbanyak puasa sunat.

Anas Bin Malik ra. berkata,' 'Ketika kaum Muslimin memasuki bulan Sya'ban, mereka sibuk membaca Alquran dan mengeluarkan zakat mal untuk membantu fakir miskin yang berpuasa.''

Selama 6 tahun tinggal di Jepang, baru sekali saya dan anak-anak merasakan berpuasa dan berlebaran di tanah air. Selebihnya puasa Ramadhan kami lalui di negeri yang minoritas pemeluk agama Islamnya. Sepi. Sedih dan sendiri. Perasaan itulah yang dominan mewarnai hari-hari pertama berpuasa. Tak ada suara bedug atau adzan Maghrib pertanda saat berbuka. Tak ada suara ramai anak-anak pergi sholat tarawih ke masjid. Apalagi lomba adzan anak-anak, belum ada. Riuh pikuk anak-anak, remaja putri dan ibu-ibu yang memakai mukena, tak ada. Hanya terlihat hilir mudik orang Jepang yang bergegas pulang atau pergi.

Menjelang bulan suci Ramadhan, banyak persiapan yang ingin dilakukan. Kesiapan fisik dan mental dicanangkan, amalan-amalan sunat pun dimemokan, surat-surat Al-Quran yang ingin dihapal pun dituliskan. Selain itu membenahi hapalan surat-surat pendek Al-Quran dan sibuk menuliskannya ke huruf Hiragana, agar anak-anak saya mudah menghapalkannya.

Menjauhkan mata dari pandangan yang diharamkan Allah, menyiapkannya untuk mencermati ayat-ayat Al-Quran.
Menyiapkan telinga untuk mendengarkan murottal Qur'an, untaian merdu ayat-ayat Allah dilantunkan dan menjauhkan telinga dari yang tak layak didengar.

Menyiapkan mulut untuk membaca Al-Quran dan berdzikir serta menjauhi dari berkata-kata tak bermanfaat apalagi membicarakan tentang orang lain, yang dengan itu tidak disukainya.
Menjaga tangan, kaki dan anggota badan agar terhindar dari melakukan hal-hal yang tidak disukai Allah. Mempersiapkannya supaya tetap sehat dan kuat untuk melakukan ibadah sholat malam.

Menjauhkan hati dari pikiran-pikiran kotor dan prasangka buruk. Memenuhi hati dengan mengingat-NYA, merindukan-NYA dan harapan berjumpa dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Janji Allah kepada orang-orang yang berpuasa adalah mereka akan bertemu dengan-Nya untuk menerima balasan puasanya itu. Dan janji Allah adalah pasti.

***

Di bulan Ramadhan amalan sunnah dihitung sebagai amalan fardhu, dan amalan fardhu diberi ganjaran 70 kali lipat. Puasa fiisabilillah akan dijauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 tahun.
Puasa Ramadhan akan memberi syafaat di yaumil akhir. Terbukanya pintu surga Ar-Rayyan bagi orang-orang yang berpuasa. Juga menghapus dosa-dosa yang lalu.

"Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain," sabda Rasulullah. Siapa yang tak tergiur dengan balasan sebesar itu?

Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib karomallahu wajhah berdiri dan berkata, "Ya Rasulullah, amal apa yang paling utama pada bulan ini?" "Ya Abul Hasan, amal yang paling utama pada bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah Azza wa Jalla," jawab Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam. (HR Ibnu Khuzaiman, Ibnu Hibban dan Baihaqi).

Jelang Ramadhan dengan mengoptimalkan upaya, memotivasi diri melakukan banyak amalan-amalan selama bulan Ramadhan, yang penuh dengan kebaikan.

Menjelang bulan suci penuh berkah dan rahmat, kita ingin berada dalam keadaan hati yang jernih, ikhlas, lapang dan tenang.
Semoga kita jelang Ramadhan dengan kesiapan fisik yang kuat dan hati yang ikhlas, dan mendapatkan malam Lailatur Qadar, amiin.

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin.

Wallahu'alam bisshowab.

Nagoya, Sept 2006 seri27@bintang7.net

sumber: eramuslim, rubrik oase iman

http://www.eramuslim.com/atk/oim/450ff816.htm


Blog EntryMenyambut Bulan Suci RamadhanAug 14, '07 12:22 PM
for everyone

Akhirnya dapat juga postingan tentang menyambut bulan Ramadhan. Sebenernya banyak, ya? aku aja yang kurang gencar nyarinya.. Oke, deh moga bermanfaat...



Sumber Eramuslim, 13 Agustus 2007, rubrik Ustad Menjawab



Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Senin, 13 Agu 07 05:53 WIB


Assalamualaikum wr. Wb.

Sebelumnya saya ingin mengucapkan Marhaban Ya Ramadahan pada Ustadz dan saudara muslim sekalian. Saya agak prihatin ya pak ustad, beberapa tahun belakangan ini kok penyambutan Ramadhan semakin sepi ya? Maksud saya, kok seperti menghadapi bulan-bulan lain saja, tidak ada kesan mendalamnya.

Tidak seperti waktu saya kecil, setiap mau puasa keluarga dan lingkungan sekitar pasti heboh kalo mau menyambut puasa. Tidak hanya secara pisik tapi secara batin juga. Atau ini perasaan saya saja, karena semakin bertambah umur saya semakin banyak kegiatan dan masalah yang mesti saya hadapi sehari-hari?! Sebenarnya yang harus atau yang sebaiknya kita lakukan dalam menyambut bulam Ramadhan itu apa saja ya pak ustadz?

Satu pertanyaan lagi, benarkah kalau ingin membayar hutang puasa harus dilakukan sebelum nisfu sa'ban? Setelah itu membayar hutang puasa sudah tidak boleh kecuali mengerjakan puasa sunah?

Terima kasih,

Wassalam

Ana

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Menyambut bulan suci Ramadhan memang tidak harus ramai-ramai bikin acara ini dan itu. Karena esensi Ramadhan memang bukan keramaian, melainkan kebahagiaan karena ada bulan di mana kita bisa banyak melakukan amal kebaikan yang lebih.

Jadi esensi menyambut ramadhan adalah bersiap-siap untuk bertempur mendapatkan kesempatan mencari pahala sebesar-besarnya. Dan waktu yang lebih tepat untuk beramal sebaik-baiknya memang Ramadhan, lantaran beberap alasan, antara lain:

1. Setan dibelenggu di bulan Ramadhan, Sehingga kita punya lahan yang lebih luas untuk mengisinya dengan berbagai amal kebajikan. Untuk selama 1 bulan setan akan tidak kebagian lapak.

Tentu kita gembira dengan datangnya Ramadhan, karena musuh kita berkurang jumlahnya dan kita bisa puas-puaskan untuk beramal shalih, berdakwah, mencari ilmu dan mengajarkannya. Kesempatan setan 'cuti' sebulan penuh ini hanya terjadi di bulan Ramadhan, bagaimana kita tidak bergembira?

2. Amal-amal digandakan di bulan Ramadhan
Sehingga amal yang sama kita kerjakan di bulan lain akan diganjar dengan lebih besar bila dilakukan di bulan Ramadhan. Dalam salah satu hadits disebutkan:

عن سلمان الفارسي مرفوعاً من تطوع في شهر رمضان بخصلة من خصال الخير، كان كمن أدى فريضة فيما سواه، ومن أدى فيه فريضة، كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه

Dari Salman Al-Farisy ra yang diriwayatkan secara marfu', "Siapa yang mengerjakan amal sunnah meski kecil, sama seperti orang yang mengerjakan amal fardhu. Siapa yang mengerjakan amal fardhu, seperti mengerjakan 70 amal fardhu."

عن أنس مرفوعاً: (أفضل الصدقة صدقة في رمضان

Dari Anas bin Malik ra yang diriwayatkan secara marfu', "Sedekah yang paling afdhal adalah yang diberikan di bulan Ramadhan." (HR Tirmizy)

Kesempatan beramal kecil tapi diganjar dengan pahala yang besar jarang-jarang terjadi. Bulan Ramadhan ini ibarat bulan diskon gede-gedean atau cuci gudang. Bagaimana kita tidak bergembira?

3. Ramadhan adalah bulan yang punya nilai historis tinggi.

Di antaranya bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Quran pertama kali ke muka bumi. Di mana ibadah di malam qadar dinilai lebih baik dari seribu bulan.

Selain itu di bulan Ramadhan juga terjadi banyak peristiwa historis yang tidak kalah pentingnya. Buat umat Islam di Indonesia, sejarah kemerdekaan tahun 1945 bertepatan dengan bulan Ramadhan.

Sedangkan di dunia Islam secara keseluruhan, di bulan Ramadhan terjadi banyak peristiwa besar, antara lain

  • Perang Badar Al-Kubra (17 Ramadhan 2 H - 13 Maret 623 M)
  • Pembebasan kota Makkah/Fathu Makkah (21 Ramadhan 8 H - 11 Januari 630 M)
  • Bebasnya Mesir dan masuknya dakwah Islam di bawah pimpinan Amru bin Al-Ash (1 Ramadhan tahun 2 H - 26 Pebruari 624 M)
  • Perang Tabuk (8 Ramadhan 9 H - 18 Desember 630 M)
  • Bebasnya Baitul Maqdis dan diserahkan kuncinya kepada Khalifah Umar bin Al-Khattab ra (13 Ramadhan 15 H - 18 Oktober 636M),
  • Kemenangan umat Islam atas dinasti Sasanid, penguasa Persia setelah berhasil membunuh Kaisar Yazdajar III dan berakhirnya kemaharajan Persia (23 Ramadhan 31 H - 625 M)
  • Peristiwa tahkim di mana Ali ra dan Mu'awiyah ra berdamai (3 Ramadhan 37 H - 11 Pebruari 658 M)
  • Bebasnya negeri Sind dari pasukan India di bawah pimpinan Muhammad bin Al-Qashim (6 Ramadhan 63 H - 14 Mei 682 M)
  • Awal bebasnya negeri Andalusia di bawah pimpinan Tarif bin Malik AL-Barbari (1 Ramadhan 91 H - 710 M)
  • Berdirinya Daulah Abbasiyah, khilafah kedua setelah Daulah Umayah (2 Ramadhan 132 H - 13 April 750 M)
  • Bebasnya Byzantium dalam perang Amoria di bawah pimpinan langsung khalifah Al-Mu'tashim billah, setelah mendengar wanita yang beristighatsah karena mengalami pelecehan seksual (6 Ramadhan 223 H - 31 Juli 838 M)
  • Berdirinya Daulah Abbasiyah II di Spanyol (12 Ramadhan 331 H - 9 Mei 943 M)
  • Peletakan Batu Pertama Universitas Al-Azhar Mesir sebagai masjid dan universitas (14 Ramadhan 359 H - 20 Juli 970 M)
    19 Ramadhan 1375 M

4. Ramadhan bulan surga
Umat Islam benar-benar digiring untuk masuk surga di bulan Ramadhan. Sebab mereka diwajibkan berpuasa dan untuk orang yang puasa sudah disediakan pintu khusus di surga yaitu bab Ar-Rayyan.

Demikian juga puasa itu menganjurkan kita untuk bersabar, dan ganjaran untuk orang yang sabar adalah surga.

5. Ramadhan bulan yang menjauhkan dari neraka
Mungkin ada sebagian orang yang berkomentar bahwa sebagai muslim, kita memang pasti masuk surga. Tetapi tetap saja kalau lebih banyak dosa harus mampir dulu ke neraka.

Nah, di dalam bulan Ramadhan ini, Allah SWT menjanjikan amal-amal yang bisa membuat orang akan terhindar dari api neraka. Amal itu adala memberi ifthar kepada orang yang puasa. Mereka yang melakukannya dijanjikan akan selamat dari api neraka.

6. Semangat Kebersamaan Dalam Taat

Ada semangat kebersamaan dan ephoria untuk beribadah ritual yang lebih besar dibandingkan di luar Ramadhan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


http://www.eramuslim.com/ustadz/thr/7811214714-menyambut-bulan-suci-ramadhan.htm




Eventjangan lupaJul 13, '07 11:52 AM
for everyone
Start:     Jul 17, '07 08:00a
Location:     tya's home

Eventfull dayyyyyJul 13, '07 11:48 AM
for everyone
Start:     Jul 14, '07 09:00a
Location:     pd. kelapa

EventBedah Buku Bertaruh Citra DakwahJul 13, '07 11:44 AM
for everyone
Start:     Aug 4, '07 06:00a
Location:     Gd. Sangkarengan, Kantor Gubernur NTB
Penulis Budi Gunawan & Arif Giyanto

Abangku, Budi terbang ke NTB.....insya Allah...

sukses, ya!! Miss u.....bro

EventOpen House Rohis (PSB)Jul 13, '07 11:41 AM
for everyone
Start:     Jul 20, '07 11:00a
Location:     Sekolahan
Yo..yo....yo...mari jadi anak Rohis......dijamin...:)

Don't forget.....

Eventrapat..rapat...rapatJul 11, '07 1:04 PM
for everyone
Start:     Jul 11, '07 11:00a
Location:     sekolah

Linkmau belajar Alqur'an?Jul 3, '07 1:46 AM
for everyone
Link: http://img45.imageshack.us/img45/9322/programtahsinalutsmanioa0.jpg

mau belajar Alqur'an?

buka aja link ini...
aku juga lagi cari-cari t4 sih, trus dikasi tahu di sini...

Blog Entrygimana, yaJul 1, '07 1:46 PM
for everyone
Aku bakal kembali mengikuti aktivitas itu, hmm tapi masih saja dengan keadaan yang sama. Malas, segan, moody...pokoknya ga banget, deh, tapi sekali lagi aku dihadapkan pada kondisi sebagai penggerak. Gemes emang rasanya, padahal bisa saja aku berdallih untuk tidak ambil bagian...

Entah rasa apa yang menggelayuti pkiranku, sepertinya aku ragu untuk melangkah, memulai, membuka dengan hal baru. Aku merasa lelah... Berat rasanya, malas dan aku ga tahu deh...sepertinya ga semangat

Tapi, kok ya...aku ga bisa melepaskan, justru aku mau melaksanakan, dan ga kan membiarkan mereka.

Ya Allah, semoga aku bisa istikomah dan bisa memberan yang terbaik. Di mana lagi aku akan menyemai benih-benih itu kalu tidak di sana, tempat yang subur dan belun ternodai tangan-tangan jahil...

Luruskan niat.

Eventdauroh....neh.....Jun 27, '07 12:22 PM
for everyone
Start:     Jun 30, '07 10:00a
End:     Jul 2, '07
Temen minta bantuin....untuk ikut dauroh....
hmmm......oke deh, aku mau...:)
Insya Allah aku usahain banget...:)

Blog Entryaku merindukanmuJun 26, '07 1:25 PM
for everyone
aku mengajarkanmu
bukan berarti aku yang pintar

aku memberitahumu
bukan berarti aku lebih mengerti

aku mengingatkanmu
bukan berarti aku lebih alim

yang pastinya...
aku menyayangimu
dengan segala rasa yang kupunya

kau memberiku banyak hal
dengan belajar
dengan hikmah
dan kepolosanmu

* untuk para mentiku yang lagi sibuk les untuk SPMB......
aku merindukan kalian........


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help