Wisata buku
(Pengalamanku di hari Kamis, 24 Januari 2008)
Siang yang terik, euy... Hmm kalau saja diri ini tidak dipaksa keluar dari ”goa” dan atau ada janji dengan seorang sahabat. Rasanya malas sekali melangkahkan kaki ini.
Hari itu aku menjadi guide ”berbakat nyasar” dan dapat ”navigasi sesat” dari seorang yang bukan preman daerah sana. Piss, Bro ;)
***
Setelah menemani sobat dan ditraktir makan siang, (thank u sist ;) sekitar pukul satu siang aku pun menyetop mikrolet menuju kampung melayu. Di pikiranku belum pasti akan ke mana. Sayang, kalau pulang, biasanya kalau sudah ke luar rumah, entah ada perlu, entah ke kantor klien, aku biasa memanfaatkan waktu berjalan-jalan. Biasanya, toko buku jadi andalan tempat jalan-jalan.
Akhirnya, aku putuskan ke Gramedia Matraman.
Perjalanan ke kampung melayu, melewati mini market langganan, jalan ke kantor mengingatkanku pada memori april 2007 lalu saat masih terakhir bekerja sebagai desainer grafis di agen desain. Walau cuma wajib stand by 3 kali seminggu, banyak kenangan dan pelajaran yang aku dapat di sana. Sebulan yang lalu aku sempatkan mampir dan hehe, sempat juga online di komputer boss.
Terminal kampung melayu juga menjadi saksi saat aku mengejar jam-jam kuliah di pesantren. Pulang kerja lebih awal, atau sedikit meleset dan kemudian berlari menuju tempat kuliah. Tenaga sisa-sisa untuk mencapai kampus sarat ilmu yang kurindukan itu. Tidak mirip kampus, hanya rumah dengan beberapa ruang yang kelasnya bergantian dengan mahasiswi PGTK, tapi teramat banyak yang kudapat di sana. Thanks to asatiz di sana...

Tak lama berjalan, aku langsung melihat M01, kampung melayu-Senen. Semenjak ada jalur bussway menuju Kota, Senen dll. Perjalanan yang harusnya sebentar sempat tersendat. Bisa dibayangkan pada jam-jam sibuk, macetnya benar-benar tak terkira. Aku memang sengaja menghindari berjalan-jalan pada jam-jam sibuk. Hmmm, bisa ditebak jalanan Jakarta kayak apa. Macet sana sini. Saluuuuut, buat semua para pejuang-pejuang di Jakarta yang setiap harinya mampu menerobos kemacetan dan berbagai pulisi, ups, polusi.
Aku berhenti di gedung nan megah lima lantai. Hmm, sepertinya sudah lama sekali aku tak mengunjungi toko buku yang satu ini. Terakhir, melewati masih dalam pembangunan, padahal sewaktu SMU, aku dan teman-teman sering ke sini. Ga beli buku, tapi ya lihat-lihat.
Niatku ke toko buku itu mencari contoh desain isi untuk buku yang akan aku seting beberapa waktu lagi dan tentunya refreshing dari segala kepenatan dan, hmmm, sekalian mencari peluang di tempat lain.
Begitu memasuki aku tahu aku akan betah berjam-jam di sini. Yah, aku harus ingat, aku tak ada niat membeli satu pun buku di sini. Aku mulai menyusuri lantai demi lantai toko buku itu.
Ketika menginjakkan kaki ke lantai 2, aku dapati sebuah buku yang judulnya aku kenal. ”Wah sudah jadi”. Sebuah buku hasil layout aku dan tim Khansa’. Sedikit mengintip, walau sebenarnya aku tahu isi bukunya seperti apa. Hmm, semenjak me-layout isi buku, kurang dari empat tahun lalu, aku selalu ingin tahu jadinya seperti apa buku yang aku setting. Sekaligus menengok nama aku dan tim di halaman copyright. Yeah, itu adalah salah satu rutinitas pasti kalau aku bertandang ke toko buku. Bisa menjadi ”energi” tersendiri bagi aku yang telah memilih ”zona tidak aman”.
Satu demi satu rak aku telusuri. Aku sampai lupa kalau harus menengok desain isi buku. Yang aku perhatikan justru layout isi, nama layouter dan lain-lain, hingga aku menemukan nama yang familiar di ingatanku. Penulis nge-layout buku... wow, nambah saingan, nih. Kalau penulis aja bisa nge-layout buku, kenapa layouter ga jadi penulis aja, hehe, peace...
Aku masih berkeliling menyusuri rak-rak buku, hingga mulai aku rasakan pegal di kaki. Kursi-kursi di sisi-sisi rak hampir semua terisi. Hmm, ga ada kesempatan untuk duduk, donk.
Tak lupa aku susuri rak-rak buku pelajaran. Sudah beberapa buku bapak tak ada lagi di sana. Konsekuensi menulis buku sekolah, musti ikut kurikulum yang bergonta ganti. Mengingatkanku akan tugas akhir di kampus. Aku coba meneliti kurikulum sebagai penunjang aku memilih kasus peranan editor buku sekolah.
Sebelum meninggal, bapak sudah sempat merevisi sebagian, tapi tak sampai... Aku pun coba mencari buku yang masih direvisi kakak, tapi tak nampak. Rupanya penerbit tak menyalurkan ke toko buku ini atau memang sudah habis. Entahlah.
Sampailah aku di deretan rak-rak buku Chicken Soup. Sejak menamatkan Chicken Soup for the Writer’s Soul, aku kembali tertarik untuk mengintip Chicken Soup yang lain mengingat Chicken Soup-ku yang pertama yang dibeli sewaktu kuliah telah raib. Akhirnya, aku menemukan sebuah Chicken Soup yang sangat menarik hati. Tentang ayah, judulnya sangat eye catching buat aku. ”Gadis Kecil Kesayangan Ayah”. Aku letakkan kembali ke rak buku, sambil mengingat letaknya. Yah, mungkin aku akan membelinya.
Di dekat sana, aku juga melihat dua buku hasil karya Pak Teha. Wow, Guru SK yang satu ini memang hebat, euy ;)

Aku menuju lantai paling atas yang didominasi buku anak-anak. Beberapa waktu lalu, Fikri sangat suka membaca. Akhirnya, benteng pertahananku rubuh demi keponakanku yang ganteng ini. Alhamdulillah, Fikri sudah lancar membaca, walau masih susah melafalkan huruf ”r”. Pernah suatu kali, Fikri tertidur setelah membaca buku. Di sampingnya buku-buku berserakan menemani.
Aku meraih dua buku untuk Fikri setelah menimbang-nimbang, dia harus mendapat bacaan yang sehat. Kemudian, aku raih majalah yang aku duga, pasti disukai Fikri. Hmm, masih dalam batas normal, pikirku menengok buku-buku tipis buat Fikri. Tapi, ketika aku menuju rak ujung, aku langsung tergoda. Wah, bukunya Jacqueline Wilson. Ada lebih dari 3 buku terpajang di sana dan kembali meruntuhkan pertahananku. Sejak membeli The Lottie Project di Trimedia ketika diskon dulu, aku langsung suka dengan tulisan Jacqueline Wilson. Lucu, enak dan penggambaran sosok anak kecilnya oke banget. Selain itu, layout isinya keren. Image dalam buku di-text wrap sehingga tidak membuat lelah. Gambar-gambarnya berupa tokoh dan kejadian. Kartun yang lucu walau sederhana.

Akhirnya, aku meraih 2 buku. Yah, gapapa, deh, buat hiburan. Judulnya The Suitcase Kid, tentang anak korban perceraian yang tiap pekan harus pindah dari rumah ayah ke rumah ibunya yang telah memiliki keluarga masing-masing. Buku satu lagi judulnya The Worry Websites, Situs masalah untuk curhat dan kemudian dicari solusinya bersama. Semua kisah disajikan dengan ringan dan tak memberatkan, tapi juga sarat hikmah.
Sebelum sampai kasir, aku melirik 2 puzzle untuk si kembar. Jadilah, kini belanjaanku mencapai angka sekian.... dan tidak terprediksi. Tapi, hmmm, gapapalah, berarti aku musti melakukan pengiritan lagi, hehe. Tak berapa lama aku segera turun dan aku tak tahan untuk tidak mengambil Chicken Soup tentang ayah.
Fiyuh, aku harus pulang ketika aku mulai tergoda lagi melirik 2 novel keren terbitan Bentang dan 1 novel yang aku prediksi isinya sedih melulu, tapi bikin mupeng. Tampaknya, aku musti me-list buku-buku yang aku inginkan—termasuk Harry Potter—dan mulai menabung.
Menuju lantai 1, aku mencari-cari selotip dan sampul buku. Aku raih segulung sampul, benda yang menjadi favoritku. Yah, aku sangat suka menyampul buku.
Senyumanku mengembang mengakhiri ”perburuan” yang menghasilkan satu kantong penuh buku. Hiburan bagi hati yang penat dan rindu bermimpi. Aku bayangkan Fikri pasti senang dan menyukainya. Aku sempatkan menelepon rumah setelah HP-ku mati saat ”perburuan” berlangsung Mengabarkan ”perburuan” buku untuk si ganteng Fikri. Hmmm, tinggal aku yang akan bingung nanti kalau ditanya
ibu. ”Lha, Nop bukannya ga ada duit”, hehe. Tapi, tampaknya ibu tak terlalu memerhatikan. Beliau hanya menegur, ketika melihatku memboyong setumpuk buku untuk disampul, ”Segitu banyak belinya”. ”Ya, nggaklah” jawabku tanpa memberitahu berapa buku yang aku beli. Aku ga boong, kan... (soalnya selain buku yang aku beli, aku juga bawa setumpuk buku yang belum disampul
gbr:
- buku layoutan, ga nemu buku yg dibeli, jadi narsis aja, hehe
- tanda pengenal yang narsis ;)
- sudut pesantren
- penampakan cililitan dan sekitar ;)
- desain dan layout isi khansa
- me & the lottie project
- fikri
- ketika menyampul buku ;)