berbagi cinta, berbagi cerita

novi khansa's posts with tag: bandung

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag bandung
Blog EntryKopdar SK Bandung: Seru, Rame, Happy May 23, '08 9:02 AM
for everyone


Kopdar SK Bandung: Seru, Rame, Happy






   
Malam masih merayap ditingkahi semilir angin. Aku masih terjaga, setelah menerima telepon dari seorang teman.

"Nop, mau ke Bandung, jam segini belum tidur"

Maksudku sih sekalian aja begadang, biar nanti aku ga kesiangan bangun. Tapi, yang namanya lelah, aku pun terlelap sesaat dan komputer masih menyala. Kebiasaan yang masih juga aku lakukan. Ketika tubuh menuntut untuk istirahat, aku pun menuju kursi di ruang tamu atau kamar ibu untuk tidur sebentar. Lima belas menit, setengah sampai satu jam, aku akan bangun lagi, berkeliling ke ruangan mencari apa yang bisa aku makan, lalu mulai kerja kembali.

Kumandang azan Subuh membangunkanku. Waduh, gawat kesiangan. Padahal rencananya, aku mau bangun pukul 4 untuk mandi dan siap-siap, terus langsung berangkat abis Subuh ke stasiun. Semalam, aku dan mbak Dyah sudah memutuskan untuk naik kereta api dari Stasiun Jatinegara pukul 05.26 agar bisa sampai Bandung pukul setengah sembilan. Kami sudah searching-searching ke situs jadwal kereta api. Dari mulai mau naik dari Bekasi, Gambir, Jatinegara. Rencananya kami janjian pukul 05.15.

Aku pun segera mandi, sholat dan bersiap-siap. Semuanya baru selesai sekitar pukul 05.15. Ibu yang melihatku sudah siap, masih menyangsikan keberangkatanku. Pertama, ada kerjaan yang musti aku selesaikan, kedua, aku begadang dan biasanya akan tidur siang ;p.

Tapi, ternyata ga hanya aku yang kesiangan. Ketika aku menelepon rumah mbak Dyah, dia pun sama, bangun kesiangan... hihihi, kompak ;p

Sempat melaporkan bangun kesiangan ini ke ukhti Sinta... dan diberi tahu beberapa jadwal keberangkatan kereta.

Aku pun pamit kepada ibu dan dibekali 2 gelas teh hangat.

Karena masih penasaran ingin naik kereta, tentunya juga karena tarifnya yang murah meriah. 15.000 – 20.000 rupiah, kami pun janjian (tetap) di stasiun Jatinegara pukul setengah 7 pagi. Meleset jauh, ya. Hehehe, tapi ketika sampai stasiun, kereta menuju Bandung baru berangkat pukul 08.40. Waduuh... Akhirnya, kami pun, naik angkot menuju UKI. Setahu aku ada pool bus menuju Bandung dan ada banyak bus yang mau masuk tol Cikampek yang berhenti.

***

"Yaa... dasar Nopi, hwahahaha"

"ya sdh bgt nyampe bdg kontak ya. Nanti dijemput. Bukn nopi kalo gak ktnggln krta.:p"

"....Btw, wah jdlnya 'Pacar Ketinggalan Kereta'don:-) cocok deh u masuk MURI utk kategori MOST 'THE AWKWARD TRAVELLER", hehe"

 

Sms-sms itu masuk setelah aku mengabarkan kalau aku dan mbak Dyah ketinggalan kereta. Hehehe :D, padahal sebelumnya sudah ada sms peringatan.

 

"...Ati2 di jln, jgn lupa doa safar & wiridan asmaul husna, biar ga nyasar :-)..."

 

Hehehe, aku ga nyasar, tapi kesiangan bangun dan ketinggalan kereta... Jadi ingat pengalaman waktu Open House di Bogor tahun lalu. Berkali-kali ketinggalan kereta, walau sudah di depan mata dan tinggal naik.

Bus yang kami naiki itu bus ekonomi, tarifnya Rp20.000. Murah meriah, euy, cocok bagi kantong kami, hehe. Tapi, ada yang baru kami sadari kemudian. Ternyata, hanya kami, kaum hawa yang jadi penumpang di bus ini. Selama perjalanan, tak rela hanya kuhabiskan dengan tidur, walu ngantuk juga, sih. Pemadangan dari jendela selalu mengusikku. Indah... inilah yang membuatku betah melakukan perjalanan ke mana pun, termasuk di  antaranya ke Bogor dan Bandung. Pemandangan itu menyegarkan mataku, mengajakku lagi-lagi untuk berpikir dan merenung. Rasanya menyenangkan sekali, sesaat melepas kepenatan akan berbagai pekerjaan dan pernak-pernik hidupku di ibukota.

Alhamdulillah, akhirnya kami sampai sekitar pukul sembilan kurang di terminal Leuwipanjang. Sambil sempet muter-muter cari pintu depan terminal, akhirnya, kami pun bertemu dengan Pak Teha, Sinta dan Ela (newbie SK). Saat itulah gelak tawa dan senyum sapa hadir. Kehangatan, walau Cuma sekadar ledek-ledekan karena ketinggalan kereta. Nopi gitu, lhoh ;p

***

 

Perjalanan dilanjutkan ke sebuah tempat. Aku lupa namanya. Di sana Pak Teha menenteng banyak plastik. Hmm, apa tuh? Hehehe. Mulailah kekonyolan Sinta dimulai. Dia hampir aja salah naik mobil, huehehehe, dan ternyata ga sekali itu terjadi :D. Dan , aku pun hampir ketularan... ;p

Selanjutnya perjalanan menuju taman komunikasi kanisius. Berbincang-bincag seru sambil menunggu kedatangan yang lain. Pak Teha mendonasikan segepok buku anak karangan beliau untuk SK dan sekantung jeruk dan air mineral dari Yogya, hehehe.. :D

Bunda Ammy pun hadir setelah mengantar anaknya. Huaah, kangen euy... udah lama ga ketemu. Ya iyalah, masak ya iya donk, eeeh, ampun mbak dyah... dapat virus nih dari kang dani :D. Terakhir ketemu bunda Ammy waktu Raker dan Halbil di Lembang bulan November lalu. Tak berapa lama, ketika aku dan mbak Dyah ke luar menuju minimarket, kami berpapasan dengan seseorang yang wajahnya sudah pernah nongkrong di majalah, hehe, boong deng, maksudnya wajahnya ada di kontak MP dan YM :D. jreng... "Mas Hadian, ya" ujar aku SKSD. Ternyata tidak hanya suaranya aja yang besar, badannya pun tidak kalah besar, hehehe, pisss :D

Sambil menunggu yang lain, kami berbincang seru sambil mencicipi oleh-oleh yang dibawa mas Hadian dari Kalimantan. Teh Levi tergopoh-gopoh hadir di antara kami. Rupanya dia kesasar. Horeee, ada temennya, lho. Lho.. lho....

Selama obrolan santai, Pak Teha dan Sinta sempat menelepon Achie yang baru aja melahirkan. Selamat, ya Chi dan Fety yang berhalangan hadir karena sakit. Hiks, hiks... udah sampe Badnung ga bisa ketemu Fety juga... padahal kangen nih. Budi yang baru aja pindah kerja ke Bandung juga tak bisa hadir karena pulang kampung. Yah, ga jadi deh,  makan nasi timbelnya, Bud ;p

***

 

Diskusi dilanjutkan di tempat makan. Hehehe, diskusi sambil makan donk ;p. Ada beberapa titipan dari ketua SK, mas Nursalam untuk SK Bandung. Ada banyak usulan dan rencana kerja. Lengkapnya, baca tulisan mas Hadian aja, ya, hehehe. Aku kan nulis ini versi diary. Tapi, ada beberapa hal yang aku ingat. SK adalah milis Sekolah Kehidupan. Ya iyalah..... masak ya iya donk.. duuh... Maksudnya, ada banyak hal yang perlu kita sadari. Maksudnya, berkaitan dengan kehidupan gitu, lho... Kenapa kita ga ngadain acara kayak Baksos, loba-lomba untuk anak sekolah, dll. Hmm, kayaknya SK Bandung bakal jadi pelopor, deh...

Tak berapa lama, di tengah diskusi, makanan pun datang. Wah, kenyang euy.. enak dan teh tong tji-nya itu, lho, hehehe, enak :D. Makasi ya Pak Teha :)

Jam menunjukkan pukul satu. Bunda Ammy mengajak kami ke Mesjid Salman ITB. Ada saja keinginan ke mana-mana setelah ada di Bandung. Ke lembang, yuk, ke Tangkuban perahu yuk, ke Bosya (nulisnya gimana, sih?). Huhuhuhu, banyak maunya :D

Sekitar pukul 1 lewat kami pun meluncur ke Mesjid Salman ITB, melewati Bon-Bin.. Kapan jadinya kita ke sini, Sin? Akhirnya kami pun sampai ke masjid untuk menunaikan shalat. Setelah shalat, Bunda Ammy dan Zahra serta teh Levi pun pamit.

Kami mengobrol-ngobrol sambil menunggu kedatangan Pak Teha dan Bunda Icha, yah masih bahas tentang SK, donk. Tak berapa lama, mas Hadian datang membawa sekantung belanjaan dari Kartika Sari. Masing-masing dari kami dapat oleh-oleh. Makasi ya mas Hadian... yang ternyata umurnya ga jauh beda dengan umurku, tapi lebih "bermutu". Hehehe, piss lagi :D

Tak berapa lama, Bunda Icha dan Pak Teha datang. Waaah, bunda... sesama orang Jakarta, kita malah ketemunya di Bandung, ya? :D. Setelah menunggu selesai shalat Ashar, kami pun bermaksud "jalan-jalan" lagi, huehehe..., tapi tampaknya, mbak Dyah ingin naik kuda. Hehehe, iya aku juga... :D. Jadilah kami putri berkuda puith, yang mengelilingi Mesjid Salman ITB mencari pangeran ;p. Fiyuh, saking tegangnya, aku sempat gemetaran dan menarik kekangnya terlalu kencang, sampai akhirnya bisa sedikit menguasai dan menikmati. Seingatku, ini yang kedua kalinya aku naik kuda. Yang pertama, ketika masih SD atau SMP bersama almarhum bapak. Hmm, kalau naik kuda-kudaaan di Fun Game, ga diitung ya ;p. Rasanya seru dan asyik aja saat itu sampai-sampai aku sempat lupa bayar dan jadi bahan ketawa teman-teman... hehe

 

***

 

Setelah itu, kami pun meluncur, ke BMK menemani Bunda yang mau makan. Nemenin, tapi ikut makan juga, halah... Ternyata ga hanya pisang versi Taufik, mas Hadian dan Ipin, yang gratis, tapi juga kerupuk. Hehhehe. Masih membahas, lagi-lagi soal SK. Ya iyalah... ;p... sampai akhirnya mulai lelah dan mengantuk. Kami harus pulang ke Jakarta.

Bunda Icha memilih naik travel, sedangkan aku dan mba Dyah memilih naik bus ekonomi dari terminal Leuwipanjang. Sebelum masuk menuju terminal, Pak Teha membekali kami Brownies kukus amanda dan batagor yang yummy... Waah, speechless, deh... untuk bapak yang satu ini. Kami bener-bener seneng, nyaman, dan bahagia banget. Sebuah kehangatan yang tak ternilai bagi kami. Saat itu, oleh-leh yang kami bawa, adalah bekal dari teman-teman. Yang tadinya Cuma bawa tas, jadi membawa tentengan... ga Cuma satu, tapi dua, tiga... makasi, makasi, ya....

Akhirnya, kami berpisah, setelah aku dan mbak Dyah memasuki bus Ekonomi jurusan Jakarta. Kebersamaan yang tak terlupakan hingga ketika aku menuliskannya hari ini. Mbak Dyah, perjalanan bersamamu juga memberi banyak arti dan itu sangat menyenangkan.

 

Ingin, aku akhiri cerita indah ini dengan tulisan Pak Teha

 

Biarkanlah cahaya persahabatan ini saling menyinari di antara kita seperti cahaya yang melewati sebuah prisma. bersama-sama, kita menciptakan sebuah pelangi yang memungkinkan dunia melihatnya. terima kasih untuk kehangatan persahabatan dan persaudaraannya. di sinilah kita belajar tentang hidup dan kehidupan. memberi makna sejati tentang sekolah kita, sekolah kehidupan.









http://akunovi.multiply.com/photos/album/56/KOPDAR_SK_BANDUNG







 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help