berbagi cinta, berbagi cerita

novi khansa's posts with tag: ada aku

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag ada aku
Blog EntryAku menang.. dapat gratisan :DAug 19, '08 5:36 AM
for everyone
aku menang :D
dari tulisan di sini


http://wehaz.multiply.com/reviews/item/65/Dia_Inspirasiku_Terimakasih


dan dapat buku ini

berarti aku kudu belajar masak, yooooooooooooooo

:)



LinkSekolahkehidupan.comAug 5, '08 1:04 PM
for everyone
Link: http://sekolah-kehidupan.com/

;)

ada gw
ada gw

*narsis mode.on

PENGUMUMAN ARTIKEL INSPIRATIF DAN PUISI TERPILIH UNTUK BUKU ANTOLOGI ESKA


Assalamu'alaikum wrwb

Sahabat-sahabat di mana saja berada terutama sahabat-sahabat Eska, alhamdulillah, setelah melalui penjurian dan penilaian seluruh artikel inspiratif dan puisi yang masuk ke Panitia, dan juga setelah melalui berbagai diskusi dan pertimbangan tim juri dan Panitia Buku Antologi Sekolah Kehidupan, akhirnya telah terpilih sebanyak 19 (sembilan belas) artikel inspiratif dan 31 (tiga puluh satu) puisi untuk Buku Antologi Sekolah Kehidupan.

Terima kasih banyak sebelumnya kami haturkan bagi sahabat-sahabat semua yang telah mengirimkan naskahnya untuk Buku Antologi ini. Launching buku ini insya Allah akan diselenggarakan pada perayaan Milad Sekolah Kehidupan yang kedua pada 27 Juli 2008 mendatang.

Secara umum, kualitas tulisan yang masuk berada di level rata-rata. Namun ada beberapa yang karena kekuatan tema, dan keunikan gaya bahasa, membuat tulisan-tulisan tersebut layak untuk diterbitkan. Yang menjadi indikator penilaian adalah substansi cerita, gaya bertutur, dan kekuatan tema.

Berikut beberapa argumen juri dalam pemilihan artikel inspiratif:

  • Bersahabat dengan Alam: Siu Elha

Tak banyak orang yang peduli pada alam. Pun, tak banyak orang yang sudi membaktikan waktu, tenaga, dan hidupnya pada alam. Orang2 inilah yang ditulis oleh Siu Elha. Di tengah isu pemanasan global, tulisan Siu Elha tentang para tokoh inspiratif lingkungan ini cukup menyejukkan. Semoga dari sini, semua kita bisa belajar untuk bersahabat dengan alam.

 

  • Nasi Goreng: Lia Octavia

Lia sering menulis artikel kontemplatif dengan gaya yang menarik, seperti gaya cerpen. Tapi justru di situ uniknya. Di sini, kita bisa belajar, bahwa utk hal sesederhana kebiasaan berlangganan nasi goreng pada penjual tertentu saja, bisa membuat kita berprasangka. Padahal, tak selamanya perubahan itu buruk. Ini dapat dilihat dari "kejutan kecil" banyaknya pembeli yang antre di belakang penjual nasi goreng pengganti Pak Jangkung.

 

  • Rindu Abah: Fely Hilman

Setiap orangtua bisa menjadi inspirasi kita. Tak terkecuali oleh Fely Hilman. Meski terkesan ditulis dengan tergesa-gesa, namun Fely mampu menggambarkan sosok Abah sebagai sosok yang pekerja keras, jujur, dan sangat memperhatikan kehidupan beragama anak2nya. Seperti yang ditulis Fely "tak banyak PNS yang siap lembur tanpa dibayar, atau mau membukakan pintu bagi karyawan dan menyapu ruangan, pun bukan tugasnya." Hal2 yang dilakukan oleh Abah dari Fely. Hal2 sederhana yang berarti.

 

  • Ketika Mempertanyakan Cinta: Febty Febrianti

Banyak wanita muda—termasuk saya—yang merasakan sejumlah dilema ketika akan menikah muda. Banyak pertanyaan berseliweran di kepala tentang cinta, sosok pendamping hidup, potongan2 penggalan ayat suci, serta setumpuk kecemasan berseliweran di kepala. Tulisan Febty cukup meresensi itu semua. Dan karena menurut Helvy TR "Cinta harus ditumbuhkan setiap hari," dari tulisan Febty kita belajar bagaimana proses cinta itu bertumbuh.

 

  • Satu Rindu: Listya Arisanti

Seperti tak banyak orang yang bersedia membaktikan waktu, tenaga, dan hidupnya untuk alam, saya piker, tak banyak juga orang yang bersedia membaktikan waktu, tenaga, dan hidupnya untuk menyebarkan dakwah di lingkungan sekolah. Disini, Listya menuliskan dengan rinci, bagaimana si tokoh menginspirasinya untuk kembali berkomitmen dan konsisten pada dakwah di sekolah. Karena seperti yang diucapkan si tokoh "Istirahatnya seorang muslim, nanti setelah kita di syurga.."

 

  • Menambal Hati: St. Fatimah
Dari judulnya saja sudah memikat mata saya. "Menambal Hati". Judul yang pas dengan isi cerita, tokoh penambal ban yang dalam percakapan sederhananya mengajarkan tentang kehidupan. Di sini, kita jadi tahu, bahwa pelajaran ttg kehidupan bisa didapat dimana saja, oleh siapa saja. Bahkan dari seorang penambal ban sekalipun.
 
  • 7.500 Rupiah: Asma Sembiring

Bahasanya kuat, isi kuat dengan sentuhan ironisme. Didukung gaya penulisan yang tidak monoton.

 

  • Ibu: Arham Kendari

Simpel tapi diolah dengan gaya bertutur yang enak. Saran: lebih dieksplorasi lagi sisi pengalaman penulis dan sang ibu.

 

  • Love Miracle From The Andes: Syafa'atus Syarifah

Sangat inspiratif meski penulisannya berdinamika lambat.Tema yang ditawarkan adalah resep keunggulan.

 

  • Kekayaan Berharga: Catur Catriks

Pengalaman nyata memang selalu mengesankan. Kekuatan ceritalah membuat saya memilih tulisan ini. Meski ending perlu dibikin lebih menyentak dan gaya bertutur yang perlu dibikin lebih kontemplatif.

 

  • Mimpiku di Sangatta: Sismanto

Cerita dengan warna lokal sedang trend, dan selalu menarik. Ini kelebihan tulisan ini.

 

  • Nikmat-Nya yang Tak Terhingga: Novi Khansa'

Cerita sederhana. Namun gaya bertutur penulis yang unik membuatnya layak dijagokan.

 

  • Lin, Aku Belajar Banyak Darimu: Setta

Pengisahan yang dramatis ditopang pengalaman nyata yang kuat sehingga tulisan ini cocok jadi andalan.


Dan inilah hasil lengkap artikel-artikel inspiratif dan puisi yang terpilih:

Artikel-artikel inspiratif yang terpilih:

 

1)      7.500 rupiah (Asma Sembiring)

2)      Ibu (Arham Kendari)

3)      Love Miracle From The Andes (Syafa'atus Syarifah)

4)      Kekayaan Berharga (Catur Catriks)

5)      Mimpiku Di Sengatta (Sismanto)

6)      Nikmat-Nya Yang Tak Terhingga (Novi Khansa)

7)      Lin, Aku Belajar Banyak Darimu (Setta)

8)      Aku Sayang Ibu (Yudhi Mulianto)

9)      Pelajaran Menulis (Retnadi Nur'aini)

10)  Ksatria Hingga Senja (Hamasah Putri)

11)  Trouble Maker (Benny Oktaviano)

12)  Cerita Di Balik Rumah Kopel (Ichen Zr)

13)  Kekuatan Sang Pemimpi (Jenny Jusuf)

14)  Bersahabat Dengan Alam (Siu Elha)

15)  Nasi Goreng (Lia Octavia)

16)  Rindu Abah (Fely Hilman)

17)  Ketika Mempertanyakan Cinta (Febty Febrianti)

18)  Menambal Hati (St Fatimah)

19)  Satu Rindu (Listya Arisanti)

 

Puisi-Puisi yang terpilih:

1)      Adalah Niskala Dalam Setiap Harapku (Dani Ardiansyah)

2)      Pulang (Novi Khansa)

3)      Kepada Laila (Nia Robie)

4)      Lukisan (Ain Nisa)

5)      Bocah Debu (Divin Nabb)

6)      Rasa Yang Membunuh (Penuliz Mizteriuz)

7)      Hati Yang Bergolak (Regantini Salsabila)

8)      Aku Adalah Sebongkah Batu (Andhini Putri)

9)      Sebuah Penyadaran (Lukman Hadi)

10)  Tak Cukup (Candrawali)

11)  Asaku Mengukir Senja (Rachmad Jr)

12)  Bulir Kebeningan (Lanny Megasari)

13)  Mujahid Kecil Kami (Bu Has)

14)   Sidoarjo Mengemis (Nana S)

15)  Menggenggam Cahaya (Lia Octavia)

16)  Terkadang (Wildan Fikri)

17)  Jika Kuntum Tak Lagi Mekar I (Sayyid Madany Syani)

18)  Untuk Ayah (Meyla Farid)

19)  Bayang-Bayang! (Dyah Zakiati)

20)  If God Was One Of Us (Retnadi Nur'aini)

21)  Penyair Padi (Epri Tsaqib)

22)  Menuju Tak Terkenang (Arrizki Abidin)

23)  Seratus Purnama (Lilyani Taurisia)

24)  Jejak Luka 2 (Azwar Nazir)

25)  Tebas Saja Leherku (Siu Elha)

26)  Kisah Angin (Sunu Hadi)

27)  Permainan Hidup (St Fatimah)

28)  Panggung Senayan (Yoyong)

29)  Kabar Dari Tuhan (Nera Andiyanti)

30)  20 Mei, Seratus Tahun Kemudian (Hasan Bisri BFC)

31)  Tahukah Kau Saudaraku? (Inna Putri)


Selamat bagi para penulis yang artikel maupun puisinya terpilih dalam buku antologi ini. Untuk teknis pembayaran investasi, akan dihubungi via japri oleh Panitia.

Bagi yang tulisannya belum terpilih, mudah-mudahan tetap bersemangat untuk terus menulis dalam mengambil inspirasi dari setiap peristiwa kehidupan di dunia ini.

Terima kasih banyak untuk partisipasi dari sahabat-sahabat semua.


SEKOLAH KEHIDUPAN
 

Make a comfort home for all

Menggagas Sekolah Tanpa Batas:

Menjalin Kebersamaan, Kepedulian, dan Keaktifan Bersama

 


Wassalam,

Tim Panitia Buku Antologi Eska

Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Asma Nadia dkk
Penerbit: Lingkar Pena Publishing House
Tebal: 214 halaman
Cetakan: I, April 2008
Beli di: Tisera, Jatos
Harga: Rp 38.000,00
Skor: 7,9

Sebelumnya, Lingkar Pena Publishing House (LPPH) pernah menerbitkan
buku-buku seputar pengalaman berurai air mata karena cinta. Sebut saja
Galz Please Don't Cry, Bidadariku Bukan Untukku, dan Jatuh Bangun
Cintaku. Kisah-kisah nyata dalam La Tahzan for Broken Hearted Muslimah
ini serupa tapi tak sama dengan JBC, bedanya JBC diperuntukkan pembaca
remaja dan lebih kental nuansa keremajaannya.

Setelah membaca seluruh isi buku, berikut beberapa esai yang
meninggalkan kesan amat spesial bagi saya:

1. My Stupid Love at First Sight (Dewi Rieka). Lagi-lagi Dedew
menunjukkan kemahirannya berkocak-ria. Setting di Palembang yang
membuatnya lain dari kisah-kisah cinta remaja pada umumnya kian
melengkapi keelokan tulisan ini. Seraya menuai hikmah, saya
tergelak-gelak dari awal sampai akhir. Dedew mengajak kita
menertawakan diri sendiri dengan segala keluguan dan kenekadannya.
Salah satu istilah yang menempel dalam benak saya adalah sebutan Dewi
Meranggas. Di sini Dedew bertutur lebih lancar dibandingkan esai
satunya, Jatuh Cinta Berjuta Rasanya.

2. Erlang (Intan Arifin). Semenjak menyimak behind the scene-nya
menurut Mbak Intan sendiri di milis pembacaanadia, saya sudah
terdorong untuk membaca esai ini lebih dulu. Tepatlah jika pengalaman
Mbak Intan diletakkan paling muka. Saya trenyuh, terhanyut dalam
keelokan pemaparannya, keterbukaannya yang lembut, sehingga halaman
demi halaman ternikmati tanpa merasa letih karena panjangnya cerita.

3. Cintaku Putus Nyambung (Dyotami). Saya menyukai tulisannya yang
senantiasa segar seperti yang dituangkan Dyo dalam The Real Dezperate
Housewives dahulu. Ada semangat dalam kisah ini. Salah satu yang
menjadikan buku La Tahzan for Broken Hearted cocok dikonsumsi wanita
dewasa maupun remaja.

4. Keping-keping Puzzle (Novi Khansa'). Nopi bukan hanya sukses
menjiwai struktur tulisan khas buku-buku Mbak Asma, tetapi bercerita
dengan lirih tanpa merintih-rintih. Ibarat tangisan, airmata yang
tumpah tak sampai membanjiri lantai. Pemaparan kesedihan yang
proporsional dan relevan dengan judulnya. Membuat saya membayangkan
cinta yang berserakan (karena pecah).

Selebihnya, para kontributor mengisahkan kegagalan masing-masing.
Pengalaman teman yang gagal taaruf berkali-kali, terjebak cinta pada
lelaki beristri, bertepuk sebelah tangan, atau dibiarkan terkatung
tanpa keputusan jelas. Semua mengandung pelajaran betapa cinta kadang
mampu membutakan akal sehat dan ditutup dengan uraian Mbak Asma
berikut hadits-hadits yang sesuai.

Kekurangan buku berkaver indah ini adalah banyaknya salah cetak. Di
flap sampul depan sudah tampak nama Dedew menjadi
Dewi Rieke. Pada profil penulis, misalnya, judul-judul karya tidak
dimiringkan. Huruf besar-kecil pun kerap terlewat. Namun yang paling
mengganggu adalah akhir tulisan Dian Ibung yang tampak belum
selesai karena kalimat menggantung 'Betapa Indahnya Ramadhan ketika
aku menyiapkan sahur untuk suami dan anak-anak..'(halaman 27).

Secara keseluruhan, La Tahzan for Broken Hearted Muslimah menawarkan
aneka rasa dalam kegagalan cinta dan memperoleh teman hidup idaman.
Merangkum duka, membuat merinding, menggeleng-geleng dan
mengangguk-angguk pada saat berdekatan. Sebuah buku yang patut dibaca
berulang-ulang.

--
Salam,
Rini Nurul Badariah
http://rinurbad.multiply.com
http://sinarbulan.multiply.com


Blog EntryObat di balik La TahzanApr 29, '08 3:17 PM
for everyone
Ketika mengetahui kalau kisah saya lolos masuk kumpulan tulisan bareng Mbak Asma, saya seneng banget. Beberapa "guru", teman terdekat, tentunya orang rumah, especially mom, saya kabari. Mungkin akan terlihat norak dan narsis. Tapi, saya seneng banget, akhirnya, saya bisa membuktikan ke diri saya sendiri (khususnya) kalau saya bisa nulis... Hmm, dalam arti, ada tulisan yang akan terbit karena selama ini, banyak tulisan yang terpendam dan tidak lolos.

Tapi, kemudian saya terbengong... sadar sih, buku itu tentang patah hati dan jujur.. hehe, tulisan saya pun patah hati abis, hehe...

Lalu, terbitlah bengong... kok kayaknya malu, ya kalau tulisan yang isinya Nopi cengeng, Nopi .... dan Nopi.... akan beredar. Duh, apalagi saya pakai nama asli (maksudnya asli + pena ;) dan nanti gimana kalau orang yang kenal saya pada baca, pasti saya malu...

Hmm, mikir...sampai berulang kali buka naskah tersebut, baca lagi, baca lagi... hmm, gimana ya? Akhirnya, sampai pada pemikiran...

Toh ini masa lalu dan masalah lu (kalo lo mau tahu ;p) dan hmm, insya Allah banyak pelajaran yang bisa diambil di sini... Banyak banget.

Kalau memang pada saat itu saya jatuh, terjerembab, nangis-nangis bombay kayak film India, toh saya udah seneng dan dapat banyak banget hikmah. Toh, saya memang harus melewati episode ini dalam hidup saya. Kalaupun mau mengubur, ya emang udah lewat, tapi paling ngga... saat ini saya bener-bener merasakan efek yang besar, selain perasaan saya saat nulis itu...

Hmm, dan secara bijaknya...
dengan menuliskan kisah ini, semoga bisa menjadi pelajaran bagi siapapun teman-teman saya, di mana pun kalian berada (hihi, sok banyak punya temen :D). Moga dengan begitu, banyak orang yang membaca bisa mengambil hikmah dan semoga bisa jadi pelajaran... :)

Toh, selama ini tujuan saya menulis kan emang berbagi. Berbagi cinta dan cerita ;) uhuy ;p. Selain saya jadikan menulis sebagai obat... Yups, yups... tulisan ini adalah obat bagi saya ketika sedang "sakit".

Pada saat nulis itu, saya seperti berusaha mengobati batin saya... mengobati hati (tombo ati, dunk ;) ), dll... Selain saya berusaha mencari penyelesaian dari kasus yang saya alami (kasus, kayak apaan aja, hihi). Karena bisa dibilang saat itu obat saya nulis. Daripada mencari-cari hal yang begitu sulit ditemukan mending nulis. Alhamdulillah, berasa banget obatnya... :).

Pokoknya yang jelas, saya berharap saya bisa menulis dalam keadaan apapun dan menjadikan menulis sebagai terapi, obat, ekspresi dan banyak lagi...

Saya pun berharap bisa menularkan obat ini ke tema-teman...
Eh, ntar dulu, ada juga yang menular itu kan penyakit, ya...hehe
Maksudnya, membagi obat yang mudah ini buat semua :)

Ada tulisan saya jaman dulu tentang menulis sebagai obat.



Menulis mengobati saya

Saya tak pernah bisa meninggalkan aktivitas ini walau tak ada fasilitas bernama komputer atau laptop.

Saya sadar benar kalau saya tak bisa tidak untuk menulis. Batin yang rasanya menderita, hati yang sakit bisa terobati dengan menulis dan terus menulis. Obat yang mungkin tidak langsung mengobati rasa sakit, sendi-sendi yang pegal ataupun luka yang terus meneteskan darah, tapi menulis memberi efek obat yang perlahan, tapi pasti.

Menulis membuat beban di pundak berkurang sedikit. Menulis mengajak saya untuk berpikir. Menulis membangkitkan nurani saya untuk sadar, kalau tak ada gunanya lagi saya harus kecewa.

Huah.. berulang kali saya membayangkan diri saya yang tengah sakit hati memikirkan orang yang telah mengecewakan diri saya. Berulang kali saya menangis dan menangis menyesalkan sikapnya yang tak saya mengerti. Saya lelah... karena tak jua lagi mendapat jawaban. Hingga akhinya saya menulis. Mengurai benang permasalahan yang ada. Mengingat apa saja yang membuat saya menangis, sakit sekaligus marah...

Membaca kembali perenungan saya, membaca ulang diari saya... hingga akhirnya saya temukan jawaban pada puisi, esai, tulisan-tulisan saya yang lain.
Menulis bisa menjadi obat untuk masa kini dan masa datang. Menulis mengajak saya untuk terus berpikir, menganalisis keadaan, memacu adrenalin saya, mengingat berbagai memori yang terekam di otak saya, baik yang senang, bahagia, sedih, berkesan, memalukan dan banyak hal...

Menulis mengobati saya. 
Walau dalam tiap tulisan tidak seluruhnya menggambarkan permasalahan saya, paling tidak saya tahu history kenapa saya bisa menulis seperti itu, saya mengerti mengapa saya harus menulis, saya sadar tulisan itu akan berguna satu saat nanti.

Saya ingin terus menulis... untuk saya dan semoga berguna untuk semua.
Yup, walau saat ini saya bilang menulis mengobati, tapi di saat lain menulis juga teman saya mengekspresikan kebahagiaan dan keceriaan saya. Menyimpan tawa saya, senyum saya yang tak pernah lepas dan tentunya itu akan terus terekam dalam tulisan-tulisan panjang saya.

Hmm, dan tentunya itu obat juga kan ketika saya lagi bad mood, bad temperamen, bad day, dan lain-lain ;)
Ok, yuk berobat dengan menulis... Ga mahal, kok. Cuma butuh pulpen, kertas, atau pakai komputer atau laptop.







[LA TAHZAN for Broken Hearted MUSLIMAH] 
Ada Tulisanku di Sini  ;)










Mengapa harus kata jatuh yang berada di depan kata cinta?
Apakah cinta memang selalu identik dengan musibah dan malapetaka?


Mengapa harus kata mati yang berada di belakang kata cinta?
Apakah cinta memang selalu menghadirkan segumpal lara dan setetes air mata?

Sejumlah kisah, sejumlah peristiwa, lahir dan tumbuh bersama cinta.
Tak jarang terdapat luka di setiap akhir cerita, ya, luka yang teramat pedih.
Luka yang berakhir dengan tangisan pilu dan kesedihan abadi.

Atas dasar itulah buku ini hadir.
Di persembahkan untuk semua muslimah yang sedang bersentuhan dengan
kesedihan akan cinta.

Selalu ada jalan terbentang, selalu ada kemungkinan untuk menang.
Jangan terlalu larut dalam kesedihan, Muslimah.

La Tahzan....


LA TAHZAN for broken hearted MUSLIMAH
Penyusun: Asma Nadia
Kontributor Penulis:
- Asma Nadia
- Intan Arifin
- Dian Ibung
- Dyotami Febriani
- Dewi Rieka
- Novi Khansa
- Me
- Amelia
- Nasanti
- Ummu Alif
- Tary
- Leyla Imtichanah
- Mariskova
- Ida Az
- Esti Handayani




beli, ya
beli, ya



sumber: http://anadia.multiply.com/reviews/item/41




© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help