berbagi cinta, berbagi cerita

Ulasan...

Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Asma Nadia dkk
Penerbit: Lingkar Pena Publishing House
Tebal: 214 halaman
Cetakan: I, April 2008
Beli di: Tisera, Jatos
Harga: Rp 38.000,00
Skor: 7,9

Sebelumnya, Lingkar Pena Publishing House (LPPH) pernah menerbitkan
buku-buku seputar pengalaman berurai air mata karena cinta. Sebut saja
Galz Please Don't Cry, Bidadariku Bukan Untukku, dan Jatuh Bangun
Cintaku. Kisah-kisah nyata dalam La Tahzan for Broken Hearted Muslimah
ini serupa tapi tak sama dengan JBC, bedanya JBC diperuntukkan pembaca
remaja dan lebih kental nuansa keremajaannya.

Setelah membaca seluruh isi buku, berikut beberapa esai yang
meninggalkan kesan amat spesial bagi saya:

1. My Stupid Love at First Sight (Dewi Rieka). Lagi-lagi Dedew
menunjukkan kemahirannya berkocak-ria. Setting di Palembang yang
membuatnya lain dari kisah-kisah cinta remaja pada umumnya kian
melengkapi keelokan tulisan ini. Seraya menuai hikmah, saya
tergelak-gelak dari awal sampai akhir. Dedew mengajak kita
menertawakan diri sendiri dengan segala keluguan dan kenekadannya.
Salah satu istilah yang menempel dalam benak saya adalah sebutan Dewi
Meranggas. Di sini Dedew bertutur lebih lancar dibandingkan esai
satunya, Jatuh Cinta Berjuta Rasanya.

2. Erlang (Intan Arifin). Semenjak menyimak behind the scene-nya
menurut Mbak Intan sendiri di milis pembacaanadia, saya sudah
terdorong untuk membaca esai ini lebih dulu. Tepatlah jika pengalaman
Mbak Intan diletakkan paling muka. Saya trenyuh, terhanyut dalam
keelokan pemaparannya, keterbukaannya yang lembut, sehingga halaman
demi halaman ternikmati tanpa merasa letih karena panjangnya cerita.

3. Cintaku Putus Nyambung (Dyotami). Saya menyukai tulisannya yang
senantiasa segar seperti yang dituangkan Dyo dalam The Real Dezperate
Housewives dahulu. Ada semangat dalam kisah ini. Salah satu yang
menjadikan buku La Tahzan for Broken Hearted cocok dikonsumsi wanita
dewasa maupun remaja.

4. Keping-keping Puzzle (Novi Khansa'). Nopi bukan hanya sukses
menjiwai struktur tulisan khas buku-buku Mbak Asma, tetapi bercerita
dengan lirih tanpa merintih-rintih. Ibarat tangisan, airmata yang
tumpah tak sampai membanjiri lantai. Pemaparan kesedihan yang
proporsional dan relevan dengan judulnya. Membuat saya membayangkan
cinta yang berserakan (karena pecah).

Selebihnya, para kontributor mengisahkan kegagalan masing-masing.
Pengalaman teman yang gagal taaruf berkali-kali, terjebak cinta pada
lelaki beristri, bertepuk sebelah tangan, atau dibiarkan terkatung
tanpa keputusan jelas. Semua mengandung pelajaran betapa cinta kadang
mampu membutakan akal sehat dan ditutup dengan uraian Mbak Asma
berikut hadits-hadits yang sesuai.

Kekurangan buku berkaver indah ini adalah banyaknya salah cetak. Di
flap sampul depan sudah tampak nama Dedew menjadi
Dewi Rieke. Pada profil penulis, misalnya, judul-judul karya tidak
dimiringkan. Huruf besar-kecil pun kerap terlewat. Namun yang paling
mengganggu adalah akhir tulisan Dian Ibung yang tampak belum
selesai karena kalimat menggantung 'Betapa Indahnya Ramadhan ketika
aku menyiapkan sahur untuk suami dan anak-anak..'(halaman 27).

Secara keseluruhan, La Tahzan for Broken Hearted Muslimah menawarkan
aneka rasa dalam kegagalan cinta dan memperoleh teman hidup idaman.
Merangkum duka, membuat merinding, menggeleng-geleng dan
mengangguk-angguk pada saat berdekatan. Sebuah buku yang patut dibaca
berulang-ulang.

--
Salam,
Rini Nurul Badariah
http://rinurbad.multiply.com
http://sinarbulan.multiply.com


ReviewReviewReviewReviewAda yang jualan kaosFeb 15, '08 3:13 AM
for everyone
Category:Other
dapat titipan iklan dari adek kelas di kampus yang jualan kaos

klik aja

www.thehystoria.com


ReviewReviewCinta Fitri... haduuh, nopi bahas sinetronNov 5, '07 11:07 AM
for everyone
Category:Other
Weeeeee... cinta Fitri hari terakhir...

penting, ga, sih?

hehehehe....

haduh... mak gw udah menanti-nanti... dari jam 9 kurang udah stand by nunggu cinta fitri... walau fa ngikutin banget, tetep mau tahu juga, sih... :D

dan endingnya... Fitri jatuh ke jurang... trus ada Cinta Fitri season 2...

dasar, sinetron... mentang-mentang banyak peminatnya mau dibikin bersambung, deh... asal jangan kayak tersanjung aja... yang entah sampai kapan...hehehehe...

Hmm, tapi tetep ada hikmahnya, kok dari sinetron ini...
pertama, jangan nelpon sambil jalan... ya, nggak... apalagi di jalan raya... nginetin gw yang pernah dengan pedenya nelpon sambil nyebarang... duh nopi belagu, euy... trus kata ibu gw, jangan asal becanda di telepon, bilang kalo kecelakaan... ya, ngga?

dan...hmm....jangan tidur kalo di bus... (episode awal, sempet ngikutin, kalo fitri keilangan dompetnya waktu lagi tidur di bus)

haduh untuk yang satu ini kayaknya belum bisa, deh... gimana kalo solusinya... gpp, deh tidur di bus, asal tasnya dipeluk... :D hehehe

piss, ah

gimana masih mau nonton sinetron?
apalagi sekarang sinetron makin ga kreatif dengan niru telenovela atau adopsi dari komik jepang.... fiyuh

ReviewReviewReviewReviewInspirasi BisnisAug 24, '07 5:16 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Business & Investing
Author:Penyusun: Joko Intarto & Amin Fauzi
GARA-GARA HOBI DAN ISENG

Pernah denger orang kerja karena iseng? Atau karena udah mentok sama
keadaan yang terus menganggur??

Ada sebuah cerita…
Pada saat kuliah, Priadji pernah merasa bosan men¬dengarkan seorang
dosen yang sedang mengajar. Spontan, dia pun iseng mencorat-coret di
bukunya. "Lalu saya suka perhatikan teman sekelas saya yang sedang
serius mendengarkan keterangan guru. Pada saat itu, saya mulai
menggambar wajah mereka," urainya.

Setelah selesai kuliah, gambar tadi dia berikan ke temannya. "Teman
saya senang sekali. Bahkan dia mengakui kalau gambar itu mirip sekali
dengannya," ceritanya. Mendengar pujian tersebut, Priadji semakin
bersemangat untuk memperbaiki kualitas lukisannya. Hampir setiap hari,
dia meng¬gambar teman kelasnya. Awalnya, yang dia lakukan itu tanpa
minta bayaran alias gratis.

Pada 1974, di kampusnya diadakan pasar seni. Berkat dorongan dari
teman-teman¬nya, dia memberanikan diri untuk membuka stan. "Waktu itu,
saya me¬nawar¬kan jasa lukisan dan karikatur," tambahnya. Ternyata,
dari stan tersebut banyak yang berminat. Apalagi dulu tarifnya sangat
murah sekitar 500 rupiah per gambar. Sejak saat itu, dia pun mulai
diundang ke berbagai acara. Bahkan permintaan terhadap hasil karyanya
cukup tinggi.

Setahun setelah itu, pasar seni kemudian dipindah ke Taman Impian Jaya
Ancol. Dia pun ditawari untuk membuka salah satu stannya di sana.
"Waktu itu saya kan cuma ahli sket wajah saja. Nah, di sebelah saya
ada Erwin Mulyadi. Dia ahli membuat siluet," jelasnya. Dari sana, dia
pun tertarik dan minta diajarkan untuk membuat siluet.
Bersama Erwin, dia mulai mendapat undangan ke luar negeri. "Pernah
waktu itu kami diundang untuk pameran di Jepang. Kalau ada waktu
luang, kami suka keliling door to door untuk memperkenalkan siluet,"
katanya sambil tersenyum.

Priadji bercerita, setiap kali mereka minum di sebuah kafe di luar
negeri, mereka selalu mencoba membuat siluet beberapa pengunjung.
"Setelah selesai, kami berikan kepada mereka secara cuma-cuma. Mereka
senang sekali. Terkadang, makanan kami ditraktir," ceritanya. Dari
situ, banyak yang meminta kartu nama mereka.

Hingga saat ini, Priadji sudah mengelilingi beberapa negara. Sebut
saja Australia, Singapura, Jepang, dan lainnya. Bahkan pada bulan
Desember mendatang, dia diundang untuk datang ke India untuk
mempromosikan salah satu produk kertas.



----------------------------------
Dalam buku ini terhimpun kisah-kisah bisnis yang merupakan "inspirasi"
bagi Anda, yang mengilhami Anda memulai usaha. Ada pula bab "Jurus
Bisnis" yang membantu Anda mempertahankan usaha dengan trik dan trip
tersendiri. dalam kisah-kisah tersebut di¬selingi "Bisnis Gila" yang
akan membuat Anda tertawa dan berpikir, kemudian malah ingin mencoba
bisnis tersebut. Usaha yang sama sekali tak terpikirkan oleh Anda
sebelumnya.
Buku ini merupakan kumpulan artikel dari koran INDOPOS berupa
kisah-kisah nyata, pengalaman para pengusaha sukses yang inovatif,
kreatif dalam meniti wirausahanya.
Lalu, tunggu apa lagi, raih inspirasi dan jurus jitu untuk bisnis Anda.

Editor
Noviyanti Utaminingsih

ReviewReviewReviewReviewBERTARUH CITRA DAKWAHMay 26, '07 5:11 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Other
Author:Arif Giyanto & Budi Gunawan
Awalnya, Amien Rais dan kelompok Tarbiyah seiring sejalan dalam melawan kediktatoran Orde Baru. Oleh kelompok Tarbiyah, Amien bahkan sempat direkomendasikan menjadi pemimpin negeri ini asalkan membawa gerbong parpol berasas Islam. Faktanya, Amien memilih platform parpol nasionalis dan membentuk PAN. Kelompok Tarbiyah pun lantas mendeklarasikan Partai Keadilan sebagai parpol yang berasas Islam dan menyandang identitas partai dakwah, berbeda dengan Amien.Bila embrio gerakan Islam politik ala komunitas Tarbiyah pernah bersanding selaras dengan kepeloporan Amien Rais dalam gerakan reformasi tahun 1998, mengapa kini Muhammadiyah memandang Tarbiyah dan PKS dengan kacamata negatif? Cara pandang negatif ini menyulut berbagai tanda tanya di khalayak luas. Muhammadiyah telah berjasa besar terhadap bangsa ini dengan amal usahanya, dan PKS pun telah berhasil membangun dunia perpolitikan Indonesia menjadi lebih sehat. Karena sama-sama bermuara pada gerakan dakwah Islam dan sama-sama telah memberi arti bagi bangsa, gesekan ini menjadi pertaruhan citra bagi masa depan dakwah.Buku ini memberikan sudut pandang baru dalam membedah gesekan Muhammadiyah dan PKS. Akankah dua basis massa potensial tersebut dapat kembali bersinergi di medan dakwah?

(sumber: www.eraintermedia.com)


yang Budi Gunawan kakak aku, lho! :)


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help