berbagi cinta, berbagi cerita

nulis...

Blog EntryNikmat Aug 20, '08 11:00 AM
for everyone

Diam... sendu
dingin...
hangat...

Kalau aku mau melihat
begitu indahnya karunia dari-Nya...

Kalau aku mau mendengar
setiap suara... adalah bagian dari nilai kehidupan

Kalau aku bisa merasakan
nikmat-kasih-cinta dari-Nya...

Nikmat TUHAN kamu yang manakah yang kamu dustakan :)


*duh bingung banget cuma mau bilang, "aku seneng banget di Ciwidey kemaren... :D"
Mendengar, melihat dan merasa cinta dari-Nya... punya banyak temen baru dan bisa nikmatin indahnya negeriku pas 17-an :D

yeiy

semangaaaaaaaaat


*foto: pribadi (hasil olah sotosop :D)
harap dimakulumi :D pan, aslinya kamerenya cuma 2 px :D


Blog Entry[cerbung] Bulan Jatuh Cinta [3]Aug 20, '08 6:32 AM
for everyone

Bulan Jatuh Cinta [3]

novi khansa



“Ayah, Bunda… dia benar-benar cahaya bagi Bulan. Bulan sampai bingung mendapat banyak kebaikannya. Hmm, dan tahukah, Bunda… dia ingin bertemu ayah dan Bunda.”

            Bunda tersenyum melihat tingkah Bulan yang seperti anak kecil. Sementara itu, ayah hanya diam, Bulan selalu punya kejutan dalam hidupnya. Salah satunya kehadiran seorang berharga bagi diri Bulan. Bulan bukan tipe orang yang mudah jatuh cinta. Tak gampang menarik simpati Bulan yang keras dan perfeksionis. Hari ini ada satu orang laki-laki yang tampaknya berhasil menghias hati Bulan dengan tinta emas. Cinta yang hadir menambah keceriaan Bulan

***

Dongeng-dongeng pangeran berkuda putih menghiasi mimpi-mimpi Bulan tentang cinta. Bulan merasa, akan datang seorang laki-laki sempurna yang akan mencintai Bulan dengan tulus. Laki-laki yang hadir dengan membawa sejuta mimpi dan angan menuju sebuah istana indah di suatu tempat di sana. Bulan merasa, laki-laki itu adalah dia… Dir .

***

            “Bulan, tataplah malam. Langit itu mungkin terlihat kelam, tapi lihatlah bintang-bintang itu, sinarnya menghias malam… tapi akan lebih indah dengan purnama di sana” ujar Dir pada Bulan di atas jembatan menuju rumah Bulan.

            “Bulan, seperti namamu… semua orang selalu senang menatap kamu. Hadirmu begitu dinanti dan menyenangkan, juga bagiku” Dir menatap Bulan dengan penuh cinta.

            Pipi Bulan bersemu merah. Diam ikut menatap malam, langit, bintang, dan purnama.

***

            Belakangan Bunda sering dapati Bulan tersenyum-senyum sendiri. Berlembar-lembar puisi tentang cinta berserakan di atas kasur. Matanya bagai terhipnotis mimpi-mimpi, angan, cinta dan harapan. Entah kenapa Bunda merasa Bulan salah menilai Dir. Bulan terlalu dalam menanamkan harapan pada laki-laki yang memasuki hidupnya. Walau Bunda sadar, Dir memang laki-laki yang baik yang banyak memberi warna dalam hidup Bulan. Juga banyak mengajarkan arti hidup pada Bulan. Dir terlihat yakin, bahkan dengan mimpi dan angan yang sama pada sebuah kehidupan rumah tangga yang baik. Itu menurut Bunda ketika Bulan bercerita tentang Dir.

Akan tetapi, entah kenapa, Bunda tak menemukan tulus dalam wajah Dir. Beberapa kali Dir datang ingin menemui Bulan. Dir lebih tampak seperti orang obsesif dibanding kematangannya menerima Bulan. Dir punya banyak mimpi. Dir punya banyak kisah hidup, yang bukannya membuat Bunda tertarik, tapi malah terdiam. “Apakah ini laki-laki yang bisa menjadi imam bagi Bulan?”

***

            “Ga boleh ya, Bun… kalau Bulan pergi dengan Dir?”

            “Bulan sayang…. Dir belum siapa-siapa bagimu.Dir masih masih orang lain, sayang” ujar Bunda pada Bulan. Sebenarnya Bunda pun tahu Bulan juga mengerti tentang itu, tapi Bunda juga tahu, Bulan tengah dikelilingi taburan cinta yang menyilaukan.

            “Ga boleh ya, sayang…” mata sejuk Bunda menatap Bulan.

            Bunda melihat Bulan kembali ke kamarnya. Bunda tak bermaksud keras pada Bulan. Bunda hanya ingin mengingatkan Bulan yang sepertinya mulai tak logis akan cinta yang menghinggapi Dirinya. Tak lama, dengan cemas, Bunda mengetuk pintu kamar Bulan.

            “Bulan, boleh Bunda masuk?”

            “boleh, bun…”

            “Bagaimana?” kamu baik-baik saja, sayang?”

            “Baik, Bunda… Bulan baik, kok… dan Bulan juga tak marah pada Bunda, hanya saja Bulan harus menghubungi Dir dan tadi dia marah pada Bulan.” Bunda tersentak. Marah? Kenapa marah? Karena rencananya gagal tak diperbolehkan pergi berdua. Marah karena Bulan menuruti Bunda. Marah kenapa? Pertanyaan itu terus mengganggu pikiran Bunda. Satu tambahan lagi, Bunda tak bisa menyetujui kelanjutan kisah ini.

            “Tapi, tadi dia sudah maklum, dia mengerti Bunda…” ujar Bulan

            “mengerti untuk?”

            “kalau Bunda tak mengizinkan kami pergi berdua, dan tahukah Bunda… dia akan datang secara resmi… menemui Bunda dan ayah.” Ujar Bulan tersenyum.

***

            “Bun, maaf kemarin Dir tak bisa datang, tapi nanti dia datang lagi, yah secara resmi, Bun” ujar Bulan tersenyum.

            “Iya sayang… kapan dia mau datang ke sini.”

            “Sabtu sore, Bun. Nanti buatkan dinner yang indah ya, Bun, plisss”

Ini yang kesekian kalinya Bulan berkata akan kedatangan Dir, tapi yang ada Dir tak pernah datang. Bulan terus menanti dan menanti. Sabtu sore hingga malam menjelang, Bulan menatap bintang, purnama, dan langit dengan penuh cinta.

Dir pernah bilang kepada Bulan

“Bulan, tahukah kamu, ketika aku menatap langit dalam malam… di sana selalu terpancar wajahmu. Wajah yang bersinar dengan berjuta bintang yang mengelilingimu.”         

Bulan tersenyum malu

“Jadi, kalau kau rindukan aku… tataplah malam, dan lihatlah aku juga sedang menatap drimu.

Kerinduan Bulan selalu terobati setiap kali Bulan menatap malam. Tak jarang Dir menelepon dan menemani Bulan dengan lantunan puisi yang indah. Membuat Bulan berkali-kali memaafkan janji-janji yang berulang kali Dir ingkari.

***

Pernah di suatu malam, ketika Dir berjanji akan datang bertepatan dengan acara keluarga Bulan, Dir dengan tiba-tiba membatalkan.

            “Maaf Bulan… ada urusan mendadak”

            Bulan yang menanti dengan cemas hanya terdiam. Laki-laki itu tampak tergesa-gesa ketika harus menemui Bulan siang itu di tempat mengajar. 

            “Ya sudah, tidak apa-apa”

            “Kamu memang baik, Bulan… moga lain kesempatan aku bisa menemui orangtuamu…”

            “Dir..” rasanya Bulan ingin menanyakan ketegasan Dir akan hubungannya selama ini, tapi bibir Bulan kelu. Bulan ingin Dir yang bicara. Bulan ingin Dir sampaikan rasa itu pada Bulan. Bulan sadar penuh, segala sikap Dir telah menunjukkan perasaan cinta dan sayang kepada Bulan. Dir pun sudah punya komitmen untuk mendatangi ayah dan Bunda secara resmi. Bulan harus yakin, seperti yakinnya Dir pada Bulan.

            “”iya…” jawab Dir menatap Bulan, yang ditatapnya terus menunduk.

            “Tidak apa-pa. sepertinya kamu terburu-buru. Hati-hati di jalan, ya Dir…”

            “terima kasih Bulan…”

 

***

bersambung


Blog Entry[cerbung] Bulan dan Malam [2]Aug 20, '08 6:21 AM
for everyone
Lanjutan: Ketika Bulan Membenci Malam
Aku pernah berjanji untuk melanjutkan cerita ini :D
so, aku lanjutkan, walau udah lama bangets :P
dan hmmm, apa ya, pokoknya jangan kaitkan isi cerita sama gw, ya
hayah :P
Nggak, bukan gitu, ni tulisan juga dah jadi lama, tapi malas posting dan belum pas aja, tapi ya sekarang saya posting saja walau belum jam 8 :P
hihihihi :P
Cukup sudah pengantarnya :P
hihihi, bersambung lagi, ya biar seru... halah, sok seru :P




Bulan dan Malam [2]
by: novi khansa ;)


Tiga tahun  sudah, masa itu telah lewat. Tiba-tiba Bulan menatap malam dengan sendu. Melihat langit dengan harap cemas, seolah malam akan merenggut kembali kebahagiaanya.

***

Mendung sore itu ketika Bulan pulang dari mengajar. Sebuah pemandangan masa lalu membuat Bulan tersentak dan lupa pada derasnya hujan. Tanpa sadar, Bulan terjebak dikelilingi siraman air dari langit. Bulan diam menatap wajah-wajah yang pernah hadir pada masa lalu Bulan. Wajah yang pernah mengorek dalam-dalam hati Bulan yang rapuh, dan kemudian dengan kasarnya meninggalkan Bulan dalam cemas dan harap. Hatinya telah terisi rasa-rasa yang menyenangkan, tapi juga menyesakkan.

***

            “Bulan, kok hujan-hujanan” Bunda mendapati Bulan basah kuyup di depan rumah

            “Gapapa, Bun,” ujar Bulan tenang.

            “Kenapa ga minta jemput, kalau kamu tak bawa payung.” Bulan berjalan tanpa menghiraukan Bunda. Tas tentengannya jatuh dan sebuah payung ke luar dari sana.

***

            Seperti tak ada tangis lagi untuk malam. Bulan tak sanggup bersuara. Bulan tak bisa menjawab tanya Bunda. Bulan diam, hanya menatap malam. Sepi.

            “Bulan, kenapa diam?” Bunda mendekat merengkuh tubuh Bulan dengan hangat.

            “Bagaimana di sekolah tadi? Murid-murid berulah apa lagi, Bulan?” Selama ini kalau ditanya tentang sekolah, Bulan selalu merasa senang. Bulan akan bercerita dengan ceria tentang murid-murid lucunya. Tak jarang memang Bulan kesal dibuatnya, tapi hati Bulan yang halus selalu bisa memaafkan kenakalan bocah-bocah imut bermata jernih.

            Bulan masih bergeming.

            “Dulu, waktu Bulan kecil, Bunda suka bingung karena begitu seringnya, Bunda dipanggil ke sekolah. Sekarang, Bunda jadi ingin tertawa, eh ga tahunya kamu jadi bu guru.” Bunda menggenggam tangan Bulan. Merasakan dingin yang menusuk dan getaran hebat, hingga akhirnya Bulan pun menangis.

            “Bulan sedih, bun. Butuh waktu berapa lama lagi untuk melupakan semua ini. Bulan ketemu dia.” Bulan menangis sesegukan di pelukan Bunda.

            Direngkuhnya, anak gadis satu-satunya itu sambil mengingat kembali memori yang telah tersimpan rapi tiga tahun lalu.


bersambung :P

foto dari sini

Blog Entrynaik-turunAug 20, '08 4:30 AM
for everyone
iman katanya naik turun
ada kalanya futur...

sabar juga bisa naik
bisa turun...
tergantung sikon...

percaya juga gitu...
kadang naik dan turun

naik-naik ke puncak gunung
kalau turun ke sawah

moga... isitkomah ya :D

*ga jelas, nih :P

Blog Entry[Baksos] 1000 Cinta untuk 1000 MushallaAug 20, '08 12:47 AM
for everyone
Assalamu'alaikum wrwb

Menjelang ramadhan yang penuh cinta, Komunitas Sekolah Kehidupan.com mengadakan program 1000 Cinta untuk 1000 Mushalla yaitu bakti social (baksos) dengan membagikan perlengkapan shalat (mukenah, sajadah, kain sarung, peci) dan Al Qur'an di tempat umum: Mushalla di terminal, stasiun. POM bensin, dan tempat publik yang lain, yang dinilai tak lagi memiliki alat shalat layak pakai.

Waktu pelaksanaan baksos:

Tgl 6 September 2008 s/d 14 September 2008 serentak di wilayah-wilayah Jabodetabek, Yogya (dan akan menyusul Bandung, Surabaya, Kaltim, Mesir)

Panitia menerima sumbangan dari sahabat-sahabat untuk disalurkan melalui program ini berupa:

   1. Perlengkapan shalat baru
   2. Perlengkapan shalat bekas yang layak pakai dan dalam keadaan bersih
   3. Wakaf Al Qur'an
   4. Uang

Sumbangan dapat diserahkan melalui para PJ wilayah yang terdekat dengan kediaman teman-teman seperti di daftar berikut ini:
 
Margo Widilaksono (PJ Jakarta Pusat)
Jl Raden Saleh Gg. 8 No 150 RT 021, RW 03
Jakarta Pusat
Tlp: 39899131/ 0813 11361916

Dyah Zakiati ( PJ Jakarta Timur)
Jl Kayu Manis I Lama No 15
RT 10 RW 8 Matraman
Jakarta Timur
HP: 081808358139
 
Indarwati Harsono (PJ Depok)
Jl Tanah Baru, Perum Depok Mulya III
Blok AF No 1
RT 02 RW 01
HP: 0852 25162626

Dani Ardiansyah (PJ Jakarta Selatan)
Pondokan Bougenville
Jl Pangkalan Jati II No B2
Limo, Depok
HP: 0856 94771764/ 0852 21615514

Ayong (PJ Jakarta Utara)
Jl Pluit Dalam 3 No 2
RT 06 RW 08
Penjaringan, Jakarta Utara
HP: 0819 08606946

Divin Nahb (PJ Tangerang)
Jl Nenas Raya 40 RT 002 RW 05
Kel. Cibodasari Kec. Cibodas
Kota Tangerang, Banten 15138
HP: 0856 93765775

Andri Pranolo (PJ Yogya)
Gendeng GK IV/ 953
Yogyakarta 55225
HP: 0813 92554050

Hadian Febrianto, S.Si (PJ Bandung)
PT SAGA VISI PARIPURNA
Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
Ph/fax: (+6222) 2507537
HP: 081322360136

Buah MPers yang mau jadi PJ penerima waqaf di wilayah tertentu juga bisa

Sumbangan berupa uang dapat ditransfer ke rekening Retnadi Nur'aini di BNI, dgn no rek: 0108061745, BNI Cabang Senayan (Setelah transfer, mohon konfirmasi by SMS ke 0812 10698852/ 0813 25494096 mengenai nama dan besar jumlah transfer).

  • Bantuan/sumbangan diterima oleh panitia baksos paling lambat  tgl 5 September 2008.
  • Bagi teman-teman yang ingin bergabung menjadi relawan dalam program ini, dapat menghubungi Galih di 087877328607, email galih@ asmo.co.id

Semoga Allah memudahkan & meridhai niat baik kita semua..amiin.

Salam Cinta
Panitia 1000 Cinta untuk 1000 Mushalla
Sekolahkehidupan.com

CP. Galih 087877328607
Retno 081210698852
Lia Octavia 08128146426

sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
http://sekolahkehidupan.multiply. com
www.sekolah-kehidupan.com

Bisa minta tolong disebarkan di MP masing-masing?

Blog Entryseperti merekaAug 19, '08 10:14 PM
for everyone
Kukayuh sepeda ini
maksudku untuk menuju ke sana
tapi jalanan itu begitu menggoda
mengajakku jalan-jalan saja...

Angin bertiup kencang
untung jilbabku sudah aku penitikan
tampak di kejauhan
dua orang adik yang tengah berjalan...

"Kak Novi"
jadi panggilan yang aku rindukan

Kakaaaaaaaaaaak....
sekelumit pengaduan pun ke luar...
wajah lelah itu...
lelah menenteng text book tebal
karton panjang,
tak kurang tas ransel yang juga berat

Aku diam
mencoba berbagai solusi
atas pengaduan itu...
hanya bisa membantu sedikit
agak miris
sedih
sebel
jadi satu

dulu...
ketika aku masih pakai
putih abu2
jilbab memang sudah melekat
tapi aku tak seperti mereka

sibuk sana
sibuk sini
mengurus ini dan itu
jihad... untuk sebuah acara islam
berjuang untuk bisa jalan...

dek, aku iri...
ada yang bisa kubantu
dan maaf kalau hanya terbatas

ketika kujalani hari
penat
bosan
tapi kalian hadir bagai oase...
seperti kalianlah...
yang kobarkan semangatku...

walau kusadar...
aku masih kurang
maafkan...



Blog Entrynutrijell :DAug 19, '08 11:33 AM
for everyone
tiba-tiba pengen bikin nutrijell
ah, kepikiran setelah dua kali dikirimin sayur sama tetangga, dan mangkoknya lom balik juga, maaf ya tante :D

trus, kepikir untuk kirim balik...
tapi apa
strawberry???
tidaaaaaak, udah bluwek :(

dan akhirnya bikin nutrijel, cari cetakan buat agar ga ada :(
adanya udah jelek
duuuh... akhirnya di mangkok ybs, tapi mikir lagi... akankah? halah :D

di sela2 membuat nutrijell, kakak datang, kelaperan,
aku pikir dia ga makan malam di rumah.. secara aku lagi malas makan, tapi jadi laper :D
sempet ditawarin makan sama temen, tapi nolak, iyalah maluuuuuuw :D
tampaknya semenjak tidak tinggal dengan ibu secara full, banyak orang yang peduli dengan nopi yang tidak bisa masak ituh, hehehe :P. ada tawaran makan, ada kiriman tetangga :P
untung, aku pemalu, heheh :P

trus,
hehe, iklan dulu goreng ayam yang udah diungkep ibu, sreeeeeeeeng... ciat...ciat... ciat, halah... abis mletak-mletak sih, tahu gitu pakai masker, hahahaha. norak :D

Dan di sela nutrijell itu ternyata air habis... jadilah masak air, setelah akhirnya 2 bungkus nutrijell jadi... fiyuh :D, mana peduli, dulu.. iyalah kalo sekarang ga peduli, mau minum apa? mau makan apa? beli? malas :D eh tergantung sih :D tergantung kantong :P

ya sudah, aku masih mikir, besok aku anter ga ya nutrijellnya.. :D

maluw :D


Blog EntryAku menang.. dapat gratisan :DAug 19, '08 5:36 AM
for everyone
aku menang :D
dari tulisan di sini


http://wehaz.multiply.com/reviews/item/65/Dia_Inspirasiku_Terimakasih


dan dapat buku ini

berarti aku kudu belajar masak, yooooooooooooooo

:)



Blog Entrybuanyak bangetAug 18, '08 7:22 PM
for everyone
bingung banyak banget yang mau ditulis
dari mulai kejar2an kerjaan, pas ngurir juga, wataw, pengalaman heboh ujan2an di depok, trus ke warung lela,  jalan ke ciwidey, kawah putih, tepar di mana2 :D sampe kejutan dari orang rumah.
yihaaaaaaaaa, aku punya kantor baruuuuuuuuuu :D, meja baru, ada meja tulis juga, dan pokoknya surprise deh
yah, idup penuh kejutan, jadi kan seruuuuuuuuuuuuuuuuuuw, halah :D
eh ini hari selasa ya, hehe, kudu bikin master plan sanlat, dunk, kudu siapin pakaian bekas, *malas :P ada di mana binun, ibu juga dah di pd gede skrg, kudu jadi ibu rumah tangga lagi, masak? iya, telur jadi menu favorit.. :D karena cuma bisa masak itu, hueheheheheheheh :P

duh bingung, banyak yang mau diposting, tapi dikit lagi jam 8, huehehehehe, gratisan :D

ya sudahlah, kapan2 aja :D

selamat pagi
semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat ;)



*foto di warung lela bandung, boleh copas :P

Blog EntryMERDEKAAAAAAA!!!!!!!!!Aug 18, '08 5:30 AM
for everyone
di depan mata
terbentang masa depan...

di depan mata
ada harapan


MERDEKAAAAAAAAAAAAAA





*setelah tepar pulang dari Ciwidey dan musti bolak balik pd. gede :P
*thnk u mbak elly dan semua

be thankfull 4 having friends like u alllllllllllllll :P

Blog Entryflip flopAug 14, '08 1:05 PM
for everyone
malam ini lagi flip flop

pertama
tadi pengen sms ibu ke no kakak bilang "ibu kangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen" ntar palingan ibu nelpon :D
tapi ga jadi :D, bisa dibilang norak bin jayus aku sama ibu dan kakak :D
jadi, aku ga sms, deh
eh ga lama ibu nelpon....
aku bilang deh, baru mau sms :D
dan tanggapan ibu ya biasa aja :P

kedua
terus tadi kok bisa pas banget sama mbak elly
yang juga lagi kangen bapak
kita kontak2an via mp gituh....
pokoknya pas banget :D

ketiga
flip flop sama arum
pas bikin puisi di my quran...
tentang malam dan purnama :D

duh, kita-kita sehati ya :D

flip flop deh

ngomong2 aku belum makan neh, tadi abis rapat selesai jam setengah 11. ada yang flip flop yang tiba2 kepikiran ngasi aku makan ga ya :D :P

Blog Entryyang sama-sama cinta bapakAug 14, '08 1:03 PM
for everyone
hari ini aku lagi buka-buka puisi, dan itu tentang bapak...
tahu ga sih, berhari-hari aku pernah nangis karena ingat bapak... sampe aku mengadu kepada-Nya...

aku juga ga ngerti, aku bener2 cengen banget.. :D
dan malam ini aku re-post ulang puisi kangen bapak di milis, dan emang lagi pas banget ada yang bikin lomba ttg BAPAK dan ngajakin ziarah, ya ampun, aku juga kepikiran ziarah, mbak elly........... :((

hiks... hiks...

kalau kata ibu, pas ingat bapak, aku disuruh doain...



Blog Entryuntuk sahabatku :)Aug 14, '08 1:00 PM
for everyone
malam

hari ini ada purnama
pernah kulihat bersamanya
seorang sahabat...
yang dengan cinta
menghiburku
membasuh hatiku dengan kasih...

malam...
aku ingat
aku menangis...
memintanya untuk mengerti
kalau aku benar-benar muak
aku benar-benar takut
aku lelah...
dan dia hibur aku
dengan purnama malam itu....

Malam
kini dia tengah bersedih
tengah menangis
aku tak mampu memeluknya
terbentang luas jarak antara kami...

Malam...

moga yang terbaik untuk dia
sobat hatiku...
hapus laranya... ya Allah
jadikan dia terus sabar




luv u coz Allah sista Senyum manis
aku "kesal" karena aku sayang sama kamu Yiiihaaaa!

semangaaaaaaaaaaat Kedip-kedipin


*kita benar-benar sehati ya Kedip-kedipin

Blog Entrytulungin, dunkAug 14, '08 5:19 AM
for everyone
ntar abis isya mau rapat sanlat
aku masih blank untuk acara... duuh, moga ga ada panitia yang baca...hehe
padahal harusnya hari ini udah fix
berhubung kemaren sibuk deadline dan ada acara di banyumas, aku belum mikirin lagi, yah ada di otak, tapi itu dia, ngencerinnya susah, hehe

Tuluuung...
tulung :D

jadi gini, doain juga ya, sanlatnya lancar dan bisa berkelanjutan
lebih ke anak sd atau smp sih, formatnya bermain sambil belajar

hari pertama aja yang ada ceramahnya, tapi banyak gamesnya
dan hari kedua nonton, itu dia binun nonton apa ya???? maunay vcd harun yahya atau apa, tapi bingung.......ayo donk apa???
hari ketiga lomba-lomba


duh
tulung dunk...

:D

hmm, doain ya...
aku jadi miris
apalagi kalo liat foto2 sanlat jaman dulu yang pesertanya membludak

plis, doain kami
dan kasi saran juga, donk

:D

makasi..
makasi....

:D ;)

Blog EntrySekarang tanggal 14Aug 14, '08 2:56 AM
for everyone
waks
tanggal 14
hmm, 14 agustus, hari pramuka ya
seecara kalo pas tanggal 14 inget banyak momen...
ya kan?
maksudnya 14 november :P halah

suka aja tanggal 14 dan biasanya kan pertengahan bulan itu ada purnama ya?
ya nggak?

lagi bikin cerpen tentang Bulan neh, tapi kok belum puas juga, padahal dan 14 halaman
nah lho 14 lagi, hahahaha
norak deh......

hari ini tepat umur aku berarti 14 eh 25 tahun 9 bulan :P
jadi ingat pas ultah ke 14 tanggal 14 waktu SMP, seru lho... :D

*hihihih sambil inget2 masa smp

Blog Entrymalam Aug 13, '08 2:59 PM
for everyone
Lanjutan tulisan dari sini


kabarkan langit dan bintang... kalau Bulan tak lagi membenci....
walau tak ada lagi puisi

atau lantunan lagu indah


tak bisa lagi salahkan malam,

karena yang terjadi, bukan impian, harapan, atau cita...

hanya sebuah teguran untuk memberi tahu....


tak ada malam yang sempurna,

ketika Bulan duduk menanti...
cahaya tak hanya satu kali memancarkan...

tapi tidak hanya untuk Bulan...

duhai malam...
kabarkan pada Bulan...
tak ada guna dia membencimu...







*foto: http://jrscience.wcp.muohio.edu/thumbs/WaxingMoon20898.jpeg

Blog EntryJalan kaki, naik motor, dan ngojek... Aug 13, '08 1:28 PM
for everyone
Untuk mencapai sebuah tempat. Kelurahan contohnya, paling tidak, butuh waktu 15-20 menit jalan kaki. Untuk ke kantor Ade, nanggung, musti berkali-kali naik, kalau mau cuma sekali ya jalan kaki dan naik ojek.

Duh, gw bahas apa sih?
intinya sih gini, ongkos ojek dari kelurahan atau pintu depan kompleks ke rumah, sekarang itu 4 ribu perak, bisa dapat soto ayam kalau nambah 2.000 atau bisa dapat sop ayam kalo nambah 3.000 atau bisa buat beli kacang panjang sama tempe, halah... mau bilang mahal susah banget sih :P

Hmm, kalau ga mepet banget sama waktu, aku lebih milih jalan, atau genjot sepeda, atau minjem motor kakak... Terus, apa masalahnya? Gapapa sih, cuma pengen cerita aja...

Secara kan gini, mulai mikir-mikir bikin SIM, baru kepikir sih... secara, angkot lama tenan dan ongkosnya bikin mikir... hayah... hari senen, ke kantor Ade, bawa motor, ga jauh sih, enak deh, lancar... tapi kalo jauh-jauh... kayaknya mikir2 dulu, secara sering tidur di angkot... dan sebenarnya ngangkot seru juga :P

Hmm, sebenarnya pengen cerita tentang romantika angkot dll, tapi ntar aja deh...

:D :P

Blog Entrypengantar review buku AYAT AMAT CINTAAug 13, '08 1:14 PM
for everyone

Setelah menyelesaikan urusan pekerjaan. Setelah mengumpulkan tanda tangan para selebritis buku Ayat Amat Cinta :P , aku pun meninggalkan kantor penerbit yang asri dan nyaman. Hayoooo tebak di mana? ;)

Maksudnya mau bikin pengantar review Ayat Amat Cinta  yang maaf, mungkin banyak ga nyambung :P

Judul             : Ayat Amat Cinta

Penulis          : Boim Lebon, Asma Nadia, Fahri Asiza, Birulaut,

                     Taufan E   Prast,  Lian kagura, Rex, Ratno Fadillah

Penerbit        : Lingkar Pena Kreativa

Halaman     : 325 hal

 

Sebenarnya sih, aku udah pernah lihat kaver ini ketika menyambangi multiplynya lingkarpena ( http://lingkarpena.multiply.com ) saat cari buku yang bakal diresensi di buletin SMU or pas lagi dapat amanah beli buku untuk donasi Eska. Ngelihat kavernya, agak-agak aneh dan hmmm, kok wajahnya familiar, ya… Ahh, Nopi sok teuuuuuuuuu… :P

Aku percepat langkahku agar bisa pulang tidak terlalu malam. Aku harus menyiapkan makan malam (tsah…, gaya bener, maksudnya cari lauk dulu buat makan malam bareng kakak :D).

Langsung kubuka halaman awal buku Ayat Amat Cinta. Membaca halaman demi halaman buku yang langsung bikin aku senyum-senyum. Apalagi, kalau lihat kaver bukunya dan ingat-ingat siapa aja modelnya, hehe. Tanpa sadar, angkot yang kutumpangi sudah hampir masuk terminal. Aku pun menutup buku itu dan membaca sinopsisnya.

 

Jangan kaitin buku ini sama AAC, jauh banget ama tuh pilem.

Kalo pilem Ayat-Ayat Cinta bikin kita nangis

Kalo buku Ayat Amat Cinta bikin kita ketawa ngakak.

Nggak percaya? Nggak percaya?

Ya, iyalah mana bisa percaya kalo belum baca?

Makanya, buruan beli nih buku, baca di dalam kamar,

jangan baca di mobil angkot.

Bisa berabe, nanti kamu disangka “miring”  gara-gara ketawa sendirian.

Hehehe… (tuh kan, belom apa-apa udah ketawa).

Hihihi… (yeee, entar dulu ketawanya. Sabar… sabar…)

Hohoho… (wah kayaknya ada yang nggak beres nih)

 

Ya udahlah, intinya sih, buku ini cocok banget buat kamu yang hobi ketawa.

Hahahahahaha….

(Husss! Anak saya lagi tidur ^_^)

 

Waks, aku beneran pengen ketawa pas baca ini, hihihih. Aku emang hobi bener baca buku di jalan, ups, di bus atau di angkot ataupun di krl jabotabek. Di mana aja, deh, di halte juga bisa… selama ada penerangan. Hehehe… inget pernah ditegor mba-mbak di mayasari ketika pindah ke tempat terang di sebelahnya buat baca, ngomong apa aku lupa, yang jelas… kok bisa-bisanya, baca? Ya, donk… apa gunanya kacamata coba (ga nyambung :P).

Ga berapa lama, aku pun menutup buku itu karena akhirnya sampai juga di terminal Depok. Duh, kejeduk lagi pas turun. Fiyuh…. :P

Lanjut naik angkot menuju Pasar Rebo, aku pun coba membuka buku ini lagi, sambil inget-inget, pernah beneran ngakak (tapi bukan pas di angkot ya :p) pas baca Batman Bidin… :D dan menular ke temen yang juga ikutan baca… hehehe… :P (hati-hati ketawa bisa nular, halah).

Sambil inget-inget lagi, pernah senyum-senyum pas baca komiknya DAR Mizan di KRL sampe-sampe ditegor sama mas-mas.

“Mbak.. mbak, gila, ya?” Hahahaha, ga segitunya, sih, tapi fiyuh… SKSD abis, ngajak kenalan gitu coba. Nanya-nanya tinggal di mana? Turun di mana? Dan pertanyaan lain, fiyuh… Berani-beraninya, godain cewek jilbab lebar dengan tampang jutek ini… Hehehe, lagian salah sendiri, senyum-senyum ga jelas… abis lucu, sih :D

Yah udah, daripada ada yang ngajak kenalan lagi, hehehe :P, aku tutup buku  Ayat Amat Cinta yang mengkhawatirkan ini, hehehe :D. Ntar aja, deh bacanya pas di rumah. Sekarang, saatnya tidur di angkot, ngantuk euy… tetangga depan dan sebelah dah pada tidur… Hmm, sambil mikirin ntar makan malam apa, ya? Soto kayaknya enak, tapi nasinya masih ada ga, ya? Zzzzzz…

Maaf ini baru pengantar review bukunya, aku belum sempet nerusin baca lagi… Tunggu aja kelanjutannya, ya…

Maaf, ga nyambung, biar bagaimanapun baca dalam keadaan lapar tak menyenangkan… :D (ketahuan, lagi makan pun, tetep baca :P)

Maaf, kalo aku cukup garing :P

 

Selamat pagi :)


Blog EntryCurhatan freelancer Ketika Rindu NgantorAug 13, '08 12:36 AM
for everyone

“Duh, ketiduran”

Jam di Handphone masih menunjukkan pukul 4 pagi. Iya, harusnya malam itu aku tidak tidur, kalau pun tidur tidak perlu sampai pukul 4. Ada deadline yang menunggu, yang harus aku rapikan dan print. Ada tagihan yang musti aku hitung. Ada janji hari ini dan banyak hal lain yang musti aku kerjakan.

 

***

 

Terkadang di kala menekuni pekerjaan, terbersit keinginan untuk kembali berkantor. Apalagi, ketika berada pada posisi butuh pertimbangan, bimbingan, ada yang harus dipikirkan dan banyak lagi. Apalagi, kalau tiba-tiba komputer ngadat, printer error, dan hanya bisa tanya sana, tanya sini…

Seringnya kakak perempuanku jadi “korban” dimintai pendapat karena ibu lebih sering bilang “nggak ngerti…” Tapi, ibu tetap yang no satu untuk urusan kepedulian dan perhatian… Two tumbs up for you, mom… ;)

Hehe, padahal konsekuensi freelancer, ya kerja sendiri dan mandiri.

 

***

Aku resign dari sebuah penerbit akhir tahun 2004. Awalnya karena aku mau meneruskan kuliah S1. Apa daya, nilaiku tak bisa dikonversi dan enggan kuliah lama (4 tahun, bo… D3 yang kemaren ga kepake sama sekali, hiks). Jadilah, aku cari “ilmu” yang lain, tapi tentunya aku harap bisa tetap bekerja di sebuah penerbit yang lebih dekat rumah (penerbit sebelumnya cukup jauh dan butuh waktu 3-4 jam perjalanan pulang balik). Rupanya, Allah berkehendak lain, ketika akhirnya aku diterima di sebuah pesantren terbuka (semacam mahad) dan punya jadwal kuliah yang nanggung (berangkat dari rumah pukul 2.00, pulang pukul setengah 9 malam, sudah termasuk perjalanan), aku masih bisa tetap bekerja.

 

Alhamdulillah, dua bulan sebelum aku mulai kuliah, penerbit tempat aku bekerja dulu, menjadikan aku outsourcer untuk layout isi buku, sesuai dengan pekerjaanku terdahulu. Kalau tidak salah, order pertama itu Februari 2005 dan pembuatan nota pertama Maret 2005 dengan nama Khansa’Kreatif. Sebenarnya nama Khansa ingin aku gunakan untuk nama pena kalau aku menulis nanti, tapi rupanya aku belum menulis-nulis, jadilah aku pakai nama ini untuk usaha jasa desain dan editing dengan filosofi yang terus kupegang untuk cita-citaku. Berjalannya waktu, ketidaksengajaan ini terus berlanjut, ditambah, ada rekan semasa kuliah yang juga memakai jasaku. Jadilah, aku mengurus dua proyek buku. Dari mulai cari illustrator dan desainer cover, memilah naskah, mengedit, membuat kata pengantar, sinopsis dan mengumpulkan hingga jadi. Mengatur waktu pengerjaan proyek, menghitung biaya dan banyak lagi. Hingga, ketika salah satu buku akan naik cetak, aku sakit hampir sebulan.

 

Sebagai freelancer, kalau tak bekerja, aku tak dapat uang, dan tentunya tidak ada tunjangan. Tapi, Allah mahabaik, aku mendapat full gratis pengobatan dan perawatan karena saat itu wabah demam berdarah (Februari 2006). Sejak itu, aku selalu ingat untuk makan dan istirahat. Yup, dengan kerja freelance begini, aku harus terbiasa ditekan deadline, ditambah lagi kerja dengan penerbitan yang punya timeline sendiri. Yah, tidak hanya outsourcer, sewaktu aku masih bekerja di penerbit, aku pun beberapa kali bawa pekerjaan ke rumah dan lembur di hari Sabtu.

***

Ketika rindu berkantor, Allah mewujudkan impianku di Tahun 2005. Aku dapat tawaran bekerja lagi setelah pengajuan proposal kerja sama. Saat itu klien sudah lumayan. Hampir tiap bulan ada pemasukan dan catatannya sendiri kadang membuatku berpikir, kerja, kuliah jalan terus, nilai lumayan, hingga karena sakit, aku harus rela menjadi peringkat terbuncit di kelas. Down pastinya, tapi pekerjaan kembali menjadi pelarian… Aku pun mulai sibuk lagi. Bekerja kantor tiga kali sepekan, kuliah sore hingga malam dan bekerja di rumah. Lelah pastinya, tapi aku merasa senang,walau kadang ada amanah dan kuliah pesantren yang terbengkalai. Hingga hari ini tugas akhirku yang idealis tak kunjung selesai. Bandel, nih… :(.

Hmmm, masa menganggur bakda lulus D3 sekitar 4 bulan menjadi pengalaman yang tidak mengenakkan. Aku benar-benar stres dan tak ingin lagi mengalami masa itu hingga aku ingin terus bekerja…

 

Aku nikmati masa-masa ngantor. Makan siang bareng, kerja bareng hingga ritmenya pun mulai melelahkan. Dua atau tiga kali aku harus pulang di atas pukul 12 malam. Masuk angin, magh, diare jadi langganan lagi. Terlebih aku suka lupa makan, lupa istirahat dan lupa waktu. Setahun berlalu, keadaan perusahaan tampaknya juga tak memungkinkan aku terus berada di sana. Pekerjaan di rumah pun sering bentrok hingga aku mulai kehilangan salah satu klien. Masalah dengan tim juga menambah pertimbangan untuk resign. Yah, bulan Mei 2007, aku resmi resign lagi setelah setahun  ngantor. Aku berpikir, rasanya terlalu lelah untuk berada di atas dua perahu. Walau kadang keadaannya saling mendukung, tak jarang juga saling berbenturan.

 

Aku kembali ke rumah. Saat itu, aku masih memiliki tim khusus. Lagi-lagi, ada cobaan baru, dengan resign-nya aku dari kantor, otomatis, posisiku berbeda dengan dua partnerku. Berkali-kali menyatukan visi dan misi, tapi tak jua bertemu. Isi kepalaku makin beda dan keadaan merongrong aku. Aku jelas-jelas mendapatkan uang hanya dari kerjaan freelance, gayaku beda, cara kerjaku beda, keadaan benar-benar tidak sama. Salah satu partner tidak bisa produktif setelah menikah dan hamil. Pekerjaan di kantornya sendiri juga sudah cukup banyak. Lagi-lagi timpang. Akhirnya, sampai pada keputusan kami berpisah. Nama Khansa’Kreatif kini hanya aku yang menyandangnya. Tapi, alhamdulillah, persahabatan kami jalan terus dan hingga kini aku masih tetap bekerja sama dan sering bertukar pikiran dengan mereka. Dini, ade… kalian benar-benar sahabat yang terbaik :)

 

Yah, begitu banyak yang terjadi hingga hari ini. Kadang rindu berkantor terobati saat aku mengantar pekerjaan ke tempat klien. Bahkan aku pun pernah kerja di tempat karena beberapa hal. Rindu terobati ketika makan siang bareng, lembur bareng, dan bisa bertukar pikiran. Teman-teman yang ngantor begitu solid dan seru. Kayaknya, enak aja, biasa kerja sendiri dan hanya ditemani winamp, bisa rame-rame dengan teman-teman.

 

Hmmm, tapi terlepas dari semua itu aku bersyukur, di ruangan 3 x 3 yang hanya tertutup tirai sudah menjadi tempat beraneka ragam aktivitasku. Bekerja, belajar, membaca, menulis, membuat buletin sekolah dan segala aktivitas yang memang kuinginkan ketika aku memutuskan bekerja di rumah.

 

Aku bisa menikmati pagi di depan rumah, menghirup udara segar, bersepeda sambil mencari sarapan pagi dan tak perlu terburu-buru di tengah kemacetan Jakarta. Yah, syukur itu nikmat karena menurutku, merupakan sebuah pilihan berkantor di mana saja, di rumah atau di perusahaan… tinggal bagaimana kita menyikapi, menjalani, dan menikmatinya. :)

 


 

*Sebuah tulisan untuk memotivasi diri dan berusaha untuk tetap optimis





~syukur itu nikmat
nikmatnya bersyukur


~semangatkan hidupmu
hidupkan semangatmu


*Sungguh gambar, yang tidak nyambung :P

wee, biarin, aku seneng aja, foto ini kan ibu yang moto pas di Bandung ahad lalu :P

Blog Entryedisi cinta F4Aug 12, '08 9:39 PM
for everyone
yup, hari ini edisi cinta F4
yeah, i love F4
muah..muah :D
sejak misah, kalau ketemu kangen mulu, betah, gemes, sampe batre kamere abis mulu :P
kangeeeeeeeeeeeeeeeeen.. halah.......
foto2 yang nongol di halaman depan MP, ya F4 ;)

Fikri
Fahimah
Fahmi
Fattah

Hmmm, nahan diri ga ke pd gede dulu, sampe beres semua :D
kapan yeee?

doakan bule ya F4
bulan depan dimulai, neh...
kudu pinter menata semuaaaa
hmm, lagi malas masak, nih :D, tapi sempet gosongin telor kemaren :P, tapi lumayan enak kok :P

yihaaaaaa
F4 i love u


*catatan pagi yang ga jelas...



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help